Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terus memperkuat langkah internasionalisasi publikasi ilmiah sebagai bagian dari transformasi menuju perguruan tinggi bereputasi global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program EQUITY UNJ dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNJ yang menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Progress Pengajuan Scopus Jurnal Studi Al-Qur’an dan Jurnal Hayula pada Selasa, 26 Mei 2026, di Ruang Rapat Lantai 7 Gedung Ki Hajar Dewantara, Kampus A UNJ, Jakarta Timur. Kedua jurnal tersebut merupakan jurnal unggulan yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (Prodi PAI FISH) UNJ.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi berkelanjutan UNJ dalam mempercepat internasionalisasi jurnal ilmiah melalui peningkatan jumlah publikasi yang terindeks Scopus sebagai basis data sitasi internasional bereputasi. Melalui monitoring dan evaluasi yang terarah, UNJ berupaya memastikan setiap tahapan pengajuan berjalan sesuai standar internasional sekaligus mengidentifikasi tantangan dan peluang yang dapat meningkatkan peluang keberhasilan proses indeksasi.
Monev dihadiri oleh tim pengelola jurnal dari berbagai fakultas di lingkungan UNJ, antara lain perwakilan FISH, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), serta unsur LPPM UNJ. Kehadiran para pengelola jurnal lintas fakultas mencerminkan semangat kolaborasi dalam membangun ekosistem publikasi ilmiah yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing internasional.
Membuka kegiatan, Sekretaris LPPM UNJ, Raharjo, menegaskan bahwa kualitas jurnal ilmiah merupakan salah satu indikator penting dalam meningkatkan reputasi akademik universitas. Menurutnya, keberhasilan sebuah jurnal masuk ke dalam indeks Scopus tidak hanya menjadi capaian bagi pengelola jurnal, tetapi juga memberikan dampak strategis terhadap peningkatan kualitas penelitian, perluasan jejaring akademik internasional, serta penguatan visibilitas karya ilmiah sivitas akademika UNJ di tingkat global.
“Proses menuju indeksasi Scopus membutuhkan komitmen, konsistensi, dan sinergi dari seluruh pihak. Karena itu, monitoring dan evaluasi menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap tahapan pengajuan berjalan sesuai standar yang ditetapkan serta mampu memenuhi berbagai aspek penilaian internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua LPPM UNJ, Prof. Iwan Sugihartono, menekankan bahwa indeksasi Scopus merupakan bagian dari strategi besar internasionalisasi publikasi ilmiah UNJ. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah jurnal tidak hanya ditentukan oleh kualitas artikel yang diterbitkan, tetapi juga oleh tata kelola jurnal yang profesional, konsistensi penerbitan, kualitas dewan editor dan reviewer, serta kemampuan membangun jejaring akademik global.
Menurutnya, LPPM UNJ akan terus memberikan pendampingan dan penguatan kapasitas kepada seluruh pengelola jurnal agar mampu memenuhi standar internasional. Kegiatan monitoring dan evaluasi menjadi ruang strategis untuk berbagi pengalaman, memperkuat praktik baik, serta merumuskan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses pengajuan Scopus.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Inovasi, Hilirisasi, Sistem Informasi dan Pemeringkatan UNJ, RA Murti Kusuma W., menjelaskan bahwa percepatan indeksasi internasional jurnal-jurnal potensial di lingkungan UNJ merupakan bagian penting dari Program EQUITY UNJ. Program ini dirancang untuk memperkuat ekosistem akademik berstandar global melalui peningkatan kualitas riset, publikasi internasional, inovasi, serta penguatan reputasi kelembagaan di tingkat dunia.
“Melalui Program EQUITY, UNJ mendorong berbagai inisiatif strategis yang mendukung peningkatan daya saing global universitas, termasuk penguatan jurnal-jurnal ilmiah agar mampu menembus indeksasi internasional bereputasi seperti Scopus,” jelasnya.
Dalam sesi diskusi, tim pengelola Jurnal Studi Al-Qur’an dan Jurnal Hayula memaparkan perkembangan terkini terkait tata kelola jurnal, kualitas artikel, internasionalisasi editor dan reviewer, strategi peningkatan sitasi, serta berbagai upaya memperluas visibilitas jurnal pada tingkat internasional. Berbagai masukan konstruktif juga diberikan oleh peserta dan tim pendamping guna memperkuat kualitas substansi maupun manajemen jurnal agar semakin memenuhi standar global yang dipersyaratkan Scopus.
Melalui kegiatan ini, UNJ optimistis proses pengajuan kedua jurnal dapat berjalan lebih optimal dan menghasilkan capaian sesuai target. Keberhasilan indeksasi Jurnal Studi Al-Qur’an dan Jurnal Hayula diharapkan semakin memperkuat reputasi UNJ sebagai universitas yang unggul dalam penelitian, inovasi, dan publikasi ilmiah bereputasi internasional, sekaligus menjadi wujud nyata implementasi Program EQUITY UNJ dalam mendorong transformasi pendidikan tinggi Indonesia menuju daya saing global.