Perkuat Branding Produk Lokal, Dosen FIP dan FEB UNJ Dampingi UMKM Betawi Beradaptasi di Era Digital

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ Jajaki Kerja sama Dengan Istanbul…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

FIKK UNJ Gandeng PT Active Flow, Perkuat Talenta Sport Recovery dan Wellness Industry Indonesia

UNJ Siapkan JDIH Terintegrasi untuk Wujudkan Regulasi Kampus yang Transparan dan Akuntabel

UNJ Buka Penerimaan Mahasiswa Baru 2026, Sediakan 9 Jalur Seleksi Mandiri

BP3 UNJ Sukses Dampingi Penguatan SDM Dosen Unhan RI melalui ToT PEKERTI-AA

UNJ Bangun Kolaborasi Pendidikan Global di Forum Indonesia–Australia TNE CONNECT 2026

Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang berdampak bagi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan berbasis kebutuhan riil. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan “ Pelatihan Pendampingan Packaging dan Digital Marketing bagi UMKM Oleh-Oleh Khas Betawi ” yang diselenggarakan oleh dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNJ bekerja sama dengan dosen Prodi Pemasaran Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNJ pada 26 Mei 2026 di Hotel Naraya UNJ, Rawamangun, Jakarta Timur.

Kegiatan ini diikuti oleh 21 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang kuliner, camilan, dan kerajinan khas Betawi. Pelatihan dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam mengembangkan kemasan produk yang lebih kompetitif sekaligus memperkuat strategi pemasaran digital guna memperluas jangkauan pasar di era ekonomi digital.

Pada kesempatan ini, Daddy Darmawan selaku perwakilan dari Koordinator Program Studi Pendidikan Masyarakat FIP UNJ, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk hadir di tengah masyarakat melalui transfer pengetahuan dan pendampingan yang berkelanjutan.

“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat. Melalui kolaborasi lintas program studi ini, UNJ ingin memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus menjaga eksistensi budaya Betawi melalui pengembangan usaha yang inovatif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Fajar Kurniawan, pendiri brand oleh-oleh khas Betawi Mpok Mumun, yang berbagi pengalaman mengenai perjalanan bisnisnya. Ia menekankan pentingnya legalitas usaha, sertifikasi produk, serta perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) sebagai modal utama untuk memperkuat posisi UMKM di tengah persaingan pasar yang semakin dinamis.

Pada sesi pertama, peserta memperoleh materi bertajuk “Kemasan Berdaya” yang disampaikan oleh Asma Syifa Nabihah selaku dosen Prodi Pendidikan Masyarakat FIP UNJ. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa kemasan tidak lagi sekadar berfungsi sebagai pelindung produk, tetapi juga menjadi identitas merek, sarana komunikasi, dan strategi pemasaran yang mampu meningkatkan nilai tambah produk.

Peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya aspek visual, fungsionalitas, dan estetika dalam desain kemasan. Selain itu, mereka juga mendapatkan pelatihan praktis terkait penyusunan label gizi, pengurusan legalitas produk, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung pengembangan produk UMKM secara lebih efektif.

Sesi berikutnya menghadirkan Sintia Nursafitri selaku dosen Prodi Pemasaran Digital FEB UNJ, yang membawakan materi mengenai strategi Digital Marketing. Ia memaparkan besarnya peluang pasar digital Indonesia yang didukung oleh tingginya jumlah pengguna internet dan media sosial.

Menurutnya, keberhasilan UMKM di era digital sangat ditentukan oleh kemampuan membangun brand awareness dan menjalin interaksi yang kuat dengan konsumen melalui berbagai platform digital seperti Instagram, TikTok, Facebook, WhatsApp Business, YouTube, dan marketplace.

“Pelaku UMKM perlu memahami bahwa media sosial bukan hanya tempat berjualan, tetapi juga ruang untuk membangun kepercayaan dan kedekatan dengan pelanggan. Konten yang konsisten, relevan, dan menarik akan menjadi kunci keberhasilan pemasaran digital,” jelasnya.

Peserta juga diperkenalkan pada berbagai strategi pengelolaan konten digital, mulai dari penggunaan Formula 3-2-1, penyusunan content planner, teknik Call to Action (CTA), hingga pemanfaatan teknologi AI seperti ChatGPT dan Gemini untuk membantu proses pembuatan konten yang lebih kreatif, efektif, dan efisien.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan melalui berbagai diskusi dan sesi tanya jawab yang membahas tantangan nyata yang dihadapi UMKM, mulai dari desain kemasan, strategi branding, pengelolaan media sosial, hingga upaya meningkatkan daya saing produk di pasar digital.

Sebagai tindak lanjut, seluruh peserta akan mendapatkan pendampingan berkelanjutan melalui grup komunikasi yang telah dibentuk. Langkah ini dilakukan untuk memastikan implementasi materi pelatihan dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi pengembangan usaha peserta.

Melalui kegiatan ini, UNJ tidak hanya berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi pelaku UMKM, tetapi juga turut mendorong pelestarian produk budaya Betawi melalui inovasi kemasan dan transformasi digital. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen UNJ dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat, pengembangan kewirausahaan lokal, serta peningkatan daya saing UMKM Indonesia di tingkat nasional maupun global.