Jakarta, Humas UNJ – Peluang karier mahasiswa keolahragaan semakin terbuka dengan perkembangan dunia olahraga saat ini. Diskusi melalui kegiatan BRI Goes To Campus menghadirkan beragam pemateri mengupas berbagai peluang karier yang belum banyak diketahui dalam dunia olahraga dan memiliki peluang yang cukup baik ke depannya. Kegiatan ini terselenggara di Aula Gedung Olahraga UNJ pada 13 Mei 2025.
Dalam sambutannya Dekan FIKK UNJ, Prof. Nofi Marlina Siregar mengatakan bahwa mahasiswa keolahragaan dan kesehatan UNJ memiliki beragam bekal penting yang berguna mendukung peluang karier dalam dunia olahraga prestasi.
“Kami bertekat mencetak SDM sesuai kebutuhan stakeholder dalam dunia olahraga,” katanya.
Prof. Nofi menambahkan bahwa sejalan dengan itu kurikulum pembelajaran FIK UNJ juga telah mengacu pada Outcomes Based Education (OBE). Menurutnya perkembangan dunia olahraga sangat pesat harus didukung dengan kurikulum yang dapat mewadahi keahlian dari perkembangan dunia olahraga prestasi saat ini.
Dirinya berharap melalui diskusi pararel ini dapat menjadi bekal mahasiswa untuk mendalami tujuan karier yang dapat dicapai melalui paparan para narasumber yang ahli pada bidangnya masing-masing.

Sejalan dengan itu menurut Prof. Nofi bahwa mahasiswa FIKK perlu mengenal spesifikasi karier yang bisa didalami selagi belajar di FIKK UNJ.
“Dalam dunia olahraga ada yang namanya media officer, medical officer, local general coordinator, dan marketing officer,” katanya.
Prof. Nofi mengatakan beberapa mata kuliah juga sudah terafiliasi secara langsung dengan kebutuhan karier pada bidang tersebut.
“Ke depan kita juga akan menyisir dan mengkaji lebih jauh kurikulum untuk lebih disesuaikan dengan kebutuhan zaman dan tantangan serta kebutuhan stakeholder,” katanya.
Ia menambahkan bahwa Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan juga tengah mengupayakan pembukaan program studi Prodi S1 Ilmu Gizi, S1 Ilmu Fisioterapi, S2 Kepelatihan, serta S3 Ilmu Keolahragaan yang dapat bersinergi dengan karier yang ada dalam dunia olahraga saat ini.
Selain itu Mohammad Arief Prabowo selaku Branch Office Head BRI yang turut hadir dalam kegiatan ini mengatakan bahwa dalam olahraga seperti sepak bola memiliki putaran ekonomi yang menjanjikan. Menurutnya hal ini menjadi komitmen bank BRI dalam mendukung ekosistem sepak bola nasional melalui penyelenggaraan BRI Super League (liga satu nasional).
“Tentu hal ini juga mendukung promosi BRImo sebagai dengan target market yang besar,” katanya.
Meski demikian, Arief mengatakan bahwa yang terpenting dari keterlibatan BRI dalam liga sepak bola Indonesia adalah mendukung ekosistem sepak bola nasional.
“Melalui Super League kita berharap industri sepak bola terus tumbuh baik pemain, pelatih, official, fisioterapi, pelaku usaha UMKM, dan lain-lain yang mendukung agar terus tumbuh bersama,” katanya.
Arief menambahkan bahwa sepak bola masih menjadi olahraga rakyat baik di Indonesia maupun dunia. Menurut riset yang ada bahwa pelaksanaan BRI Super League telah memberi dampak ekonomi nyata dan peluang kerja lebih baik dalam dunia sepak bola mencapai 45.000 orang,” ungkapnya.
Ia berharap pelaksanaan BRI Goes To Campus dapat memberikan manfaat kepada mahasiswa dan peningkatan dalam dunia olahraga sepak bola ke depannya.
Direktur Operasional I Leage Asep Saputra sekaligus FIFA dan AFC Match Commisioner pada kesempatan itu menyebut kegiatan BRI Goes To Campus dilaksanakan dalam rangka mendekatkan diri dengan komunitas kampus. Menurutnya ide rkeatif maupun ruang inovasi dapat menjadi bagian dari potensi bagi industri olahraga ke depannya.
Dirinya mengatakan bahwa melalui bekal keilmuan yang ada di FIKK UNJ pada kegiatan ini diharapkan dapat bersama membangun olahraga sepak bola nasional.
“Sepak bola bukan sekedar olahraga tetapi merupakan bagian dari industri dan ada banyak peluang karier di dalamnya,” katanya.
Dirinya menambahkan bahwa FIKK UNJ memiliki kelebihan yaitu terkait pemahaman olahraga yang sangat berguna dalam karier pelaksanaan pelaksanaan olahraga nasional.
“Keahlian bisa saja beragam, tetapi peluang akan tetap ada dan harus diimbangi dengan keahlian dan pengalaman,” katanya.
Sementara itu Tauhid Indrasarief atau yang dikenal Bung Ferry Eks Ketua The Jak Mania mengatakan UNJ tidak kehilangan sosok terbaiknya.
“Asisten Pelatih Persija adalah alumni UNJ, Rahmat Darmawan Pelatih Persija juga dari alumni UNJ, serta Pelatih Fisik Agus Sugeng juga dari UNJ,” kenangnya.
Menurutnya UNJ memiliki pengalaman penting dalam dunia keolahragaan khususnya sepak bola.
Pada kesempatan yang sama, ia juga membagikan pengalaman dan pengetahuannya tentang dunia sepak bola khususnya yang terjadi di Jakarta dan Persija Jakarta. Menurutnya ada dinamika dan suka-duka dalam perjalanan club kebanggaan warga Jakarta serta tata kelola serta pemasukan Persija dalam hal finansial.
Ia juga menyebut tragedi Kanjuruhan menjadi momok mengerikan dalam sejarah sepak bola kita. Menurutnya atas dasar hal itu kepercayaan publik terhadap sepak bola menurun dan keterlibatan suporter berkurang drastis.
Ia membagikan hal ini sebagai pengalaman kepada seluruh peserta bahwa yang terpenting dalam pelaksanaan sepak bola adalah kemampuannya menciptakan atlet unggul dan prestasi serta persaudaraan.
Melalui kegiatan ini, UNJ berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan ekosistem olahraga nasional dalam membuka peluang karier yang lebih luas bagi mahasiswa. Diskusi BRI Goes To Campus diharapkan mampu memperkaya wawasan mahasiswa mengenai potensi profesi di bidang olahraga, sekaligus mendorong lahirnya sumber daya manusia yang adaptif, profesional, dan siap berkontribusi dalam pengembangan industri olahraga Indonesia.