UNJ, Kemenpar RI, dan Pemkab Indramayu Gelar Diskusi Penyusunan Roadmap Pemajuan Pariwisata Daerah

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ Kembali Pertahankan Predikat “Badan Publik…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Jawab Tantangan “Mismatch” Dunia Kerja, UNJ Siapkan Ratusan Skema Sertifikasi Kompetensi Futuristik

FISH UNJ Gelar Employer Meeting untuk Perkuat Lulusan Adaptif dan Kompeten dalam Dunia Kerja

Batavia Team UNJ Raih Juara 5 Kategori Battery Electric di Shell Eco-Marathon Asia Pacific and the Middle East 2026

Comdev Program EQUITY UNJ Hadirkan Trauma Healing bagi Siswa di Daerah Rawan Bencana Cianjur

FT UNJ Gelar Employer Meeting 2026, Perkuat Kolaborasi Industri untuk Revitalisasi Kurikulum Berbasis OBE dan Kebutuhan Dunia Kerja

Indramayu, Humas UNJ — Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) dan Pemerintah Kabupaten Indramayu (Pemkab Indramayu), Jawa Barat, menggelar “Forum Komunikasi Perencanaan: Roadmap Pemajuan Pariwisata Daerah” pada 23 Oktober 2025 di Swiss-Belinn Indramayu. Forum ini menjadi ajang strategis untuk merumuskan arah kebijakan dan strategi pengembangan potensi pariwisata Kabupaten Indramayu agar mampu menjadi destinasi unggulan di Jawa Barat.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Norman Sasono selaku Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Kementerian Pariwisata RI, Suwenda selaku Staf Ahli Bupati Indramayu, Prof. Komarudin selaku Rektor UNJ, Prof. Ahman Sya selaku Ketua SAU UNJ, Prof. Mohamad Rizan selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNJ, serta Kepala Bappeda dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Indramayu.

Dalam sambutannya, Norman Sasono menyampaikan bahwa forum ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan perguruan tinggi dalam memperkuat tata kelola pariwisata yang berkelanjutan.

“Kementerian Pariwisata sangat mendukung upaya kolaboratif seperti ini. Perencanaan pariwisata daerah harus berbasis data, potensi lokal, dan keberlanjutan agar selaras dengan visi pariwisata nasional. Saya juga mendorong agar Indramayu mengembangkan festival pesisir berbasis budaya dan berskala nasional, ” ujarnya.

Sementara itu, Suwenda yang mewakili Bupati Indramayu, menekankan pentingnya forum ini dalam memperkuat visi Indramayu sebagai daerah dengan potensi wisata bahari dan budaya.

“Kami ingin Indramayu dikenal bukan hanya sebagai kota mangga, tetapi juga sebagai kabupaten dengan daya tarik wisata alam, budaya, dan kuliner yang kompetitif. Kolaborasi dengan UNJ dan Kemenparekraf menjadi langkah awal menuju arah itu,” tuturnya.

Pada kesempatan ini, Prof. Komarudin selaku Rektor UNJ, dalam sambutannya menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam pengembangan pariwisata berbasis riset dan inovasi.

“UNJ melalui riset dan program akademiknya siap mendukung Kemenpar RI dan pemerintah daerah dalam merumuskan roadmap pariwisata yang terukur dan berdampak. Forum ini adalah bukti nyata kontribusi UNJ dalam mewujudkan Kampus Berdampak dan World Class University yang berorientasi pada pembangunan daerah,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Prof. Ahman Sya menjadi narasumber utama dengan paparan berjudul “Roadmap Pemajuan Pariwisata di Kabupaten Indramayu”. Ia menjelaskan pentingnya pendekatan sistematis dan partisipatif dalam menyusun arah kebijakan pengembangan pariwisata. “Kita harus melihat pariwisata sebagai ekosistem pembangunan yang mencakup dimensi sosial, ekonomi, dan lingkungan. Roadmap ini dirancang agar Indramayu memiliki arah pembangunan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan,” paparnya.

Selain itu, Prof. Mohamad Rizan turut menjadi narasumber dengan materi “Strategi Pengembangan Daya Saing Pasar Pariwisata Indramayu”. Ia menyoroti pentingnya diversifikasi produk wisata seperti wisata bahari, agro, budaya, minat khusus, sport tourism, dan kuliner. “Indramayu perlu menetapkan destinasi super prioritas seperti Pantai Tirtamaya, Karangsong, Bojong, dan Panjiwa. Di sisi lain, branding dan positioning juga sangat penting agar Indramayu memiliki identitas pariwisata yang khas dan berbeda dari daerah sekitar seperti Cirebon dan Subang,” jelasnya.

Melalui forum ini, diharapkan terbangun sinergi lintas sektor dalam memajukan pariwisata Indramayu menuju arah yang lebih strategis, berdaya saing, dan berkelanjutan. UNJ, Kemenpar RI, dan Pemkab Indramayu sepakat untuk menindaklanjuti hasil forum ini dengan penyusunan dokumen roadmap pariwisata daerah yang konkret dan implementatif sebagai dasar kebijakan pengembangan pariwisata Indramayu di masa depan.