UNJ Terima Kunjungan Benchmarking Universitas Siliwangi, Bahas Pengembangan Usaha dan Optimalisasi Aset

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ Terima Kunjungan Benchmarking Universitas Siliwangi,…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

UNJ Gelar Workshop Tata Kelola Kerja Sama, Dorong Implementasi Nyata dan Peningkatan IKU 5

Mahasiswa FIP UNJ Raih Juara 3 Poster Ilmiah pada KOMPAK Tingkat Nasional 2026

Sivitas Prodi PGPAUD FIP UNJ Raih Juara 3 pada Kegiatan APG PAUD 2026 di Bali

UNJ dan Sudin Pemuda dan Olahraga Jakarta Pusat Bersinergi Tingkatkan Kompetensi Profesional Guru PJOK

UNJ Gelar Cek Kesehatan Mental dan Fisik Gratis, Dorong Sivitas Akademika Lebih Peduli Kesehatan Diri

JAKARTA, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menerima kunjungan benchmarking dari Universitas Siliwangi (Unsil) untuk berbagi pengalaman mengenai pengembangan usaha, optimalisasi aset, dan tata kelola usaha perguruan tinggi, Kamis (10/9/26). Kegiatan tersebut menjadi forum pertukaran pengetahuan bagi kedua perguruan tinggi dalam mengembangkan potensi usaha yang dapat mendukung penguatan institusi.

Kunjungan Universitas Siliwangi (Unsil) diterima oleh jajaran Badan Pengelola Usaha (BPU) UNJ. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas pengalaman pengelolaan usaha, pengembangan aset potensial, kelembagaan, serta tantangan dalam membangun tata kelola usaha yang selaras dengan tujuan universitas.
Dalam sambutannya, Rektor UNJ menyampaikan bahwa pengembangan BPU UNJ telah dilakukan secara bertahap, bahkan sejak sebelum UNJ berstatus Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH).

Pada tahap awal, BPU diarahkan untuk mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki universitas, termasuk pemanfaatan aset dan pengembangan usaha di bidang kuliner.
Setelah UNJ berstatus PTNBH, pengembangan usaha dilanjutkan melalui penguatan kelembagaan dan pembentukan badan usaha berbentuk perseroan, yaitu PT Edura Cipta Gemilang (ECG). Badan usaha tersebut mendukung pemenuhan berbagai kebutuhan usaha universitas melalui mekanisme produksi atau maklon.

Rektor UNJ, Prof. Komarudin, juga menjelaskan bahwa pengelolaan aset menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan usaha. Sejumlah aset potensial yang dapat dikembangkan antara lain aula serbaguna, ruang usaha dan perkantoran, kantin, serta berbagai area dan fasilitas lainnya.

Menurutnya, pengembangan usaha perguruan tinggi tidak terlepas dari tantangan tata kelola, terutama karena aktivitas usaha berkaitan dengan berbagai unit kerja di lingkungan universitas.

“Tantangan terbesar dalam pengembangan usaha adalah tata kelola. Karena itu, sinergi dan kolaborasi antarsatuan kerja menjadi kunci agar usaha tetap selaras dengan tujuan universitas,” ujar Prof. Komaruddin.

Ia menambahkan, pengalaman UNJ dalam mengembangkan usaha juga diperoleh melalui proses benchmarking ke berbagai perguruan tinggi. Praktik baik yang diperoleh kemudian disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik UNJ.

Sementara itu, Rektor Universitas Siliwangi, Prof. Aripin, menyampaikan bahwa kunjungan benchmarking tersebut dilakukan untuk memperoleh formula dan metode yang tepat dalam mengembangkan usaha perguruan tinggi. Menurutnya, pengalaman perguruan tinggi lain menjadi referensi penting bagi Unsil yang saat ini masih terus membangun pola pengembangan usaha setelah menjalani kurang lebih dua tahun sebagai Badan Layanan Umum (BLU).

“Kami ingin mengetahui formula dan metode pengembangan usaha yang tepat. Jika formulanya sudah ditemukan dan dipahami, proses implementasinya akan lebih mudah,” ungkapnya.

Unsil sebelumnya telah melakukan benchmarking ke sejumlah perguruan tinggi sebagai bagian dari proses pembelajaran dan perbandingan model pengelolaan usaha. Saat ini, Unsil masih membutuhkan penguatan kapasitas dan pengalaman di bidang bisnis serta belum membentuk perusahaan sebagai wadah pengembangan usaha.

Salah satu pendekatan yang tengah dilakukan adalah mengoptimalkan aset yang dimiliki. Unsil telah menyusun rencana bisnis sebagai bagian dari perencanaan jangka pendek, dengan sejumlah aset potensial seperti asrama berkapasitas sekitar 90 orang dalam 40 kamar serta fasilitas lapangan tenis.

Melalui benchmarking ke UNJ, Unsil berharap memperoleh gambaran yang lebih konkret mengenai aspek teknis, tata kelola, serta strategi pengembangan usaha yang dapat diadaptasi sesuai dengan kondisi dan sarana prasarana yang dimiliki.

Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya kedua perguruan tinggi untuk saling berbagi praktik baik dalam pengelolaan usaha dan aset. Bagi UNJ, pengalaman tersebut sekaligus memperkuat komitmen untuk terus mengembangkan ekosistem usaha melalui tata kelola yang terintegrasi dan kolaboratif.

Melalui kegiatan benchmarking ini, UNJ dan Universitas Siliwangi diharapkan dapat memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan usaha perguruan tinggi. Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk mendorong optimalisasi aset, penguatan tata kelola, serta pengembangan sumber pendapatan yang mendukung keberlanjutan dan pencapaian tujuan institusi.