Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi melalui pengukuhan tiga Guru Besar dari bidang keilmuan strategis, yakni Pembelajaran Menulis, Akuntansi Keuangan, serta Pendidikan Ekonomi Koperasi dan UMKM. Pengukuhan tersebut berlangsung dalam Sidang Terbuka Senat Akademik UNJ, Rabu (8/7/26), di Aula Latief Hendraningrat, Kampus A Rawamangun.
Momentum akademik ini menjadi tonggak penting bagi UNJ dalam memperkuat kapasitas keilmuan, memperluas kontribusi riset, serta menghadirkan solusi ilmiah bagi berbagai tantangan pendidikan, ekonomi, dan pembangunan nasional. Ketiga guru besar yang dikukuhkan menghadirkan gagasan yang saling melengkapi tentang pentingnya membangun masa depan Indonesia melalui pendidikan yang transformatif, tata kelola yang akuntabel, dan ekonomi yang berkelanjutan.
Tiga akademisi yang dikukuhkan adalah Prof. Suparno sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Ekonomi Koperasi dan UMKM serta Prof. Rida Prihatni sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Akuntansi Keuangan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Sementara dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Prof. Gusti Yarmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Pembelajaran Menulis di Sekolah Dasar.
Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Menulis untuk Membentuk Jiwa: Transformasi Pembelajaran Menulis di Sekolah Dasar sebagai Pilar Penguatan Karakter Generasi Bangsa”, Prof. Gusti Yarmi menegaskan bahwa pembelajaran menulis tidak seharusnya dipandang sekadar sebagai keterampilan berbahasa, melainkan sebagai media strategis untuk membentuk karakter peserta didik.
Ia menjelaskan bahwa transformasi pembelajaran menulis perlu mengintegrasikan dimensi kognitif, reflektif, sosial, dan moral sehingga kegiatan menulis menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, empati, dan integritas.
Menurutnya, keberhasilan transformasi tersebut membutuhkan sinergi antara guru, sekolah, keluarga, dan pemerintah dalam membangun ekosistem literasi yang humanis guna menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045 yang berkarakter, adaptif, dan berdaya saing.
Pada kesempatan yang sama, Prof. Rida Prihatni menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Relevansi Nilai Informasi Akuntansi dalam Meningkatkan Nilai Tambah Perusahaan dan Keberlanjutan”. Ia menekankan bahwa informasi akuntansi yang relevan, andal, dan transparan merupakan fondasi utama dalam pengambilan keputusan ekonomi sekaligus mendorong terciptanya nilai tambah perusahaan yang berkelanjutan.
“Kualitas informasi akuntansi mampu mengurangi asimetri informasi, membangun kepercayaan investor, dan meningkatkan nilai tambah perusahaan melalui tiga dimensi utama, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan,” ujarnya.
Prof. Rida menambahkan bahwa di era transparansi global, akuntansi tidak lagi berorientasi semata pada keuntungan finansial, tetapi juga harus terintegrasi dengan pelaporan Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai dasar penyusunan laporan keberlanjutan yang transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Prof. Suparno melalui orasi ilmiah berjudul “Dari Literasi ke Perilaku Ekonomi Produktif: Pendidikan Ekonomi Berbasis Pengalaman, Digital, dan Potensi Wilayah untuk UKM Berkelanjutan” menyoroti pentingnya pendidikan ekonomi yang mampu mengubah literasi menjadi perilaku ekonomi produktif.
Ia menawarkan “Model Transformasi Literasi–Kapabilitas–Produktivitas Berkelanjutan”, sebuah pendekatan yang mengintegrasikan penguatan modal manusia (human capital), pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), transformasi digital, serta pengembangan potensi kewilayahan untuk melahirkan UMKM yang efisien, inovatif, adaptif, dan memiliki daya saing global.
“Dengan demikian, pendidikan ekonomi tidak hanya menghasilkan lulusan yang menguasai teori, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, mengembangkan potensi lokal, serta memperkuat UMKM sebagai pilar pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” jelas Prof. Suparno.
Rektor UNJ, Prof. Komarudin, dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa ketiga orasi ilmiah tersebut memiliki benang merah yang kuat, yakni pentingnya transformasi pendidikan dan ilmu pengetahuan dalam membangun masyarakat yang berkarakter, tata kelola yang akuntabel, serta kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
“Ketiganya merupakan fondasi penting dalam memperkuat kontribusi keilmuan UNJ bagi pembangunan pendidikan, ekonomi, dan masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, semangat yang dibawa ketiga Guru Besar tersebut sejalan dengan visi UNJ sebagai perguruan tinggi yang berdampak dan bereputasi global melalui penguatan riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Semoga amanah akademik ini semakin memperkuat dedikasi Bapak dan Ibu dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, menghasilkan karya-karya terbaik, serta menjadi sumber inspirasi bagi seluruh sivitas akademika,” tutup Prof. Komarudin.