Jakarta, Humas UNJ – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Saif Alauddin Rafi atau biasa disapa Saif berhasil meraih predikat wisudawan terbaik dari Program Studi D4 Usaha Perjalanan Wisata Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) UNJ dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,69. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kerja keras, komitmen, dan dukungan keluarga mampu mengantarkan seseorang meraih prestasi terbaik.
Rafi maju bersama wisudawan terbaik lainnya dengan senyum sumringah, melangkah maju dan menerima kalung penghargaan dari Rektor Universitas negeri Jakarta, Prof. Komarudin, saat gelaran wisuda Tahun Akademik 2025/2026 pada Rabu, 15 April 2026, di GOR UNJ.
Rafi, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa Program Studi Usaha Perjalanan Wisata menekankan praktik langsung di lapangan. Sejak awal perkuliahan, mahasiswa didorong untuk aktif melakukan observasi mandiri serta terjun langsung ke dunia kerja di bidang pariwisata.
“Perjalanan kuliah terasa singkat, hanya tujuh semester, tetapi penuh tantangan. Ada fase di mana saya merasa tidak mampu, namun dukungan dari dosen, keluarga, dan teman membuat saya bisa melewati semuanya,” ungkapnya saat di wawancarai oleh tim Humas UNJ.
Menurut Rafi motivasi terbesarnya datang dari keluarga yang terus mendorongnya untuk melampaui batas diri. Selain itu, latar belakang orang tua yang telah lebih dulu berkecimpung di bidang pariwisata turut memengaruhi pilihannya.
Ketertarikannya pada dunia perjalanan, eksplorasi tempat baru, serta kemampuan berbahasa Inggris menjadi modal awal yang kemudian berkembang menjadi visi yang lebih besar.
“Saya ingin pariwisata Indonesia tidak hanya dikenal melalui Bali, tetapi juga daerah-daerah lain yang memiliki potensi besar atau hidden gem agar bisa dikenal dunia internasional,” ujarnya.
Tantangan terbesar yang dihadapi Rafi adalah proses adaptasi, mengingat ia tidak berasal dari latar belakang pendidikan pariwisata sebelumnya seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang pariwisata. Namun, dengan komitmen kuat dan konsistensi belajar, ia mampu mengejar ketertinggalan.
Menariknya, selama kuliah Rafi juga aktif bekerja sebagai freelance guide. Untuk menjaga keseimbangan antara kuliah dan pekerjaan, ia rutin berkonsultasi dengan dosen dan mengatur waktu secara disiplin.
“Kalau sudah berkomitmen, kita akan berusaha menjaga konsistensi. Tidak mudah, tapi bisa dijalani,” katanya.
Selama masa studi, Rafi aktif terlibat dalam berbagai kegiatan, termasuk riset desa wisata bersama dosen serta program pertukaran pelajar internasional ke Jerman melalui kolaborasi UNJ, Universitas Brawijaya, dan Universitas Leipzig.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan dalam hidupnya. Ia tidak hanya belajar budaya dan perspektif baru, tetapi juga berkesempatan memperkenalkan pariwisata Indonesia ke dunia internasional.
Selain itu, Rafi juga pernah meraih Juara 1 Lomba Pembuatan Tour Package, yang semakin menguatkan kompetensinya di bidang pariwisata.
Dalam skripsinya, Rafi mengangkat topik tentang manajemen operasional penanganan inbound tourism atau wisatawan asing di Indonesia. Penelitian ini menyoroti pentingnya pengelolaan perjalanan wisata yang terstruktur, mulai dari perencanaan hingga evaluasi.
Ia menilai sektor pariwisata memiliki potensi besar sebagai penyumbang devisa negara, sehingga perlu didukung dengan manajemen yang profesional.
“Harapannya, penelitian ini bisa menjadi referensi bagi pelaku pariwisata dalam meningkatkan kualitas layanan bagi wisatawan asing,” jelasnya.
Kesuksesan Rafi tidak lepas dari peran banyak pihak, mulai dari dosen pembimbing, tenaga kependidikan, hingga teman-teman yang menjadi “partner in duty” selama masa perkuliahan.
Namun, ia menegaskan bahwa keluarga tetap menjadi sumber kekuatan utama. Meski berasal dari keluarga sederhana dan bukan dari latar belakang pendidikan tinggi, orang tuanya selalu memberikan dukungan penuh.
“Saya ingin prestasi ini bisa menjadi kebanggaan dan mengangkat derajat orang tua saya,” ujarnya.
Kepada mahasiswa lainnya, Rafi berpesan untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan. Ia menekankan pentingnya keberanian untuk terus berproses dan melampaui batas diri.
“Kesempatan itu ada untuk semua orang, tapi hanya datang kepada mereka yang benar-benar berjuang, bukan sekadar ingin,” pesannya.
Ke depan, Rafi berencana melanjutkan studi ke jenjang magister agar dapat memperdalam keilmuannya dan terus berkontribusi dalam pengembangan pariwisata Indonesia.
Menutup kisahnya, ia mengutip pesan inspiratif yang selalu menjadi pegangannya: “There is no secret ingredient. It’s just you.” Sebuah pengingat bahwa keberhasilan sejatinya lahir dari usaha, komitmen, dan keberanian untuk terus melangkah, apa pun tantangannya.