Jakarta, Humas UNJ — Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menyelenggarakan ujian keterampilan olahraga bagi calon mahasiswa baru tahun akademik 2025. Ujian ini merupakan bagian dari proses seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PENMABA) Mandiri yang bertujuan untuk memastikan bahwa peserta memiliki kondisi fisik dan kesehatan yang memadai untuk mengikuti perkuliahan di bidang olahraga.
Pada tahun ini, jumlah peserta ujian keterampilan tercatat sebanyak 353 orang, menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 600 peserta. Menurut Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNJ, Kuswahyudi, penurunan jumlah peserta kemungkinan disebabkan oleh semakin banyaknya jalur seleksi yang tersedia, seperti UTBK dan jalur portofolio.
“Harapan kami dari ujian ini adalah dapat menjaring calon mahasiswa yang benar-benar layak secara fisik dan kesehatan. Karena melalui jalur portofolio, kami tidak bisa menilai langsung kondisi fisik peserta,” ujar Kuswahyudi.

Ujian keterampilan olahraga terdiri atas beberapa tahapan, yaitu:
- Pemeriksaan kesehatan, meliputi pengukuran tekanan darah, tinggi dan berat badan, postur tubuh, serta tes buta warna.
- Tes keterampilan motorik dasar, seperti lempar tangkap bola, lompatan vertikal (vertical jump), dan lari kelincahan (agility run), termasuk Elenoise agility.
- Tes kebugaran akhir, berupa bleep test yang dilaksanakan di Hall B.
Kuswahyudi menekankan bahwa kebugaran fisik merupakan modal utama bagi mahasiswa di bidang olahraga.

“Tes ini dirancang untuk mengukur sejauh mana kesiapan fisik peserta, karena hal tersebut sangat menentukan dalam proses perkuliahan nantinya,” tambahnya.
Salah satu peserta ujian, Nabila, mengungkapkan kesan positifnya mengikuti rangkaian seleksi. Meskipun mayoritas peserta adalah laki-laki, ia tetap merasa percaya diri dan termotivasi untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
“Awalnya sempat gugup karena pesertanya kebanyakan laki-laki, tapi saya anggap ini sebagai tantangan. Saya ingin membuktikan bahwa perempuan juga bisa unggul di bidang olahraga,” ujar Nabila dengan semangat.

Ia juga menyebutkan bahwa tes yang diberikan cukup menantang, terutama saat menjalani bleep test. Namun, pengalaman tersebut memberinya gambaran nyata tentang dunia perkuliahan olahraga.
“Yang penting kita jaga kondisi tubuh dan terus berlatih. Saya senang bisa ikut tes ini, semoga hasilnya terbaik,” tambahnya.
Ujian keterampilan dimulai sejak pukul 06.00 WIB, dan para peserta menunjukkan antusiasme tinggi meskipun jumlah peserta menurun dibandingkan tahun sebelumnya.“Semangat peserta masih sangat baik. Ini menunjukkan bahwa minat terhadap program studi olahraga tetap besar, meskipun jalur seleksi semakin beragam,” tutup Kuswahyudi.