Dosen SPs UNJ Perkuat Reputasi Global dan Dukung SDGs melalui Pengabdian Internasional Berbasis Green Education di Malaysia

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. SPs UNJ Integrasikan Nilai Bela Negara…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Prodi D4 MPLM FT, S2 PL, S2 ML, dan S3 PKLH SPs UNJ Bangun Jejaring Global Berbasis SDGs bersama MUST Malaysia

FT UNJ dan PT. Sefas Pelindotama selenggarakan Kuliah Umum dan Career Coaching “SEFAS Goes to Campus”

Dosen FT UNJ Perkuat Kolaborasi Internasional dan Dukung SDGs melalui Pemanfaatan Jilbab Bekas Menjadi Produk Kreatif di Malaysia

UNJ Raih Penghargaan Bergengsi dari KONI Pusat pada Rakernas 2026, Perkuat Posisi sebagai Kampus Rujukan Ilmu Keolahragaan Nasional

UNJ Sosialisasikan POS AP dan Layanan Digital Checklist Penyusunan Peraturan dan Keputusan

Selangor, Humas UNJ —  Tim dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (SPs UNJ) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring akademik internasional melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skema luar negeri di Ma’had Tahfiz Vokasional Instaqim pada 20 Mei 2026. Kegiatan PkM internasional yang didukung pendanaannya oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNJ ini mengusung tema “Penguatan Pendidikan Vokasional Hijau dan Pembentukan Karakter Remaja Berbasis Asrama melalui Kolaborasi Indonesia–Malaysia”. Program tersebut dipimpin oleh Prof. Henita Rahmayanti bersama tim dosen SPs UNJ dan mitra pendidikan setempat sebagai bagian dari upaya penguatan pendidikan berkelanjutan, pengembangan keterampilan vokasional hijau, serta pembangunan karakter generasi muda di tingkat internasional.

Program ini menghadirkan pelatihan pembuatan lampion berbahan bambu sebagai media pendidikan vokasional hijau yang mengintegrasikan kreativitas, keterampilan, dan kepedulian lingkungan. Para peserta diajak memanfaatkan material alami dan ramah lingkungan menjadi produk kreatif bernilai estetis sekaligus memiliki potensi ekonomi. Melalui pendekatan praktik langsung, peserta memperoleh pengalaman mulai dari proses perancangan, pemotongan, perakitan, hingga dekorasi lampion bambu.

Kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi komitmen UNJ dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4, yaitu Quality Education atau pendidikan berkualitas, melalui penguatan pendidikan vokasional berbasis keterampilan dan karakter. Selain itu, program ini juga mendukung tujuan ke-12, Responsible Consumption and Production, dengan mendorong pemanfaatan bahan alami dan berkelanjutan melalui praktik produksi kreatif ramah lingkungan.

Selain berorientasi pada penguatan keterampilan vokasional, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun karakter remaja berbasis asrama. Nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian penting dalam seluruh rangkaian kegiatan. Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme, terlihat dari keterlibatan aktif peserta dalam setiap sesi praktik maupun diskusi.

Ketua LPPM UNJ, Prof. Iwan Sugihartono, menyampaikan bahwa kegiatan internasional ini merupakan bagian dari komitmen UNJ dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial dan lingkungan di tingkat global. Menurutnya, kolaborasi antara Indonesia dan Malaysia dalam bidang pendidikan vokasional dan lingkungan menjadi langkah strategis untuk membangun generasi muda yang memiliki keterampilan adaptif sekaligus kesadaran ekologis.

Sementara itu, Prof. Henita Rahmayanti menjelaskan bahwa pemanfaatan bambu sebagai bahan utama pelatihan memiliki nilai edukatif sekaligus ekologis.

“Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan keterampilan membuat lampion, tetapi juga sarana membangun pola pikir hijau dan karakter positif remaja. Kami berharap peserta dapat membawa nilai-nilai keberlanjutan, kreativitas, dan kolaborasi dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Prof. Henita Rahmayanti yang juga Koordinator Program Studi S2 Pendidikan Lingkungan dan S3 Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup, SPs UNJ.

Kegiatan ditutup dengan sesi apresiasi dan pameran hasil karya lampion bambu peserta sebagai simbol kreativitas, keberlanjutan, dan penguatan kolaborasi pendidikan Indonesia–Malaysia.