Jakarta-Humas UNJ. Program Studi Pendidikan Teknik Mesin (PTM) Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (FT UNJ) sukses menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Triple Helix Pendidikan, Institusi, dan Industri untuk SDM Berdaya Saing” pada Selasa (15/7). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara akademisi, industri, dan institusi dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan era Industri 4.0.
Bertempat di Ruang Rapat FT UNJ, FGD ini dihadiri oleh berbagai mitra pendidikan seperti President University dan Politeknik Astra; mitra industri seperti GDVET (German Dual Vocational Education & Training), EKONID (Kamar Dagang dan Industri Jerman–Indonesia), PT Rakasa Teknologi; serta organisasi non-pemerintah Rumah Pembangunan Berkelanjutan. Hadir pula Koordinator Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Wakil Dekan III Fakultas Teknik UNJ, dan para dosen dari Prodi PTM.
Ketua Program Studi Pendidikan Teknik Mesin UNJ, Imam Mahir, menegaskan komitmen program studi dalam menyelaraskan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) dengan standar internasional. “Kami ingin mencetak lulusan yang kompeten, baik sebagai pendidik profesional maupun manajer pelatihan di sektor industri,” ujarnya.

Salah satu agenda utama dalam FGD ini adalah pemaparan Road Map PTM 2025–2030 yang mencakup strategi pengembangan kompetensi lulusan, riset terapan, hingga hilirisasi inovasi. Saat ini, Prodi PTM UNJ telah meraih akreditasi “Unggul” dari BAN-PT serta akreditasi internasional dari ASIIN Jerman, yang menjadi bukti kualitas pendidikan teknik dan vokasi berstandar global.
Dalam sesi pemaparan materi, Maulandiki Dani dari GDVET dan EKONID memperkenalkan program AdA International Basic, yaitu pelatihan Train the Trainer berstandar Jerman untuk membentuk pelatih vokasi yang kompeten. Sementara itu, Roy Faizal Prasetyanugraha dari PT Rakasa Teknologi menyatakan kesiapan perusahaannya untuk menjalin kolaborasi melalui metode pelatihan yang mendukung program technopreneur UNJ yang tersertifikasi. “Kami ingin bersama-sama membangun ekosistem digital inovatif yang siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
President University turut berbagi pengalaman melalui program FabLab Jababeka, yang berfokus pada peningkatan penelitian dan pengembangan komunitas di kawasan Jababeka. Program ini menyediakan solusi teknologi digital dan berkelanjutan bagi pelaku usaha kecil, menengah, dan besar, dengan target lulusan menjadi wirausahawan dan profesional. Sementara itu, Politeknik Astra menekankan pentingnya pendidikan vokasi berbasis kompetensi dengan standar Jerman yang relevan dengan kebutuhan industri. Di sisi lain, Rumah Pembangunan Berkelanjutan memaparkan inisiatif kampus berdampak melalui program Kosabangsa, Kedaireka, dan lainnya dalam menyelesaikan permasalahan masyarakat.
FGD ini menghasilkan sejumlah rekomendasi program kolaborasi strategis yang akan ditindaklanjuti melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara Fakultas Teknik UNJ dengan mitra industri dan institusi. Sinergi Triple Helix ini diharapkan menjadi akselerator inovasi dan peningkatan daya saing sumber daya manusia Indonesia di tingkat global.