Dosen FT UNJ Perkuat Kolaborasi Internasional dan Dukung SDGs melalui Pemanfaatan Jilbab Bekas Menjadi Produk Kreatif di Malaysia

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Referensi Daftar Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Perkuat Kesiapsiagaan, Literasi Logistik, dan Daya Saing UMKM, Prodi MPLM FT UNJ Gelar Pengabdian Berdampak di Jonggol

Perkuat Kontribusi Alumni bagi Ibu Kota, PP IKA UNJ Jajaki Kemitraan Strategis dengan Pemprov DKI Jakarta

Perkuat Literasi Data Digital Mahasiswa, Prodi Ilkom FISH UNJ Gandeng Ivosights Bahas Social Listening dan Emotion Analysis

FEB UNJ Gelar Workshop Ekoeduwisata untuk Perkuat Daya Saing Kampung Wisata Jatinegara Kaum

Buktikan Daya Saing Akademik, Mahasiswa Prodi Fisika FMIPA UNJ Raih Medali Perak pada ONMIPA-PT 2026

Malaysia, Humas UNJ — Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Unggulan Skema Internasional yang dilaksanakan oleh tim dosen Fakultas Teknik (FT) UNJ bersama Fatayat NU Malaysia pada 21 Mei 2026. Kegiatan yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNJ tersebut mengusung tema pemanfaatan jilbab yang sudah tidak digunakan menjadi hiasan tas fungsional dan bernilai estetis.

Program ini dipimpin oleh Prof. Wesnina bersama tim dosen FT UNJ, yaitu Prof. Henita Rahmayanti, Nurul Hilmiyah, dan Mira Munirah. Melalui pendekatan kreatif berbasis pemberdayaan perempuan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengurangan limbah tekstil sekaligus memperpanjang usia material melalui inovasi produk ramah lingkungan.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diajak mengolah jilbab bekas menjadi berbagai bentuk aksesori dan hiasan tas dengan teknik sederhana namun tetap memiliki nilai fungsi, estetika, dan potensi ekonomi kreatif. Produk yang dihasilkan menunjukkan bahwa material tekstil yang selama ini dianggap tidak terpakai masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk baru yang menarik, bernilai guna, dan memiliki peluang usaha berkelanjutan.

Prof. Wesnina menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gaya hidup berkelanjutan melalui pemanfaatan ulang material tekstil. Menurutnya, kreativitas komunitas perempuan memiliki peran penting dalam mengurangi limbah rumah tangga sekaligus menciptakan peluang ekonomi berbasis lingkungan.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperpanjang usia material tekstil agar tidak langsung menjadi limbah. Melalui kreativitas, jilbab yang tidak digunakan dapat diolah kembali menjadi produk aksesori yang memiliki nilai estetika, fungsi, dan nilai ekonomi,” ujar Prof. Wesnina.

Sementara itu, Ketua LPPM UNJ, Prof. Iwan Sugihartono, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata penguatan kolaborasi internasional antara UNJ dan komunitas perempuan Indonesia di Malaysia dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif berkelanjutan. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghadirkan inovasi sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat global.

Program PkM internasional ini juga mendukung implementasi SDGs, khususnya SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDGs 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan keterampilan kreatif berbasis pemanfaatan tekstil bekas sekaligus membuka peluang usaha kecil yang berkelanjutan di lingkungan komunitas perempuan Indonesia di Malaysia.