Wujudkan Dakwah Intelektual dan Kepemimpinan Muda yang Transformatif, UNJ Fasilitasi Seminar Lokakarya Nasional yang Digelar AMKI dan ADPISI

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Pengumuman
  4. »
  5. UKT UNJ 2024 TIDAK NAIK

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Kawal Akreditasi Unggul, UNJ Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Institusi Berbasis Aturan Terbaru

Perkuat Jejaring Akademik Global, Dua Guru Besar UNJ Jadi Keynote Speaker Konferensi Internasional DCEST 2026 di Vietnam

Peringatan Nuzulul Qur’an Jadi Momentum Soft Launching Dies Natalis ke-62 dan Penyaluran Bantuan UKT Mahasiswa dari Rumah Amal UNJ

UNJ Luncurkan Innovation Challenge 2026 untuk Perkuat Ekosistem Inovasi Berdampak

Dukung Kemdiktisaintek, UNJ Jadi Lokasi Seleksi Cakepsek dan Cawakepsek SMA Unggul Garuda

Jakarta, Humas UNJ — Dalam rangka memperkuat peran masjid kampus serta menumbuhkan kepemimpinan muda yang berkarakter, Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI) dan Asosiasi Dosen Pendidikan Islam (ADPISI) menyelenggarakan Seminar Lokakarya Nasional bertajuk “Mewujudkan Dakwah Intelektual dan Kepemimpinan Muda yang Transformatif” pada Selasa, 15 Juli 2025. Seminar Lokakarya Nasional ini diselenggarakan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di Aula Bung Hatta, Kampus A UNJ, dan juga secara daring melalui platform Zoom.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain pimpinan di lingkungan UNJ, perwakilan pengurus PP AMKI, perwakilan pengurus ADPISI, dosen Pendidikan Agama Islam, perwakilan pengurus DKM Masjid Nurul Irfan UNJ, para takmir masjid kampus, mahasiswa dari 36 perguruan tinggi, mahasiswa berprestasi lintas fakultas UNJ, pengurus lembaga dakwah kampus UNJ, dan perwakilan AMKI Muda dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Umum PP AMKI, Ahmad Husen Lubis, menyampaikan apresiasi kepada Rektor UNJ dan tim atas sambutan serta fasilitas yang diberikan. Selain itu juga disampaikan bahwa visi AMKI adalah menjadikan masjid kampus sebagai pusat pendidikan karakter calon pemimpin bangsa, serta memperkuat peran strategisnya dalam pemberdayaan umat,” ujar Husen.

Sementara itu, Pembina ADPISI, Prof. Yedi Purwanto, menekankan pentingnya sinergi antara AMKI dan ADPISI sebagai fondasi strategis dalam membina generasi muda yang unggul dan bertakwa.

“UNJ adalah tempat lahirnya ADPISI pada tahun 2006. Ini bukan hanya institusi akademik, tetapi juga rumah bagi gerakan spiritual-pedagogis di Indonesia,” ungkapnya.

Lalu pada kesempatan ini juga, Rektor UNJ, Prof. Komarudin, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya dakwah dan pendidikan karakter melalui kolaborasi antara kampus dan masjid. Ia juga mengungkapkan rencana penyediaan ruang sekretariat bagi AMKI dan DKM UNJ di Gedung Pendidikan Karakter, serta mendorong pengembangan dakwah digital.

“Kami ingin setiap program berdampak nyata, menyentuh aspek spiritual dan sosial masyarakat, sejalan dengan tagline Kampus Berdampak,” tegasnya.

Seminar dilanjutkan dengan pemaparan materi dari tiga narasumber inspiratif, diantaranya: Paparan pertama disampaikan Waway Qodratullah selaku Ketua DPW ADPISI Jawa Barat. Ia membuka sesi dengan materi berjudul “Reclaiming Meaning: IRE as Intellectual Da’wah in the Age of Viral Narratives”. Ia mengajak peserta untuk berpikir kritis terhadap narasi populer yang berkembang di kalangan generasi muda, seperti bekerja sesuai passion, mengejar kebebasan finansial instan, dan menghindari proses panjang.

“Narasi viral bukanlah nilai yang vital. Kita perlu menghadirkan dakwah intelektual yang menuntun arah berpikir generasi muda secara jernih,” tegasnya.

Paparan kedua disampaikan oleh dari Ghazi Abdullah Muttaqin selaku Direktur Utama PT Madinah Al-Zahra Berkah Sukses dan mahasiswa semester 5 di Islamic University of Madinah. Ia menyampaikan materi berjudul “Grit & Growth Mindset: An Ingredient for Success”. Hafidz 20 juz sejak usia 14 tahun, Ghazi menekankan pentingnya ketekunan dan pola pikir bertumbuh dalam meraih kesuksesan.

“Grit adalah kombinasi antara passion dan ketabahan untuk terus melangkah. Dengan growth mindset, kita lebih siap menerima tantangan, belajar dari kesalahan, dan tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.

Paparan ketiga disampaikan oleh Muhammad Yani, mahasiswa Harvard University asal Cibaliung, Banten. Ia menginspirasi peserta dengan kisah perjuangannya menembus kampus bergengsi dunia meski berasal dari latar belakang sederhana.

“Yang membuat kita tak sampai ke tujuan bukan karena kita tak mampu, tetapi karena terlalu lama ragu untuk melangkah,” pungkasnya.

Pada sesi siang hingga sore, kegiatan dilanjutkan dengan sharing session oleh pengurus Rumah Amal yang membina masjid-masjid kampus dari berbagai universitas. Sesi ini menjadi forum pembelajaran bersama mengenai pengelolaan masjid yang berdampak di lingkungan kampus.

Selanjutnya, peserta dibagi ke dalam kelompok lintas perguruan tinggi yang terdiri dari AMKI Muda, mahasiswa berprestasi, dan Lembaga Dakwah Kampus. Mereka menyusun proposal program kerja kolaboratif yang diharapkan dapat diimplementasikan di masing-masing kampus sebagai tindak lanjut konkret dari semangat dakwah intelektual dan kepemimpinan transformatif.