Jakarta, Humas UNJ — Times Higher Education (THE) kembali merilis World University Rankings (WUR) 2026 untuk subjek pemeringkatan bidang ilmu sosial pada pertengahan Januari 2026. Berdasarkan laman resmi THE WUR 2026, tercatat 7 perguruan tinggi negeri Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di Indonesia berhasil masuk dalam daftar kampus terbaik dunia untuk bidang ilmu sosial. Salah satunya adalah Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang kembali mencatatkan capaian positif.
Dalam rilis resmi THE WUR 2026 untuk subjek pemeringkatan bidang ilmu sosial, UNJ menempati peringkat dunia 1001+ dengan skor keseluruhan 11,4–21,5. Di tingkat nasional, UNJ berada pada peringkat 3 besar LPTK negeri terbaik Indonesia untuk subjek pemeringkatan bidang ilmu sosial. Capaian ini menegaskan peran UNJ dalam penguatan kajian ilmu sosial yang relevan dengan dinamika masyarakat, kebijakan publik, dan pembangunan berkelanjutan.
Berikut data 7 LPTK di Indonesia yang masuk pemeringkatan THE WUR 2026 untuk subjek pemeringkatan ilmu sosial:
1. Universitas Negeri Malang — Peringkat dunia 801–1000 | Skor 21,6–26,5;
2. Universitas Negeri Jakarta — Peringkat dunia 1000+ | Skor 11,4–21,5;
3. Universitas Negeri Padang — Peringkat dunia 1000+ | Skor 11,4–21,5;
4. Universitas Negeri Semarang — Peringkat dunia 1000+ | Skor 11,4–21,5;
5. Universitas Negeri Surabaya — Peringkat dunia 1000+ | Skor 11,4–21,5;
6. Universitas Negeri Yogyakarta — Peringkat dunia 1000+ | Skor 11,4–21,5; dan
7. Universitas Pendidikan Indonesia — Peringkat dunia 1000+ | Skor 11,4–21,5.
THE WUR 2026 menilai kinerja perguruan tinggi dunia melalui 18 indikator kinerja yang dikelompokkan ke dalam lima pilar utama, yaitu pengajaran (29,5%), penelitian (29%), transfer pengetahuan (30%), industri (4%), dan pandangan internasional (7,5%).
Pada lingkungan pengajaran, indikator mencakup reputasi pengajaran (15%), rasio staf–mahasiswa (4,5%), rasio doktor–sarjana (2%), rasio gelar doktor terhadap staf akademik (5,5%), serta pendapatan institusional (2,5%). Lingkungan penelitian dinilai dari reputasi riset (18%), pendapatan riset (5,5%), dan produktivitas riset (5,5%).
Sementara itu, kualitas penelitian menyorot dampak sitasi (15%), kekuatan penelitian (5%), keunggulan penelitian (5%), dan pengaruh penelitian (5%). Aspek industri terdiri dari pendapatan industri dan paten (masing-masing 2%). Adapun pandangan internasional meliputi indikator mahasiswa internasional, staf internasional, serta penulisan bersama tingkat internasional (masing-masing 2,5%).
Menanggapi capaian tersebut, Prof. Komarudin, Rektor UNJ, menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika.
“Masuknya UNJ dalam 2 besar nasional LPTK untuk subjek pemeringkatan bidang ilmu sosial versi THE WUR 2026 merupakan hasil kerja kolektif dan konsistensi penguatan riset serta pembelajaran ilmu sosial yang kontekstual dan berdampak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Komarudin menegaskan bahwa capaian ini akan menjadi penguat langkah strategis UNJ dalam mengembangkan ilmu sosial yang responsif terhadap tantangan masyarakat dan pembangunan.
“UNJ akan terus mendorong riset interdisipliner, kolaborasi internasional, serta kontribusi kebijakan berbasis ilmu sosial sebagai bagian dari komitmen menuju kampus berdampak dan berkelas dunia,” pungkasnya.