Jakarta, Humas UNJ – Direktorat Inovasi dan Hilirisasi di bawah Kantor Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Sistem Informasi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melaksanakan kegiatan sosialisasi “UNJ Innovation Challenge 2026” sebagai bagian akselerasi terhadap refleksi kegiatan tahun 2025 pada Rabu, 4 Maret 2026 secara daring.
Direktur Inovasi, Sistem Informasi, dan Pemeringkatan UNJ, Murti Kusuma Wirasti, menyebutkan bahwa ide inovasi dapat berangkat dari dosen, mahasiswa, alumni, maupun tenaga kependidikan. Untuk merangkum dan mengakselerasi potensi tersebut, Innovation Challenge 2026 dibentuk sebagai wadah strategis pengembangan gagasan inovatif.
“Saat ini kami memerlukan gagasan inovatif dari semua sivitas akademika UNJ yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat. Ini juga sejalan dengan arahan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bahwa kampus harus berdampak,” ungkapnya.
Kegiatan ini akan berlangsung selama delapan bulan dengan skema pendanaan yang telah disiapkan oleh UNJ, sehingga para peserta memiliki ruang yang cukup untuk mengembangkan produk inovasi secara lebih matang dan terarah.y
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Sistem Informasi UNJ, Prof. Fahrurrozi, menegaskan bahwa Innovation Challenge merupakan langkah konkret untuk mendongkrak inovasi dan hilirisasi di UNJ. Ia mengakui bahwa jumlah karya riset yang benar-benar bertransformasi menjadi produk inovasi dan berhasil dihilirisasi masih perlu ditingkatkan.
“Kita melakukan analisis data sejak tahun 2023 hingga 2025. Berbagai produk hasil penelitian yang berpotensi diinovasikan dan dihilirisasikan masih terbatas,” jelasnya.
Prof. Fahrurrozi juga menyampaikan pesan Rektor UNJ bahwa pada tahun 2026, produk inovasi dan hilirisasi harus menjadi fokus perhatian universitas. Menurutnya, diperlukan pembentukan ekosistem inovasi yang terintegrasi agar mampu memberikan dampak finansial bagi peneliti sekaligus manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain berdampak secara ekonomi dan sosial, inovasi dan hilirisasi juga berkontribusi terhadap capaian Indeks Kinerja Utama (IKU) Berdampak dari Kemendiktisaintek.
“Melalui kegiatan ini UNJ melibatkan seluruh elemen sivitas akademika—dosen, mahasiswa, alumni, dan tenaga kependidikan—untuk bersama-sama menghasilkan karya inovasi dan hilirisasi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Inovasi dan Hilirisasi, Taryudi, menyampaikan bahwa Innovation Challenge hadir sebagai akselerator strategis untuk mentransformasikan riset unggulan menjadi inovasi siap pasar melalui skema hilirisasi yang terstruktur dan berkelanjutan.
Ia menambahkan bahwa tantangan inovasi tidak hanya terletak pada penciptaan produk, tetapi juga pada aspek serapan pasar, validasi teknologi, serta kesiapan regulasi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan ekosistem yang komprehensif agar inovasi tidak berhenti pada tahap prototipe.
Melalui Innovation Challenge 2026, UNJ menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem riset dan inovasi yang terintegrasi, berorientasi pada hilirisasi, serta mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi katalis transformasi riset kampus menjadi solusi konkret yang bernilai tambah secara akademik, sosial, dan ekonomi.