Karawang, Humas UNJ — Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof. Komarudin menegaskan peran strategis UNJ dalam pengembangan pendidikan dan penguatan sosial kemasyarakatan guna mewujudkan kemandirian institusi serta kampus berdampak. Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan pembukaan “Rapat Koordinasi Pemantapan Kemandirian dan Kampus Berdampak UNJ” yang digelar di Mercure, Karawang, pada 18 Januari 2026.
Dalam kegiatan yang berlangsung selama 18–20 Januari 2026 tersebut, Prof. Komarudin memaparkan empat prioritas pengembangan yang menjadi agenda strategis dan perlu segera ditindaklanjuti oleh unit-unit terkait di lingkungan UNJ pada kegiatan workshop selama tiga hari ini. “Pada kegiatan workshop ini terdapat empat agenda utama yang harus segera ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya pemajuan UNJ,” ujarnya.
Salah satu prioritas penting yang dibahas adalah penyusunan skema kerja sama pemanfaatan bersama aset negara di kawasan Rawamangun dengan Universitas Indonesia. Menurut Prof. Komarudin, pemanfaatan aset negara tersebut merupakan peluang strategis untuk memperkuat peran UNJ sebagai kampus pendidikan.
“Universitas Indonesia mengusulkan agar aset di Rawamangun dapat dikerja samakan untuk pengembangan pendidikan. Rapat koordinasi ini diharapkan dapat mematangkan susunan dan skema kerja sama tersebut,” jelasnya.
Selain itu, rapat koordinasi juga membahas pengembangan lahan UNJ di Cikarang sebagai langkah memperkuat fungsi pendidikan sekaligus menjaga marwah kampus. Prof. Komarudin mengungkapkan bahwa saat ini telah tersedia draf rancangan pengembangan kawasan tersebut.
“Rencana pengembangan lahan Cikarang mencakup pendirian sekolah vokasi, Labschool, rumah sakit pendidikan, serta fasilitas pendukung lainnya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Prof. Komarudin menambahkan bahwa minat investor terhadap pengembangan pendidikan di aset UNJ Cikarang tergolong baik, sehingga membuka peluang besar bagi penguatan kemandirian kampus. Agenda strategis lainnya yang turut dibahas adalah program Ketahanan Pangan serta pengembangan Kampus UNJ di Kabupaten Indramayu sebagai bagian dari penguatan nilai pendidikan, kontribusi sosial, dan kemandirian UNJ.
“Ke depan kawasan Indramayu akan berkembang pesat dengan dukungan industri. Masyarakat setempat juga berharap UNJ hadir sebagai pemasok utama sumber daya manusia berkualitas di wilayah tersebut,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Prof. Komarudin juga menyoroti peran Unit Usaha Khusus Lembaga Pendidikan dan Kepelatihan (UUK-LPK) sebagai instrumen strategis dalam mendorong kemandirian kampus sekaligus meningkatkan mutu sumber daya manusia.
Melalui rapat koordinasi ini, UNJ menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi sebagai kampus berdampak yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkontribusi nyata bagi pembangunan pendidikan, ekonomi, dan sosial masyarakat.