UNJ Kukuhkan Guru Besar Bidang Kepelatihan Panahan, Teknik Metalurgi dan Desain Busana

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Prestasi
  4. »
  5. Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

UNJ SiapTerapkan E-SPPD untuk Administrasi Perjalanan Dinas Menjadi Lebih Efisien

Prodi PGSD FIP UNJ Bedah Buku Prof. Otib Satibi Hidayat tentang Inspirasi Pendidikan Jepang

Prodi PAUD FIP UNJ Perkuat Riset dan Kurikulum Lewat Rangkaian Kegiatan Akademik Internasional

Prodi Sastra Indonesia FBS UNJ Dorong Penguatan Bahasa Betawi Lewat Simposium Kebudayaan Menuju Lima Abad Jakarta

Raih Gelar Doktor, Dosen FBS UNJ Tawarkan Model Pembelajaran Berbicara Bahasa Jepang Berbasis Pemahaman Lintas Budaya

Jakarta, Humas UNJ – Di tengah perubahan yang semakin dipengaruhi ledakan data, kecerdasan artifisial, dan transformasi digital, perguruan tinggi dituntut tidak hanya melahirkan lulusan, tetapi juga menghadirkan pengetahuan yang mampu menjawab persoalan nyata. Semangat itulah yang mengemuka dalam Sidang Terbuka Pengukuhan Tiga Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ), pada Kamis 9 Juli 2026, di Aula Latief Hendraningrat, Kampus A Rawamangun.

Pengukuhan tersebut menjadi tonggak penting bagi UNJ dalam memperkuat kapasitas akademik sekaligus menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang terus membangun ekosistem riset, inovasi, dan kebijakan berbasis bukti. Tiga guru besar yang dikukuhkan berasal dari dua rumpun keilmuan berbeda, namun membawa satu pesan yang sama yaitu masa depan pendidikan harus dibangun di atas data, riset, dan evaluasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Mereka adalah Prof. Imam Basori, Guru Besar Bidang Ilmu Teknik Metalurgi, Prof. Wesnina, Guru Besar Bidang Ilmu Desain Busana, keduanya dari Fakultas Teknik(FT). Sementara dari Fakultas Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), dikukuhkan Prof. Hidayat Humaid sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Kepelatihan Panahan.

Dalam orasi ilmiahnya bertajuk “Prestasi Panahan Indonesia di Pentas Dunia”, Prof. Hidayat menegaskan bahwa keberhasilan panahan Indonesia di tingkat internasional tidak ditentukan semata oleh bakat alamiah atau keunggulan antropometri populasi, tetapi juga oleh sistem pembinaan berbasis ilmu pengetahuan yang terintegrasi.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Hidayat menekankan pentingnya pengembangan kepelatihan berbasis data melalui pendekatan biomekanika, fisiologi, psikologi olahraga, dan Long-Term Athlete Development (LTAD) untuk membangun akurasi, stabilitas neuromotorik, serta pengendalian diri atlet. Didukung potensi demografis Indonesia, tata kelola olahraga yang profesional, dan kolaborasi multidisiplin perguruan tinggi, panahan dipandang sebagai cabang olahraga strategis yang mampu mengantarkan Indonesia meraih prestasi dunia secara berkelanjutan.

Sementara itu, Prof. Wesnina memberi orasi ilmiah bertajuk “Desain Busana sebagai Praktik Kebudayaan: Merawat Humanitas di Tengah Dominasi Ekonomi dan Teknologi”. Menurut Prof. Wesnina desain busana tidak hanya berfungsi sebagai produk industri kreatif, tetapi juga sebagai identitas sosial dan praktik kebudayaan.

Melalui rangkaian penelitiannya sejak 2020 hingga 2025 tentang transformasi motif tekstil Nusantara ke dalam desain busana kontemporer berbasis teknologi digital, Prof. Wesnina menunjukkan bahwa inovasi dan tradisi dapat diintegrasikan tanpa menghilangkan makna budaya.

“Desain busana berbasis budaya diposisikan sebagai strategi penguatan pendidikan, industri kreatif, dan fesyen berkelanjutan yang menghubungkan teknologi, kreativitas, serta pelestarian warisan budaya sehingga mampu menghasilkan karya yang inovatif, berdaya saing, sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia di era digital,” ungkapnya.

Kemudian Prof. Imam Basori dalam orasi ilmiahnya yang bertajuk “Pengembangan Paduan Kuningan sebagai Material untuk Peralatan Bedah Medis” menjelaskan bahwa paduan kuningan berpotensi menjadi material alternatif yang unggul bagi peralatan bedah medis karena memiliki kemudahan fabrikasi, ketahanan korosi, aktivitas antibakteri, serta efisiensi energi dan biaya produksi dibandingkan material konvensional.

Menurutnya melalui rekayasa komposisi paduan dan sifat mekanik, rekayasa struktur mikro, pengujian ketahanan korosi, serta pengujian antibakteri, Prof. Ibas membuktikan bahwa pengembangan biomaterial berbasis kuningan dapat meningkatkan kualitas dan keamanan alat kesehatan sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor.

“Ke depan, pengembangan smart antibacterial alloy, integrasi artificial intelligence dalam desain material, teknologi manufaktur aditif, material ramah lingkungan dan berkelanjutan, serta penguatan ekosistem riset nasional menjadi strategi penting untuk mewujudkan kemandirian industri alat kesehatan dan inovasi biomaterial berkelanjutan,” katanya.

Rektor UNJ, Prof. Komarudin, mengatakan ketiga orasi ilmiah tersebut memperlihatkan bahwa olahraga, industri kreatif, dan rekayasa material memiliki satu tujuan yang sama, yaitu menghadirkan ilmu pengetahuan sebagai solusi bagi peningkatan kualitas hidup, daya saing bangsa, dan pembangunan berkelanjutan.

“Inilah wujud nyata kontribusi keilmuan yang selaras dengan komitmen UNJ untuk menghasilkan riset dan inovasi yang berdampak, sekaligus memperkuat reputasi UNJ sebagai universitas yang unggul di tingkat nasional maupun global,” katanya.

Ia menambahkan, bertambahnya dua guru besar dari FT dan satu dari FIKK semakin memperkuat modal intelektual UNJ dalam mengembangkan pendidikan tinggi yang unggul, kolaboratif, dan berdaya saing global.

Lebih dari sekadar penambahan jumlah profesor, pengukuhan ini menjadi investasi akademik jangka panjang bagi UNJ. Kehadiran para guru besar diharapkan memperkuat budaya riset, memperluas kolaborasi lintas disiplin, serta melahirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan bangsa.

Dengan terus bertambahnya guru besar, UNJ menegaskan langkahnya sebagai kampus berdampak yang tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga menghadirkan gagasan, teknologi, dan kebijakan yang memberi manfaat nyata bagi pembangunan nasional serta meningkatkan reputasi Indonesia di kancah akademik global.