Jakarta, Humas UNJ — Dalam rangka mendorong terciptanya budaya transparansi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik yang partisipatif dan berkelanjutan, Komisi Informasi Pusat (KIP) bersama PT Murtila Promosindo menggelar Pameran Keterbukaan Informasi Publik 2025. Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Akses Informasi untuk Kemandirian Indonesia dan Berdaya Saing Global” dan diselenggarakan pada 14–16 Oktober 2025 di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta.
Pameran ini diikuti oleh berbagai instansi, termasuk Kementerian dan Lembaga Negara, Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Lembaga Non Struktural, Pemerintah Provinsi, Badan Usaha Milik Negara, Partai Politik, Komisi Informasi Provinsi, serta Perguruan Tinggi Negeri. Kegiatan tersebut menjadi ajang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat implementasi keterbukaan informasi publik di Indonesia, sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam membangun tata kelola pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan akuntabel.
Dalam kesempatan ini, Prof. Komarudin, selaku Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang didampingi oleh Nada Arina Romli selaku Sekretaris Kantor Humas dan Informasi Publik UNJ, turut hadir dan memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Kehadiran UNJ menegaskan komitmen institusi sebagai salah satu perguruan tinggi negeri yang aktif mengembangkan praktik keterbukaan informasi publik berbasis digital, sejalan dengan transformasi UNJ menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) yang adaptif terhadap kemajuan teknologi dan tuntutan akuntabilitas publik.

Pada kesempatan ini, Prof. Komarudin menyampaikan apresiasi kepada Komisi Informasi Pusat (KIP) atas terselenggaranya kegiatan ini serta menekankan pentingnya keterbukaan informasi sebagai pilar utama tata kelola perguruan tinggi modern.
“Saya ucapkan selamat dan sukses untuk Komisi Informasi Pusat (KIP) yang telah menyelenggarakan Pameran Keterbukaan Informasi Publik 2025 dengan sangat luar biasa dan meriah. Pameran ini menjadi wadah berbagi praktik baik antar lembaga publik, sekaligus memperkuat sinergi nasional dalam mewujudkan tata kelola informasi yang adaptif terhadap tantangan era digital dan globalisasi,” ujar Prof. Komarudin.
Lebih lanjut, Prof. Komarudin menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan sosial universitas kepada publik.
“UNJ berkomitmen untuk menghadirkan sistem informasi yang inklusif, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkeadilan. Prinsip keterbukaan harus menjadi budaya kerja yang melekat di setiap lini pelayanan, baik akademik maupun non-akademik,” tambahnya.
Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan, UNJ melalui Kantor Humas dan Informasi Publik terus memperkuat ekosistem keterbukaan informasi berbasis transformasi digital, peningkatan transparansi data, dan perluasan partisipasi masyarakat kampus. Hal ini juga sejalan dengan visi UNJ sebagai World Class University (WCU) yang menempatkan keterbukaan, integritas, dan kolaborasi sebagai nilai dasar dalam pengelolaan perguruan tinggi yang modern dan berdaya saing global.