UNJ Jajaki Kerja Sama Internasional dengan Royal Thai Army untuk Pengembangan SDM

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Kisah Rossa Farahdiba Ramadhanti, Lulusan Tata…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Dukung Penguatan Internasionalisasi, UNJ dan MIICA lakukan Penandatanganan Collaboration Agreement

FIKK UNJ Berbagi, Perkuat Kepedulian Sosial di Bulan Ramadan

UNJ Dorong Desa Bulak Indramayu Jadi Desa Wisata Mandiri

UNJ Gelar Grand Final Pilmapres 2026, Ini Daftar Juaranya!

Pesantren 1000 Cahaya Ramadhan, Wujud Kepedulian Sosial dan Pembinaan Karakter Mahasiswa UNJ

Jakarta, Humas UNJ — Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menerima kunjungan delegasi Royal Thai Army dalam rangka penjajakan kerja sama internasional di bidang pengembangan sumber daya manusia. Pertemuan yang digelar di Ruang VIP Gedung Rektorat, Kampus A UNJ, pada Rabu, 7 Januari 2026, menjadi langkah strategis UNJ dalam memperluas kolaborasi global, tidak hanya dengan perguruan tinggi, tetapi juga dengan institusi kenegaraan.

Delegasi Royal Thai Army dipimpin oleh Mayor Jenderal (MG) Sorawoot Chaiyabutr, didampingi Atase Pertahanan Thailand untuk Republik Indonesia, Kolonel (Col.) Supakarn Jindawat, beserta jajaran. Kehadiran mereka disambut oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Bisnis UNJ, Andy Hadiyanto, bersama Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UNJ, para dekan, serta para wakil dekan di lingkungan UNJ.

Kepala KUI UNJ, Susilo, menyampaikan bahwa penjajakan ini merupakan terobosan baru bagi UNJ. Selama ini, kerja sama internasional UNJ lebih banyak dilakukan antaruniversitas, sementara kolaborasi dengan institusi militer asing membuka ruang kerja sama multidisipliner yang lebih luas.

“Royal Thai Army memiliki komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Mereka berencana mengirimkan personel untuk menempuh pendidikan di luar negeri, dan UNJ menjadi salah satu institusi yang tengah dipertimbangkan,” ujar Susilo.

Pada tahap awal, terdapat dua kandidat dari Royal Thai Army yang tengah dipersiapkan untuk melanjutkan studi pada Program Studi Bahasa Indonesia dan Program Studi Food Technology UNJ. Rencana ini diharapkan dapat mulai direalisasikan pada tahun akademik 2026–2027, bahkan berpeluang dimulai lebih cepat setelah proses administrasi selesai.

Delegasi Royal Thai Army menyampaikan apresiasi terhadap reputasi UNJ sebagai universitas negeri yang memiliki fokus kuat pada bidang pendidikan dan pengembangan akademik. Mereka menilai UNJ sebagai mitra yang relevan untuk mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia Royal Thai Army.

Sebagai tindak lanjut, UNJ dan Royal Thai Army akan mempersiapkan dan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU), yang selanjutnya akan diteruskan dengan penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS). UNJ juga membuka peluang pemberian dukungan beasiswa melalui berbagai skema, termasuk beasiswa internasional UNJ maupun pendanaan bersama mitra.

Selain program pendidikan, kerja sama ini juga mencakup peluang kolaborasi lain, seperti mobilitas mahasiswa, pertukaran dosen, serta pengembangan kegiatan akademik internasional. Kolaborasi tersebut sejalan dengan visi UNJ dalam memperkuat internasionalisasi dan mewujudkan UNJ sebagai world class university.