Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) resmi menutup pelaksanaan Program Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026 pada Senin, 6 Juli 2026, yang berlangsung di Naraya Hotel. Penutupan ini menandai berakhirnya rangkaian kegiatan intensif selama enam hari, terhitung sejak 1 Juli 2026, yang diisi dengan berbagai sesi penguatan kompetensi, simulasi pembelajaran, dan puncaknya ditutup dengan pameran STEM Ignite sebagai wadah unjuk karya para peserta.
UNJ menjadi salah satu dari 27 perguruan tinggi mitra penyelenggara BTI 2026, dengan total 38 peserta yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Para peserta mengikuti program yang berfokus pada penguatan kompetensi di bidang STEM serta pengembangan karakter. Program Bina Talenta Indonesia sendiri merupakan program pembinaan yang bertujuan mengembangkan talenta murid dan kapasitas guru sebagai pemandu talenta di bidang STEM, coding, dan Kecerdasan Artifisial, serta penguatan karakter, sebagai bagian dari implementasi Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid.

Dena Widyawan selaku Staf Ahli Kantor Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNJ, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya penutupan program yang berjalan lancar selama enam hari penuh. Ia menyampaikan bahwa selama program berlangsung, Naraya Hotel bukan sekadar menjadi tempat berkegiatan, melainkan telah menjelma menjadi ruang tumbuh yang hangat bagi para peserta untuk saling berbagi mimpi, mengasah kepekaan, dan memperdalam peran sebagai pemandu talenta.
“Bapak/Ibu hadir bukan hanya membawa nama institusi, tetapi juga membawa hati, energi, dan komitmen untuk menjadi pemandu yang lebih bermakna bagi talenta-talenta Indonesia,” ujarnya.
Dena juga menegaskan bahwa menjadi pemandu talenta bukan sekadar profesi, melainkan sebuah panggilan untuk melihat potensi, menyulut semangat, dan menemani talenta hingga menemukan cahayanya sendiri. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber atas ilmu dan inspirasi yang tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga menyentuh hati, serta kepada seluruh panitia atas dedikasi yang menjadi fondasi kokoh terselenggaranya program ini.
“Hari ini adalah penutupan, namun bukan akhir. Saya justru mengajak kita semua memaknai momen ini sebagai awal baru, awal dari praktik-praktik baik yang akan kita tebarkan di daerah masing-masing, awal dari jejaring kuat sesama pemandu talenta yang saling mendukung, dan awal dari lahirnya lebih banyak talenta Indonesia yang tersorot, terarah, dan berdampak,” tuturnya.
Dena juga menyampaikan bahwa keterlibatan UNJ dalam penyelenggaraan BTI merupakan wujud nyata komitmen universitas dalam mendukung kemajuan pendidikan nasional melalui pembinaan talenta bagi para guru berprestasi.
“Melalui kegiatan ini, UNJ terus berkomitmen mendorong peningkatan kualitas pendidikan serta berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul di bidang pendidikan,” ujarnya.
Salah satu peserta BTI, M. Fauzi Muhajir, menyampaikan kesannya selama mengikuti program ini. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat membantu dalam melatih dan mengembangkan bakat serta minat para peserta didik.
“Pembelajaran yang paling berkesan adalah menjaga tiga hal, yaitu penampilan, perkataan, dan kebersamaan,” ujarnya.
Acara penutupan juga dirangkai dengan pengumuman pemenang terbaik dari masing-masing kelas. Untuk Kelas A, Juara 1 diraih oleh Kelompok 2A yang beranggotakan Nila Asmila Sari dan Antinah, sementara Juara 2 diraih oleh Kelompok 5A dengan anggota Pesta Indra Sigalingging dan Bambang Bintoro. Untuk Kelas B, Juara 1 diraih oleh Kelompok 4B yang beranggotakan Muhammad Patrawi dan M. Fauzi Muhajir, sementara Juara 2 diraih oleh Kelompok 5B dengan anggota Andi Riswanto, Elfana Argadinata, dan Eli Yanti.
Melalui penyelenggaraan Program Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026, Universitas Negeri Jakarta kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan talenta nasional melalui peningkatan kapasitas guru sebagai pemandu talenta di bidang STEM, coding, kecerdasan artifisial, dan penguatan karakter. Program ini diharapkan menjadi awal lahirnya jejaring pemandu talenta yang kuat di seluruh Indonesia, sehingga mampu mengidentifikasi, membina, dan mengembangkan potensi peserta didik secara berkelanjutan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan para pendidik dari 38 provinsi, UNJ optimistis akan semakin banyak talenta muda Indonesia yang tumbuh menjadi generasi unggul, inovatif, dan berdaya saing global sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.