Jakarta, Humas UNJ — Langgeng Safitri, lulusan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Jakarta (FIKK UNJ), yang berhasil meraih predikat wisudawan terbaik fakultas dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,87. Prestasi tersebut diumumkan dalam prosesi wisuda Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025 Gelombang Kedua di Sesi Pertama yang digelar di Gedung Olahraga UNJ pada Kamis, 27 Oktober 2025.
Di balik pencapaian akademiknya, Langgeng menyimpan kisah perjuangan yang menginspirasi. Ia sempat mengalami cedera lutut serius (Anterior Cruciate Ligament/ACL) saat aktif di dunia olahraga, yang memaksanya menjalani operasi dan menghentikan kariernya sebagai atlet.
“Setelah operasi, saya tidak bisa kembali ke dunia atlet. Tapi dari situ saya belajar banyak hal,” kenangnya.
Meski sempat terpuruk, Langgeng bangkit dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk membantu orang lain. Kini, ia bekerja di bidang terapi olahraga, sejalan dengan jurusan yang ia tekuni.
“Saya ingin orang-orang yang mengalami hal serupa bisa menjalani rehabilitasi lebih awal, supaya mereka punya kesempatan untuk pulih dan kembali beraktivitas,” ujarnya.
Ketertarikannya pada bidang olahraga dan kesehatan sejak awal membuat Langgeng memilih FIKK UNJ sebagai tempat menimba ilmu.
“Aku suka hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan dan olahraga. Jadi aku menyalurkan minatku di situ,” ungkapnya.

Skripsi yang ia susun pun berangkat dari pengalaman pribadinya, membahas cedera ACL dan faktor-faktor yang menyebabkan sebagian atlet tidak kembali berolahraga pasca rehabilitasi.
“Saya berharap hasil penelitian saya bisa membantu mereka yang mengalami trauma agar tetap semangat untuk kembali ke dunia olahraga,” katanya.
Ketika ditanya tentang rahasia tetap aktif dan berprestasi di tengah tantangan, Langgeng menjawab, “Kuncinya menikmati proses. Jalani semuanya dengan rasa senang, tanpa harus terbebani harus jadi yang terbaik.”
Di akhir wawancara, Langgeng mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT, serta terima kasih kepada kedua orang tua, keluarga, dan sahabat yang selalu mendukungnya. Ia juga menitipkan pesan kepada mahasiswa UNJ, “Tetap tabah sampai akhir, karena di depan selalu ada hal manis yang menunggu.”
Mahasiswi asal Karawang yang kini tinggal di kawasan Kayu Jati ini membuktikan bahwa setiap luka bisa menjadi jalan menuju kesembuhan, dan setiap kegagalan dapat melahirkan inspirasi baru bagi banyak orang.