Magister Manajemen Lingkungan SPs UNJ Gelar Webinar Series #2: Soroti Isu Krusial Perubahan Iklim untuk Dukung Percepatan SDGs

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Dukung Proyek Lingkungan Berkelanjutan, Peserta BSBI…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

UNJ Luncurkan Innovation Challenge 2026 untuk Perkuat Ekosistem Inovasi Berdampak

Dukung Kemdiktisaintek, UNJ Jadi Lokasi Seleksi Cakepsek dan Cawakepsek SMA Unggul Garuda

Perkuat Integritas dan Tata Kelola, UNJ Gelar Kosinyering Strategi Pemenuhan WBK/WBBM 2026

Wamen Diktisaintek Tinjau Pelaksanaan Seleksi Cakepsek dan Cawakepsek SMA Unggul Garuda di UNJ

FISH UNJ Jalin Kemitraan Strategis dengan NIDA Thailand untuk Perkuat Riset dan Mobilitas Internasional

Jakarta, Humas UNJ- Program Studi Magister Manajemen Lingkungan, Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (SPs UNJ), kembali menyelenggarakan Webinar Series #2 pada 8 November 2025, dengan tema “Manajemen Perubahan Iklim Berkelanjutan: Menyelamatkan Kehidupan melalui Mitigasi dan Adaptasi”. Kegiatan ini diikuti oleh akademisi, praktisi lingkungan, mahasiswa, serta perwakilan dari instansi pemerintah, swasta, dan komunitas pegiat lingkungan yang menunjukkan kepedulian tinggi terhadap isu perubahan iklim.

Webinar ini merupakan bagian dari komitmen Prodi Magister Manajemen Lingkungan SPs UNJ dalam mendukung percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Sebelumnya, program studi ini telah menggelar Webinar Series #1 mengenai manajemen penyehatan lingkungan berkelanjutan melalui konservasi, serta konferensi internasional bertajuk “Peran Manajemen Lingkungan dalam Membangun Masyarakat Perkotaan yang Tangguh melalui Transformasi Ekonomi Hijau yang Berkelanjutan” pada September lalu.

Dalam sambutannya, Direktur SPs UNJ, Prof. Dedi Purwana, menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata terhadap upaya mitigasi dan adaptasi dalam pembangunan berkelanjutan.

Penyelenggaraan webinar ini merupakan respons terhadap meningkatnya dampak perubahan iklim global dan kebutuhan akan solusi berbasis ilmu pengetahuan serta manajemen yang terintegrasi. Tujuan utama kegiatan ini adalah mendorong pemahaman dan penerapan strategi manajemen perubahan iklim yang efektif, komprehensif, dan berkelanjutan di tingkat nasional maupun daerah.

Diskusi dalam webinar berfokus pada dua pilar utama manajemen iklim, yaitu:

Mitigasi – melalui pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) dan peningkatan serapan karbon.

Adaptasi – melalui penyesuaian sistem alami dan sosial untuk menghadapi dampak perubahan iklim yang telah terjadi.

Narasumber pertama, Erick Teguh Primantoro, yang merupakan Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional dan Diplomasi Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (KLH RI), menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi perubahan iklim. Ia menyampaikan, “Keberlanjutan dalam manajemen iklim menuntut kolaborasi multipihak—pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat sipil. Implementasi solusi seperti transisi energi bersih dan pembangunan infrastruktur tahan iklim harus dipercepat dengan kerangka manajemen risiko yang kuat.”

Sementara itu, narasumber kedua, Prof. Achmad Husen, Guru Besar Prodi Magister Manajemen Lingkungan SPs UNJ, memberikan perspektif akademik mengenai pengelolaan perubahan iklim yang berkelanjutan.

Moderator webinar, Prof. Eliana Sari, yang juga merupakan Koordinator Program Studi Magister Manajemen Lingkungan SPs UNJ, menegaskan bahwa perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan krisis masa kini. Ia menyatakan, “Peran Prodi Magister Manajemen Lingkungan SPs UNJ adalah mencetak pemimpin yang mampu merumuskan dan mengeksekusi kebijakan berbasis bukti, yang menggabungkan mitigasi dan adaptasi secara seimbang. Kita memerlukan manajemen yang transformatif untuk menyelamatkan kehidupan di planet ini.”

Webinar ini diikuti oleh 204 peserta yang aktif berpartisipasi dari awal hingga akhir sesi. Terdapat empat sesi diskusi yang berhasil mengakomodasi 12 pertanyaan dari peserta, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap isu yang diangkat.