UNJ Perkenalkan Budaya Indonesia kepada Peserta Sea-Teacher Filipina

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. DISKUSI KERJA SAMA ANTARA UNJ DAN…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

BRI CoreLab Hadir di UNJ, Bahas Masa Depan Industri Media dan Kreator Digital

Peluang Karier Mahasiswa FIKK UNJ Jadi Fokus Diskusi BRI Goes To Campus

Tingkatkan Budaya Publikasi Ilmiah Mahasiswa, Prodi S2 MPT SPs UNJ Gelar Pengabdian kepada Masyarakat di STAI Nurul Iman Parung Bogor

Eurasia International Course FISH UNJ Bahas AI dan Masa Depan Pendidikan Berbasis Keterampilan

FIP UNJ Gelar Guest Lecture bersama National University Philippines

Jakarta, Humas UNJ – Pada Jumat, 21 Februari 2025, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengajak mahasiswa program Sea-Teacher asal Filipina yang sedang melakukan program magang mengajar di sekolah mitra UNJ untuk berkeliling Jakarta.

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini mengajak para mahasiswa mengunjungi beberapa tempat, seperti pusat kerajinan tangan khas budaya Indonesia di Jalan Waru, Jakarta Timur. Peserta juga berkunjung ke Monumen Nasional (Monas), pasar batik Thamrin City, dan Museum Sejarah Jakarta di Kota Tua.

Menurut Mutia Delina, Staf Ahli Bidang Urusan Kerja Sama Internasional kantor Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Bisnis, dalam program Sea-Teacher, para mahasiswa asal Filipina tersebut juga belajar bersama program studi terkait, mengembangkan pembelajaran, melakukan observasi sekolah, pembelajaran praktik, dan eksplorasi dalam rangka pengenalan budaya Indonesia.

“Harapan dari ekskursi ini adalah agar mereka dapat mengenal sejarah Batavia, Monas sebagai simbol Jakarta, dan mendapatkan suvenir tradisional di Thamrin City serta pusat suvenir UMKM di Jalan Waru. Selain itu, mereka juga dapat melepas kepenatan selama kegiatan dan membawa oleh-oleh khas Jakarta untuk keluarga mereka saat kembali ke Filipina,” ungkapnya.

Selain itu, menurut Gavin, salah seorang peserta Sea-Teacher yang mendapat kesempatan mengajar di Labschool Rawamangun, perjalanan ini memberikan kesan dan pengalaman yang menarik, terutama dalam kondisi budaya yang berbeda.

“Dalam perjalanan ini, saya tergabung dengan budaya baru dan menjadi bagian dari kumpulan orang dengan latar belakang yang berbeda. Bagi saya, ini adalah pengalaman yang sangat menarik,” ungkapnya.

Dirinya berharap mendapatkan lebih banyak pengetahuan mengenai Indonesia dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. “Saya ingin mempelajari lebih dalam tentang keragaman budaya Indonesia dan bagaimana setiap daerah memiliki keunikan tersendiri. Pengalaman ini sangat berharga bagi saya,” tambahnya.