BRI CoreLab Hadir di UNJ, Bahas Masa Depan Industri Media dan Kreator Digital

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Kiprah Prof. Setia Budi, Guru Besar…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Peluang Karier Mahasiswa FIKK UNJ Jadi Fokus Diskusi BRI Goes To Campus

Tingkatkan Budaya Publikasi Ilmiah Mahasiswa, Prodi S2 MPT SPs UNJ Gelar Pengabdian kepada Masyarakat di STAI Nurul Iman Parung Bogor

Eurasia International Course FISH UNJ Bahas AI dan Masa Depan Pendidikan Berbasis Keterampilan

FIP UNJ Gelar Guest Lecture bersama National University Philippines

Program Studi PPKN FISH UNJ Laksanakan Kolokium Internasional di Universiti Sains Malaysia

Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui Prodi Humas dan Komunikasi Digital Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) bekerja sama dengan Promedia Group menggelar kegiatan BRI CoreLab: Content Creator Laboratory pada Rabu, 13 Mei 2026 di Aula Bung Hatta, Kampus A UNJ. Kegiatan ini menghadirkan para praktisi industri media dan kreator digital untuk berbagi wawasan mengenai perkembangan industri media berkelanjutan dan peluang ekonomi kreatif di era digital.

Acara tersebut menghadirkan CEO Promedia Group Agus Sulistriyono, GM Media Network Promedia Group Agil Hari Santoso, serta Founder dan CEO Jakarta Terkini Network Miko Susilo sebagai pembicara. Sementara itu, keynote speaker disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Sumber Daya Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) UNJ, Aris Munandar yang mewakili Dekan FISH UNJ.

Dalam keynote speech bertema Peran Kampus dalam Membangun Kreator Digital yang Credible, Aris Munandar menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki integritas dan etika digital. Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah mengubah pola dunia kerja, di mana kreativitas, kemampuan membangun pengaruh, dan personal branding memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

“Kampus tidak hanya menjadi pusat transfer pengetahuan, tetapi juga harus menjadi ruang pembentukan karakter dan kompetensi digital generasi muda,” ujar Aris.

Ia menambahkan bahwa di tengah derasnya arus informasi digital, kredibilitas menjadi hal yang sangat penting. Karena itu, mahasiswa perlu dibekali kemampuan literasi digital, berpikir kritis, memverifikasi informasi, serta memahami etika dalam bermedia digital.

“Ketika kreativitas dipadukan dengan integritas, maka akan lahir kreator digital yang tidak hanya populer, tetapi juga dipercaya dan dihormati,” tutupnya.

Sementara itu, dalam sambutannya CEO Promedia Group, Agus Sulistriyono menyampaikan bahwa kegiatan Content Creator Laboratory telah diselenggarakan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan kini hadir di UNJ sebagai bagian dari upaya berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada mahasiswa terkait perkembangan industri kreator digital.

Ia menekankan bahwa kemampuan membuat konten saat ini bukan lagi sekadar aktivitas hiburan di media sosial, tetapi telah menjadi keterampilan penting di berbagai bidang pekerjaan.
“Keahlian membuat konten saat ini menjadi nilai tambah di dunia kerja. Bahkan dalam proses rekrutmen, media sosial seseorang dapat mencerminkan karakter dan kompetensinya,” ujar Agus.

Agus juga menjelaskan bahwa penyelenggaraan CoreLab tahun 2026 lebih menitikberatkan pada pengembangan konten di media sosial, mengingat setiap platform memiliki karakteristik dan algoritma yang berbeda. Selain membahas peluang industri kreator ekonomi, kegiatan ini juga menghadirkan praktisi yang berhasil berkembang dari seorang content creator menjadi pengusaha media digital.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi talkshow bersama tiga narasumber dari industri media digital. Pada sesi pertama, Agus Sulistriyono membawakan materi bertajuk “Content Creator, Influencer, & Personal Branding: Hobi, Tren, atau Profesi Masa Depan?”. Dalam paparannya, Agus menjelaskan bahwa profesi kreator digital kini memiliki peluang besar di industri kreatif dan dapat menjadi karier profesional yang menjanjikan apabila dikelola secara konsisten dan strategis.

Selanjutnya, GM Media Network Promedia Group, Agil Hari Santoso, membahas pentingnya riset menggunakan Search Engine Optimization (SEO) dalam pengembangan konten digital. Ia menjelaskan bahwa SEO merupakan metode agar konten lebih mudah ditemukan melalui mesin pencari dengan memanfaatkan kata kunci (keyword) yang tepat.

Sementara itu, Founder dan CEO Jakarta Terkini Network, Miko Susilo, berbagi pengalaman mengenai perjalanan membangun media digital “Jakarta Terkini”. Dalam sesi tersebut, ia menceritakan proses pengembangan konten hingga membangun sebuah media digital yang kini berkembang dan memiliki tim profesional.

Melalui kegiatan ini, UNJ bersama Promedia Group berharap mahasiswa dapat memahami peluang dan tantangan industri kreatif digital sekaligus membangun kapasitas sebagai kreator yang profesional, adaptif, dan bertanggung jawab di ruang digital.