UNJ-UiTM: Sinergi Dua Negara untuk Kepemimpinan Global

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Dorong Generasi Muda Kritis terhadap HAM…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

UNJ Gelar Program Pengembangan Karakter bagi Mahasiswa Mappi

UNJ Lantik Kepala Bagian dan Kepala Subbagian Labschool Periode 2026–2030

Fragmen Suara Abadi, Resital Mahasiswa Pendidikan Musik FBS UNJ

UNJ Jajaki Kerja Sama Internasional dengan Royal Thai Army untuk Pengembangan SDM

Dua Mahasiswi UNJ Berhasil Taklukkan Puncak Gokyo Ri Nepal

Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sukses menggelar diskusi kolaborasi bertajuk “The Leadership Literacy Program LEAD 2024: Malaysia-Indonesia Nextgen Leadership Vanguard” bersama Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Acara yang berlangsung di Gedung M. Syafe’i, lantai 6 pada 10 Januari 2025 ini dihadiri oleh Direktur Kemahasiswaan dan Alumni, Sekretaris Kantor Urusan Internasional, Kepala Bidang Pengembangan Karakter, Subdirektorat Bakat, Penalaran, dan Prestasi, para staf ahli bidang internasionalisasi, akademik, dan kemahasiswaan UNJ, serta delegasi Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia.

Diskusi ini dipimpin oleh moderator Burhan Basyirudin, M.Pd., dan menghadirkan dua narasumber utama, yakni Dr. Taryudi, M.T., Ph.D., dari UNJ dan Cik Eisya Nabila Binti Mohd Suthikman, Presiden College Representative Committee (JPK) Kolej Melati, UiTM.

Dalam pemaparan pertama, Dr. Taryudi membahas pentingnya kepemimpinan dalam pengembangan ekosistem pendidikan tinggi. Ia menyoroti reformasi kurikulum UNJ, adopsi platform e-learning, dan penerapan sistem manajemen informasi mahasiswa serta keuangan yang transparan. Menurutnya, kepemimpinan tidak hanya soal jabatan, tetapi juga refleksi diri, pemanfaatan peluang, dan menjadi teladan yang baik. “Kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan adalah kunci dalam memajukan ekosistem pendidikan tinggi,” ujar Dr. Taryudi.

Bazuri A., M.Pd., melanjutkan diskusi dengan membahas sistem kepemimpinan mahasiswa dan pengembangan prestasi di bidangnya.

Dari pihak UiTM, Cik Eisya Nabila memperkenalkan Kolej Melati, salah satu asrama di UiTM yang mendukung 3.460 mahasiswa. Ia memaparkan berbagai program unggulan Kolej Melati, mulai dari Global Summit, program CSR, hingga Eco Melati yang menekankan keberlanjutan. Ia juga menyampaikan kekaguman terhadap kepemimpinan Soekarno, yang menginspirasi mereka untuk mempelajari lebih dalam tentang kepemimpinan di Indonesia, khususnya di UNJ. “Kami terinspirasi oleh buku Top 100 Leaders in the World dan ingin memahami perbedaan kepemimpinan di Malaysia dan Indonesia,” ujar Cik Eisya.

Dr. Yasep Setiakarnawijaya, SKM., M.Kes., Direktur Kemahasiswaan dan Alumni UNJ, saat ditemui langsung menyampaikan apresiasinya terhadap semangat mahasiswa UiTM yang secara mandiri membiayai kunjungan internasional mereka. “Kegiatan ini sangat inspiratif. Saya berharap mahasiswa UNJ juga terdorong untuk terlibat dalam kegiatan internasionalisasi, sehingga visi UNJ menjadi World Class University dapat terwujud,” ungkapnya.

Diskusi kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk mempererat hubungan antara UNJ dan UiTM, sekaligus memperkaya wawasan mahasiswa kedua universitas tentang kepemimpinan di tingkat global. Program ini tidak hanya memupuk kerja sama lintas negara, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk berkontribusi aktif dalam membangun masa depan yang lebih baik.