Jakarta, Humas UNJ – Menjadi ibu sekaligus wirausahawan muda tidak menghalangi Helmi yang kerap disapa HC ( Helmy Chimon ) untuk menempuh pendidikan tinggi dan meraih prestasi akademik gemilang. Pada Wisuda Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025 Gelombang Kedua di Sesi Kedua Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Selasa (28/10/2025), Helmi dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dari Program Magister Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNJ, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4.00.
Dalam wisuda yang digelar di Gedung Olahraga UNJ, Jakarta Timur, Helmi membagikan kisah inspiratifnya. Ia mengungkapkan bahwa keputusannya melanjutkan studi di bidang pendidikan ekonomi didasari oleh latar belakang pendidikan sarjananya yang juga berasal dari FKIP Ekonomi.
“Saya sempat diterima di Teknologi Pendidikan karena saat itu Pendidikan Ekonomi belum dibuka. Tapi saya terus bertanya ke admin, dan ternyata rezeki saya memang di situ. Saya menjadi angkatan pertama di Program Magister Pendidikan Ekonomi dan Bisnis UNJ,” ujarnya.
Sejak usia sembilan tahun, Helmi telah memimpikan untuk berkuliah di UNJ. Ia mengenang masa kecilnya saat melihat foto kampus UNJ di koran milik ayahnya. “Saya bilang ke beliau, ‘Pak, saya pasti kuliah di sini.’ Beliau hanya menjawab, ‘Amin iya masa anakku ga bisa .’ Dan kini doa itu jadi kenyataan,” kenangnya.
Motivasi terbesar Helmi datang dari keinginannya menjadi panutan bagi anak-anak dan perempuan lainnya. “Saya ingin membuktikan bahwa berumah tangga bukan halangan untuk terus belajar. Kita bisa jadi versi terbaik dari diri kita masing-masing,” katanya.
Selama menempuh studi, Helmi menggabungkan teori akademik dengan pengalaman praktis sebagai wirausahawan. “Saya sempat mengajar, tapi karena kendala ekonomi, saya beralih ke dunia usaha. Jadi saya memahami praktik bisnis dari lapangan dan ingin menggabungkannya dengan teori,” jelasnya.
Meski meraih IPK sempurna, Helmi menepis anggapan bahwa pencapaiannya diraih dengan tekanan berat. Ia justru merasa didukung oleh lingkungan akademik yang positif. “Teman-teman di kelas seperti saudara, dan dosen-dosen sangat membantu. Bahkan Pak Kaprodi selalu sabar menjelaskan materi yang sulit,” tuturnya.
Namun, perjalanan akademiknya sempat diwarnai duka. “Setelah sidang tesis, orang tua saya yang merawat saya meninggal. Saya sampai menghubungi Pak Kaprodi dan bilang saya menyerah. Tapi beliau memotivasi saya untuk melanjutkan. Alhamdulillah saya bisa menyelesaikannya,” ujarnya haru.
Helmi dikenal disiplin dan tak pernah absen, bahkan saat sakit. “Saya pernah ikut kuliah daring di rumah sakit dalam keadaan diinfus. Saya tidak mau tertinggal,” katanya sambil tersenyum.
Tesisnya yang berjudul “Pengaruh Inkubasi Kewirausahaan, Literasi Keuangan, dan Literasi Digital terhadap Pengembangan UMKM di Provinsi Banten dengan mediasi kreativitas ” mengulas peran kreativitas pelaku usaha dalam keberhasilan UMKM. Melalui riset tersebut, Helmi berharap dapat berkontribusi pada penguatan ekonomi kreatif dan pendidikan kewirausahaan di Indonesia.
Ia juga membagikan tips sukses ala dirinya: “Datang kuliah lebih awal, selalu mencatat atau merekam arahan dosen, batasi pertemanan agar lebih fokus, sering ikut pameran UMKM, dan pastikan portofolio keuangan kalian bagus. Itu bukti kalian bisa menerapkan teori ke dunia nyata.”
Setelah lulus, Helmi berencana kembali ke dunia pendidikan sambil berwirausaha . “Saya ingin mengajar lagi. Dunia pendidikan adalah rumah saya,” ujarnya penuh semangat.
Bagi Helmi, predikat wisudawan terbaik bukan sekadar angka IPK, melainkan simbol dari keyakinan, doa, dan kerja keras tanpa henti. Ia menutup dengan pesan hangat:
“Jadilah versi terbaik dari diri sendiri. Jangan pernah merasa terlambat untuk belajar, karena ilmu selalu punya cara untuk kembali kepada orang yang sungguh-sungguh mencarinya.”
Helmi juga membagikan tips menghadapi rasa malas: “Saat rasa malas menghampiri maka Ingat impianmu karena Allah SWT , jika masih malas maka Ingat wajah lelah orang tuamu ketika tidur , jika masih malas maka Ingat kata -kata orang yang menghinamu,” ungkapnya.