Jakarta, Humas UNJ — Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali mencatatkan capaian membanggakan di tingkat internasional. Setelah pada Oktober 2025 lalu berhasil masuk dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) World University Rankings (WUR) 2026 dengan posisi 1500+ dunia, kini UNJ kembali menorehkan prestasi gemilang dengan berhasil masuk dalam QS Asia University Rankings (AUR) 2026.
Dalam pemeringkatan yang diumumkan secara resmi oleh Quacquarelli Symonds (QS) pada awal November 2025 ini, UNJ berhasil menempati posisi 951–1000 di Asia, dari total 1.529 perguruan tinggi yang dinilai dari 25 negara di kawasan Asia. Capaian ini menandai langkah signifikan UNJ dalam memperkuat reputasi dan eksistensinya sebagai universitas bereputasi kelas dunia.
QS AUR dikenal sebagai salah satu lembaga pemeringkatan paling bergengsi di dunia yang menggunakan metodologi penilaian komprehensif. Penilaian dilakukan berdasarkan 4 variabel utama dengan 11 indikator, yaitu:
A. Research and Discovery:
- Academic Reputation
- Citation per Paper
- Papers per Faculty
B. Employabality and Outcomes:
- Employer Reputation
C. Learning Experience:
- Faculty Student Ratio
- Staff with PhD
D. Global Engagement:
- International Research Network
- Inbound Exchange Students
- International Faculty
- International Students
- Outbound Exchange Students
Pada kesempatan ini, Prof. Komarudin selaku Rektor UNJ menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian tersebut.
“Masuknya UNJ dalam QS Asia University Rankings 2026 merupakan bukti nyata dari kerja keras seluruh sivitas akademika. Kami terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas riset, pembelajaran, dan kolaborasi internasional agar UNJ semakin dikenal sebagai kampus unggul di tingkat global,” ujar Prof. Komarudin.
Sementara itu, Prof. Fahrurrozi, Wakil Rektor UNJ Bidang Riset, Inovasi, dan Sistem Informasi, menambahkan bahwa capaian ini tidak lepas dari strategi penguatan ekosistem riset dan kolaborasi internasional yang konsisten dijalankan UNJ dalam beberapa tahun terakhir.
“UNJ terus mendorong peningkatan publikasi bereputasi, pengembangan jejaring riset global, dan pertukaran mahasiswa maupun dosen dengan universitas luar negeri. Hasil ini menunjukkan bahwa arah kebijakan riset dan inovasi UNJ berada di jalur yang tepat,” tutur Prof. Fahrurrozi.
Dengan keberhasilan ini, UNJ menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi universitas bereputasi global berbasis riset dan inovasi, sekaligus memperkuat kontribusi nyata bagi pembangunan pendidikan tinggi di Indonesia dan dunia.