Wisudawan UNJ Bagikan Pengalaman Berharga dari Program MSIB

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Unila Kunjungi UNJ untuk Studi Banding…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Rektor dan Sivitas Akademika UNJ Rayakan 6 Tahun GOR UNJ Lewat Fun Futsal serta Buka Puasa Bersama

UNJ dan Telkomsel Jalin Kolaborasi Strategis untuk Perkuat Ekosistem Digital dan Generasi Emas AI Indonesia

KOP Cricket UNJ Raih Juara 2 pada Rektor Cup III Cricket Universitas Udayana 2026

Tingkatkan Capaian Target IKU 2026, UNJ Adakan Workshop Tata Kelola Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni

Anggaran KIP Kuliah Meningkat, UNJ Sambut Baik Komitmen Pemerintah Jaga Akses Pendidikan Tinggi

Jakarta, Humas UNJ — Menjelang peluncuran Program Magang Nasional pada 15 Oktober 2025 sebagai bagian dari Paket Ekonomi 8+4+5 yang digagas Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian atas arahan Presiden Prabowo Subianto, semangat pembelajaran berbasis dunia kerja semakin menguat di kalangan mahasiswa Indonesia. Program ini menyasar lulusan diploma dan sarjana yang telah menyelesaikan studi maksimal satu tahun terakhir.

Sebelum program tersebut hadir, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (yang kini bertransformasi menjadi Kementerian Pendidikan Tinggi dan Sains Teknologi) telah lebih dahulu meluncurkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yang di dalamnya terdapat skema Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB).

Program MSIB dirancang untuk mempercepat kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja melalui pengalaman langsung di industri. Magang Bersertifikat memungkinkan mahasiswa belajar di lapangan, sementara Studi Independen Bersertifikat memberikan pembelajaran berbasis tantangan industri. Diluncurkan pertama kali pada 22 Juni 2021, program ini mendapat sambutan positif dari mahasiswa di seluruh Indonesia, termasuk dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Tiga wisudawan UNJ membagikan pengalaman mereka selama mengikuti program MSIB: Diana Puspitasari (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Muhammad Teuku Luthfi Fazli (Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum), dan Zalfa Syauqina Azizah (Fakultas Psikologi).

Diana mengikuti program MSIB di dua perusahaan besar: PT Media Dokter Investama (Halodoc) pada Februari–Juni 2024 dan PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) pada September–Desember 2024.

“Ini dia program yang aku cari-cari!” ujar Diana dengan antusias. Ia mengaku sempat kesulitan menemukan tempat magang yang sesuai dengan minat dan bidang studinya, hingga akhirnya menemukan MSIB yang menurutnya terarah dan memiliki visi kuat.

Selama magang, Diana tidak hanya belajar tentang pekerjaan, tetapi juga diberi kesempatan untuk mengembangkan proyek inovasi. Salah satu proyeknya berhasil meraih juara dua dalam ajang Exploraidea 2.0 yang diselenggarakan PT ASSA.

“MSIB memberikan lebih dari sekadar uang saku. Ada bimbingan mentor, seminar pengembangan soft skill, dan sertifikat nasional yang sangat membantu saat melamar kerja,” jelasnya.

Diana juga menyambut baik kebijakan pemerintah terkait Magang Bergaji UMP. “Kalau sistem dan perusahaannya kredibel, program ini bisa jadi jembatan menuju pekerjaan impian,” tutupnya.

Luthfi mengikuti MSIB batch 5 di Sekretariat Jenderal DPR RI (Agustus–Desember 2023) dan batch 6 di Bisnis Indonesia Group (Januari–Juni 2024).

“Program MSIB sangat positif dan berdampak besar. Mahasiswa bisa belajar langsung di dunia industri dan memahami penerapan teori,” ujarnya.

Menurut Luthfi, MSIB membantunya mengasah keterampilan teknis, etika kerja, dan komunikasi lintas divisi. Ia juga menerima Bantuan Biaya Hidup (BBH) selama program berlangsung.

“Pengalaman ini menjadi nilai tambah saat melamar kerja. Bahkan, saya sempat ditawari kerja sama lanjutan oleh tempat magang,” ungkapnya.

Luthfi mendukung penuh kebijakan magang bergaji UMP. “Kompensasi bukan sekadar uang, tapi bentuk pengakuan profesional. Ini mendorong terciptanya lingkungan magang yang adil dan produktif,” tuturnya.

Zalfa mengikuti program magang di PT Bukit Makmur Mandiri Utama pada Februari–Juli 2024. Ia menilai MSIB sebagai peluang awal yang baik untuk memulai perjalanan karier. “Platform MSIB sangat membantu mahasiswa yang masih asing dengan dunia kerja,” ujarnya.

Zalfa merasa bersyukur ditempatkan di lingkungan yang suportif. “Kami difasilitasi makan siang, BPJS, dan mendapat dukungan dari Kemenristekdikti,” jelasnya.

Menurutnya, MSIB adalah program yang perlu dilanjutkan. “Mahasiswa jadi tahu apa yang mereka mau lakukan di dunia kerja. Pengalaman ini sangat membantu saya sebagai calon wisudawati UNJ untuk lebih siap melangkah ke karier profesional,” tutupnya.

Melalui kisah Diana, Luthfi, dan Zalfa, terlihat bahwa program MSIB bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi juga wahana pengembangan diri, profesionalisme, dan kesiapan karier. Program ini membuktikan bahwa pendidikan tinggi di Indonesia tengah bergerak menuju ekosistem yang lebih terintegrasi dengan dunia industri, mempersiapkan generasi muda yang tangguh, kreatif, dan siap bersaing secara global.