JAKARTA, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menerima 80 mahasiswa asal Kabupaten Mappi, Papua Selatan, sebagai bagian dari kelanjutan Program 1.000 Sarjana yang dijalankan bersama Pemerintah Kabupaten Mappi. Program ini menjadi salah satu bentuk kerja sama strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang diharapkan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Penyambutan mahasiswa baru tersebut berlangsung di Aula Latief Hendraningrat, Kampus UNJ, Rabu (5/8/26), dengan mengusung tema “Merajut Asa dari Mappi, Mewujudkan Cita di UNJ.” Kegiatan dihadiri jajaran pimpinan universitas, para dekan, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Mappi.
Sebanyak 80 mahasiswa diterima pada tahun akademik 2026 dan akan menempuh pendidikan di sejumlah program studi, antara lain Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Pendidikan Bahasa Jepang, serta Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Sebelum memulai perkuliahan, seluruh mahasiswa mengikuti program matrikulasi untuk membantu proses adaptasi terhadap lingkungan akademik dan kehidupan kampus.
Direktur Kerja Sama dan Bisnis UNJ, Rahmat Darmawan, mengatakan kemitraan antara UNJ dan Pemerintah Kabupaten Mappi terus berkembang dari tahun ke tahun. Setelah sebelumnya berfokus pada penerimaan mahasiswa dan peningkatan kompetensi guru, kerja sama kini diperluas dengan berbagai program yang mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa selama menempuh pendidikan.

“Tahun 2025 kami menerima 100 mahasiswa dari Kabupaten Mappi. Tahun ini UNJ kembali dipercaya menerima 80 mahasiswa. Saat ini mereka sedang mengikuti program matrikulasi sebagai bekal sebelum memasuki proses perkuliahan,” ujar Rahmat.
Menurut dia, kerja sama tersebut tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan pendidikan tinggi, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas pendidikan dasar dan menengah di Kabupaten Mappi. Salah satunya melalui pelatihan yang telah diberikan kepada sekitar 1.000 guru dan pengawas sekolah dari berbagai jenjang pendidikan.
Program tersebut diharapkan dapat memperkuat kompetensi tenaga pendidik sekaligus meningkatkan mutu layanan pendidikan di wilayah Papua Selatan.
Rahmat menjelaskan, pengembangan mahasiswa juga dilakukan melalui berbagai kegiatan di luar ruang kuliah. UNJ menyiapkan sejumlah program yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan, kemampuan berkomunikasi, dan kepercayaan diri mahasiswa agar lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

Salah satu program yang akan dijalankan adalah “Beauty in Diversity”. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa akan memperoleh pelatihan tata rias, pengenalan busana tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, hingga kegiatan peragaan busana sebagai sarana membangun rasa percaya diri sekaligus memperkuat apresiasi terhadap keberagaman budaya.
“Tujuan berbagai program ini adalah mempercepat pengembangan mahasiswa. Kami ingin mereka tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan, karakter, dan kesiapan yang lebih baik ketika kembali ke daerah maupun memasuki dunia kerja,” kata Rahmat.
Bupati Mappi, Kristosimus Yohanes Agawemu, menyampaikan apresiasi kepada UNJ yang secara konsisten membuka kesempatan bagi putra-putri Kabupaten Mappi untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Jakarta. Menurutnya, kerja sama tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Papua Selatan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mappi dan seluruh orang tua mahasiswa, kami menyampaikan terima kasih kepada UNJ yang telah menerima dan membimbing anak-anak kami dengan penuh tanggung jawab,” ujar Kristosimus.
Ia berharap para mahasiswa tidak hanya menyelesaikan pendidikan dengan memperoleh gelar akademik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang memiliki kompetensi, karakter, kemampuan beradaptasi, serta kepedulian terhadap daerah asalnya.
Kristosimus mengatakan kebutuhan tenaga pendidik di Kabupaten Mappi masih cukup besar, terutama pada bidang matematika, fisika, kimia, teknologi, dan sejumlah disiplin ilmu lainnya yang masih terbatas ketersediaannya.
Karena itu, Program 1.000 Sarjana diharapkan mampu menghasilkan lulusan dari berbagai bidang keilmuan yang nantinya dapat kembali ke Papua Selatan untuk mengisi kebutuhan tenaga profesional, khususnya di sektor pendidikan.
“Kami berharap mereka kelak kembali membangun Mappi dan Papua Selatan dengan ilmu yang diperoleh selama belajar di UNJ,” katanya.
Sementara itu, Wakil Rektor UNJ Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof. Ifan Iskandar, mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur melalui prestasi akademik, tetapi juga dari perubahan sikap, karakter, dan kemampuan seseorang memberi manfaat bagi masyarakat.
Menurut Prof. Ifan, mahasiswa harus mampu menunjukkan perkembangan yang nyata selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi, baik dalam cara berpikir, etika, maupun kontribusinya bagi lingkungan.
“Pendidikan bukan sekadar memperoleh nilai yang tinggi. Pendidikan harus membuat seseorang menjadi lebih baik, lebih bermanfaat, serta mampu membawa perubahan bagi keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak para mahasiswa untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh orang tua dan Pemerintah Kabupaten Mappi. Kesempatan menempuh pendidikan di UNJ, kata Prof. Ifan, merupakan amanah yang perlu dijawab melalui kesungguhan belajar, pengembangan diri, serta komitmen untuk kembali berkontribusi bagi daerah asal setelah menyelesaikan studi.
Melalui keberlanjutan Program 1.000 Sarjana, UNJ dan Pemerintah Kabupaten Mappi menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat menjadi salah satu langkah nyata dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Papua Selatan.