UNJ Resmi Buka Kejuaraan Tenis Profesor Nasional 2025, Sinergi Akademisi dalam Olahraga

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ Tutup PKKMB 2025, Lebih dari…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Pembekalan Keprotokolan Duta UNJ untuk Meningkatkan Profesionalisme Representasi Universitas

Perkuat Link and Match, FPsi UNJ Gelar Employer Meeting untuk Siapkan Lulusan Psikologi Future Ready

Monitoring Awal Program EQUITY, UNJ Tegaskan Komitmen Akuntabilitas dan Dampak Internasional

Employer Meeting FEB UNJ 2026, Dorong Kolaborasi Kampus, Industri, dan Pemerintah untuk Siapkan Lulusan Tangguh dan Berkualitas

Prodi Pendidikan Masyarakat FIP UNJ Selenggarakan Konferensi Internasional, Pendidikan Era Digital Jadi Fokus Pembahasan

Jakarta, 19 Juni 2025 — Universitas Negeri Jakarta (UNJ) secara resmi membuka Kejuaraan Tenis Profesor Nasional 2025 pada Kamis (19/6), bertempat di Aula Lantai 3 Gelanggang Olahraga Kampus B UNJ. Ajang bergengsi ini mempertemukan para profesor dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dalam semangat sportivitas, kolaborasi, dan kebersamaan.

Kejuaraan yang berlangsung selama empat hari, mulai 19 hingga 22 Juni 2025, merupakan bagian dari festival tenis antar profesor yang diselenggarakan oleh Asosiasi Tenis Profesor Indonesia (ATPI). Selain menjadi wadah kompetisi, kegiatan ini bertujuan mempererat jejaring akademisi, mendorong gaya hidup sehat, serta memperkuat sinergi antarperguruan tinggi melalui olahraga.

Sebanyak 107 profesor dari berbagai institusi, termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), turut ambil bagian dalam kompetisi ini. Suasana hangat dan antusiasme peserta sudah terasa sejak hari pertama, yang diawali dengan seremoni pembukaan dan paparan materi inspiratif.

Dalam sambutannya, Ketua Umum ATPI, Prof. Suharnomo, menekankan bahwa olahraga tenis bukan semata soal kompetisi, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi lintas kampus. “Tenis mempertemukan kita di tengah kesibukan akademik, sebagai ruang pertemanan yang sehat antarprofesor,” ujarnya.

Rektor UNJ, Prof. Komarudin, menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada UNJ sebagai tuan rumah. “Kami merasa terhormat menjadi tempat berkumpulnya para tokoh intelektual dari berbagai penjuru negeri. Semoga melalui olahraga, semangat kolaborasi antarperguruan tinggi semakin menguat,” ungkapnya.

Rangkaian pembukaan juga diisi dengan Gala Dinner sebagai ajang keakraban, serta peluncuran resmi Kartu Anggota ATPI. Selain itu, dua paparan utama turut memperkaya acara, antara lain, Andi Fajar Asti, Sekretaris Jenderal Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI), membawakan materi bertema “Pengembangan Olahraga Prestasi melalui Klub Olahraga Kampus”, yang menyoroti pentingnya dukungan institusional terhadap pembinaan atlet dari lingkungan akademik. Dan Prof. Edward Omar Sharif Hiariej, Guru Besar Universitas Gadjah Mada sekaligus Wakil Menteri Hukum dan HAM, menyampaikan paparan bertajuk “Peningkatan Vitalitas dan Produktivitas Guru Besar melalui Olahraga”. Ia menegaskan bahwa olahraga tidak hanya menjaga kebugaran, tetapi juga meningkatkan daya pikir dan produktivitas dalam menjalankan tugas akademik dan riset.

Kejuaraan ini diharapkan tidak hanya melahirkan juara di lapangan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan, kerja sama, dan semangat hidup sehat di kalangan guru besar Indonesia. UNJ, sebagai kampus yang menjunjung tinggi nilai pendidikan dan kebugaran, membuktikan bahwa akademisi pun dapat unggul, baik di ruang kelas maupun di arena olahraga.