Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menegaskan komitmennya dalam memperkuat transformasi kelembagaan menuju perguruan tinggi berdampak dan bereputasi global melalui Sidang Terbuka Pembukaan Dies Natalis ke-62 UNJ yang berlangsung di Aula Latif Hendraningrat, Kampus A UNJ pada Senin, 18 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi perjalanan panjang UNJ sekaligus penguatan arah strategis universitas pasca sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).
Sidang terbuka tersebut dihadiri Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Prof. Yassierli, yang turut memberikan orasi ilmiah, jajaran pimpinan perguruan tinggi, Majelis Wali Amanat, Senat Akademik, guru besar, dosen, mahasiswa, alumni, serta mitra strategis UNJ. Dalam pidatonya, Prof. Komarudin selaku Rektor UNJ yang dalam hal ini di wakilkan oleh Prof. Ifan Iskandar selaku Plh. Rektor dan juga Wakil Rektor UNJ Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni yang menegaskan bahwa Dies Natalis ke-62 mengusung tema “UNJ Berdampak dan Bereputasi Global” sebagai refleksi tekad universitas untuk terus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia melalui pendidikan, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Plh. Rektor menyampaikan bahwa pada usia ke-62 tahun, UNJ terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang semakin matang, adaptif, dan kompetitif. Transformasi menuju PTNBH menjadi fase penting dalam memperkuat tata kelola universitas, pengembangan sumber daya manusia, transformasi pembelajaran berbasis digital, penguatan sistem informasi, pengembangan inovasi, hingga diversifikasi sumber pendanaan universitas.

Dalam bidang akademik, kemahasiswaan, dan alumni, UNJ mencatat sejumlah capaian strategis. Jumlah pendaftar jalur SNBP, SNBT, dan Mandiri tahun 2025 meningkat signifikan sebesar 41,23 persen dibanding tahun sebelumnya, dari 116.574 menjadi 164.641 pendaftar. Selain itu, jumlah program studi terakreditasi internasional meningkat menjadi 50 program studi atau 41,67 persen dari total program studi yang ada. Sebanyak 63 program studi juga telah memperoleh predikat Unggul.
UNJ juga terus memperkuat digitalisasi pembelajaran melalui implementasi Sistem Informasi Kurikulum (SIKUR) dan Sistem Informasi RPS (SIRPS). Di bidang kemahasiswaan, mahasiswa UNJ berhasil meraih 114 prestasi tingkat internasional, nasional, dan wilayah. Sementara itu, UNJ menjadi perguruan tinggi dengan jumlah penerima Beasiswa KJMU tertinggi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan total 4.173 mahasiswa pada tahun 2025.
Pada bidang keuangan dan sumber daya, UNJ berhasil memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tahun 2025 serta meraih nilai “AA” untuk Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Penguatan tata kelola dilakukan melalui pengembangan berbagai sistem administrasi keuangan berbasis digital seperti SAKU+, SIRENA, dan SiNanda. Dalam penguatan SDM, UNJ menambah 27 guru besar sepanjang 2024–2025 sehingga total guru besar mencapai 139 orang.
Di bidang riset dan inovasi, UNJ terus memperkuat reputasi akademik di tingkat nasional dan internasional. UNJ berhasil masuk dalam berbagai pemeringkatan dunia seperti QS Asia University Rankings, Times Higher Education World University Rankings, QS Sustainability Rankings, UI GreenMetric, hingga Webometrics. Salah satu capaian penting adalah peringkat #351–400 dunia dan peringkat ke-4 nasional pada QS World University Rankings by Subject bidang Education serta peringkat terbaik ke-2 nasional pada THE WUR by Subject – Social Sciences 2026.
Selain itu, UNJ juga memperoleh berbagai penghargaan nasional di bidang riset dan inovasi, termasuk penghargaan Anugerah Sains dan Teknologi Diktisaintek 2025 serta predikat “Informatif” pada Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025. Dalam bidang kerja sama, capaian IKU kerja sama UNJ mencapai 2,91 persen, melampaui target kementerian maupun universitas. Implementasi kerja sama internasional juga meningkat signifikan melalui kolaborasi dengan berbagai institusi pemerintah, perguruan tinggi, dan industri dari berbagai negara.
Ke depan, UNJ akan terus mempercepat transformasi digital pembelajaran melalui pengembangan HyFlex Learning dan Massive Open Online Course (MOOC), penguatan green campus ramah disabilitas, hilirisasi inovasi, serta integrasi sistem tata kelola digital terpadu. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan UNJ sebagai perguruan tinggi modern yang profesional, berdampak, dan berdaya saing global.
Sementara itu, Dekan FMIPA UNJ sekaligus penanggung jawab Dies Natalis ke-62, Hadi Nasbey, menyampaikan bahwa rangkaian Dies Natalis tahun ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga ruang penguatan kolaborasi, inovasi, dan kebersamaan sivitas akademika dalam mendukung visi UNJ sebagai kampus berdampak dan bereputasi global.