Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui kerja sama antara Sekolah Pascasarjana (SPs) dengan Badan Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (BP3) menggelar pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) bagi dosen pengajar Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang dilaksanakan di Aula Latief Hendraningrat pada 25 Februari 2026.
Kepala BP3 UNJ, Prof. Johansyah Lubis, dalam sambutannya mengatakan bahwa dunia pendidikan terus bertransformasi, dan dosen pengajar PPG memiliki peran sentral sebagai garda terdepan dalam mencetak pendidik yang tangguh di era digital, baik melalui PPG bagi guru tertentu maupun PPG calon guru.
Prof. Johansyah menjelaskan bahwa sesuai ketentuan, dosen pengajar PPG wajib memiliki latar belakang kependidikan pada salah satu jenjang kualifikasi akademik, khususnya kependidikan guru, serta linear dengan bidang keilmuan yang diampu. Selain itu, dosen juga diwajibkan memiliki sertifikat PEKERTI atau Applied Approach (AA).
Ia menambahkan bahwa beberapa bulan lalu BP3 menerima permintaan khusus dari SPs yang menaungi PPG terkait kebutuhan sertifikat PEKERTI bagi dosen.
“Melalui pelatihan PEKERTI ini, mari kita jadikan momentum untuk meningkatkan kualitas diri.”
Prof. Johansyah Lubis berharap output dari pelatihan ini dapat melengkapi persyaratan akreditasi sehingga PPG UNJ menjadi lebih unggul dan berdampak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Sementara itu, Direktur SPs UNJ, Prof. Dedi Purwana, menyampaikan bahwa dokumen akreditasi PPG telah diajukan dan dalam waktu dekat akan menjalani proses penilaian. Dirinya berharap capaian akreditasi yang sebelumnya meraih peringkat A dapat meningkat menjadi Unggul.
Pada kesempatan yang sama, Prof. Dedi menegaskan bahwa berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal tentang Penyelenggaraan PPG, seluruh dosen PPG wajib memiliki sertifikat PEKERTI.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNJ, Prof. Ifan Iskandar yang turut hadir juga berpesan agar para peserta melaksanakan kegiatan secara bersungguh-sungguh dalam menyusun dan mengembangkan materi yang telah ditetapkan.
Prof. Ifan berharap tim yang telah disiapkan mampu bekerja secara solid sesuai kapasitas dan kompetensinya, sehingga pelatihan ini benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran PPG.
“Semoga kegiatan hari ini mampu meningkatkan kualitas PPG UNJ, terlebih dalam waktu dekat akan dilaksanakan akreditasi,” tutupnya.
Pelaksanaan pelatihan PEKERTI ini menjadi bukti komitmen Universitas Negeri Jakarta dalam memperkuat tata kelola akademik dan meningkatkan kompetensi pedagogik dosen PPG secara berkelanjutan. Melalui sinergi antara Sekolah Pascasarjana dan BP3, UNJ tidak hanya berupaya memenuhi standar regulasi dan persyaratan akreditasi, tetapi juga memastikan kualitas proses pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini