UNJ dan Jakarta Taipei School Kolaborasi Promosikan Batik sebagai Warisan Budaya Indonesia Melalui Workshop Batik Indonesia Cultural Heritage

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Prodi PPKn UNJ Berkolaborasi dengan Undiksha…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Perkuat Link and Match, FPsi UNJ Gelar Employer Meeting untuk Siapkan Lulusan Psikologi Future Ready

Monitoring Awal Program EQUITY, UNJ Tegaskan Komitmen Akuntabilitas dan Dampak Internasional

Employer Meeting FEB UNJ 2026, Dorong Kolaborasi Kampus, Industri, dan Pemerintah untuk Siapkan Lulusan Tangguh dan Berkualitas

Prodi Pendidikan Masyarakat FIP UNJ Selenggarakan Konferensi Internasional, Pendidikan Era Digital Jadi Fokus Pembahasan

Reputasi Ilmu Sosial UNJ Menguat di THE WUR 2026, Tembus 12 Besar PTN Terbaik Nasional

Jakarta, Humas UNJ – Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni UNJ, menyelenggarakan workshop membatik bekerja sama dengan Jakarta Taipei School (JTS) pada Rabu, 19 Februari 2025, di Auditorium JTS. Kegiatan ini melibatkan 60 peserta didik dari jenjang kelas 5 dan 6, serta 7 dosen dan 10 mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa UNJ.

Menurut Leny Suryani, salah satu dosen pendamping, kegiatan ini dikoordinatori oleh Eko Hadi Prayitno, dosen Prodi Pendidikan Seni Rupa, dengan tujuan menyelenggarakan pelatihan membatik sekaligus membangun penghargaan terhadap seni membatik sebagai warisan budaya Indonesia.

“Kegiatan ini berupa workshop membatik yang menggabungkan dua teknik, yaitu membatik dengan teknik cap dan pewarnaan dengan menggunakan teknik lukis. Peserta diajak untuk mempelajari sejarah batik, teknik dasar membatik, serta praktik langsung membuat batik dengan kedua teknik tersebut,” ujar Leny Suryani.

Pada kesempatan itu, Kepala Sekolah JTS, Mr. Chang-Fu, menyampaikan apresiasinya yang tinggi terhadap kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada para peserta didik di JTS. “Meskipun sekolah ini adalah sekolah internasional, kami tetap harus memperkenalkan budaya Indonesia,” kata Mr. Chang-Fu.

Selain itu, Eko Hadi Prayitno menambahkan bahwa Jakarta Taipei School dipilih sebagai mitra dalam kegiatan ini karena JTS merupakan sekolah internasional yang memiliki minat dan komitmen besar terhadap budaya Indonesia.

Dirinya menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat memperkenalkan seni batik kepada peserta didik JTS, sehingga mereka dapat memahami dan menghargai warisan budaya Indonesia. “Selain itu, kerja sama ini juga menjadi langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih erat antara UNJ dan JTS dalam bidang seni dan budaya,” katanya.

Leny Suryani berharap melalui kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun kerja sama dan kolaborasi antara UNJ dan JTS agar dapat terus berlanjut dalam mendukung pelestarian budaya Indonesia. “Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa-siswi JTS tidak hanya memahami seni membatik, tetapi juga terinspirasi untuk melestarikan dan mengembangkannya di masa depan,” ungkapnya.