Wamenkum RI Apresiasi Kejuaraan Tenis Profesor Nasional 2025 yang Digelar di UNJ

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Tingkatkan Strategi Bisnis Global, FEB UNJ…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Perkuat Mutu dan Daya Saing Global, UNJ Pertahankan Status Akreditasi Unggul hingga 2027

Trilogi Pesan Rektor UNJ Saat Pelantikan OPMAWA dan ORMAWA

Perkuat Daya Saing Lulusan, FIKK UNJ Gelar Pendampingan Penyusunan Skema Sertifikasi Profesi

UNJ dan BRI Resmikan Kantor Layanan di Kampus serta Serah Terima CSR untuk Dukung Mobilitas Sivitas Akademika

UNJ Perkuat Kompetensi Dosen PPG melalui Pelatihan PEKERTI

Jakarta, Humas UNJ — Wakil Menteri Hukum Republik Indonesia (Wamenkum RI), Prof. Edward Omar Sharif Hiariej, memberikan apresiasi atas pelaksanaan Kejuaraan Tenis Profesor Nasional Tahun 2025 yang diselenggarakan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Ia menilai suasana pertandingan berlangsung hangat, menjunjung tinggi sportivitas, dan tetap menjaga tali silaturahmi antar peserta.

Prof. Edward berharap Kejuaraan Tenis Profesor berikutnya yang akan digelar Desember 2025 di UNY dan tahun 2026 di UNDIKSHA, dapat terlaksana dengan baik dan tetap mengedepankan semangat kebersamaan.

Meski mengalami kekalahan saat bertanding melawan pasangan Prof. Abdul Alim dan Prof. Hari Yulianto dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Prof. Edward tetap menunjukkan semangat positif. “Saya harus kalah dari mantan atlet PON,” ujarnya sambil tersenyum.

Ia juga mengapresiasi kehadiran para atlet yang kini berkiprah sebagai pengajar di perguruan tinggi. “Saya berharap para atlet yang menjadi dosen dapat segera meraih gelar profesor dan turut mengembangkan ATPI ke depannya,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Edward turut membagikan pengalamannya dalam menjaga kebugaran fisik agar tetap dapat bermain tenis dengan baik. Salah satu rutinitas yang ia lakukan adalah olahraga lari setiap pagi.

Menurutnya, turnamen tenis antar profesor ini memiliki nilai lebih dalam mempererat hubungan antar akademisi. “Kita berkumpul, bercanda, dan menghilangkan stres lewat olahraga tenis,” pungkasnya.