BP3 UNJ Sukses Dampingi Penguatan SDM Dosen Unhan RI melalui ToT PEKERTI-AA

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Prodi Humas dan Komunikasi Digital FISH…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

UNJ Bangun Kolaborasi Pendidikan Global di Forum Indonesia–Australia TNE CONNECT 2026

Prodi Humas dan Komunikasi Digital FISH UNJ Masuk 10 Besar Nasional Program Studi dengan Peminat Terbanyak SNBT 2026

Tembus 63 Ribu Pendaftar, UNJ Masuk 10 Besar PTN Akademik dengan Peminat Terbanyak SNBT 2026

Dosen FMIPA UNJ Kenalkan Inovasi Krayon Ramah Lingkungan dari Minyak Jelantah di HCMUT Vietnam

Program EQUITY UNJ Dorong Diplomasi Budaya dan Wawasan Industri melalui Delegasi Mahasiswa ke Vietnam

Bogor, Humas UNJ – Badan Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran Universitas Negeri Jakarta (BP3 UNJ) sukses menyelenggarakan kegiatan Training of Trainers (ToT) Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional dan Applied Approach (PEKERTI-AA) bagi dosen Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI). Kegiatan yang berlangsung secara hybrid selama tiga hari tersebut resmi ditutup pada 25 Mei 2026 di Auditorium Kampus Utama Unhan RI, Kompleks IPSC Sentul, Kabupaten Bogor.

Program ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas akademik dosen sekaligus mendukung kemandirian Unhan RI dalam penyelenggaraan pelatihan PEKERTI-AA secara internal di masa mendatang. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya penguatan mutu pendidikan tinggi menuju standar internasional.

Dalam sambutannya, Kepala BP3 UNJ, Prof. Johansyah Lubis, menyampaikan bahwa UNJ merupakan salah satu dari tujuh perguruan tinggi yang dipercaya pemerintah sejak tahun 2021 untuk menyelenggarakan ToT PEKERTI-AA. Ia mengapresiasi sinergi yang terjalin dengan Unhan RI serta antusiasme para peserta selama mengikuti pelatihan.

“Terima kasih kepada Unhan RI yang telah bekerja sama dengan kami. Unhan RI memiliki dinamika pergantian dosen yang sangat cepat dan melalui kegiatan ini, kami berharap target peningkatan mutu SDM dosen dapat tercapai secara optimal,” ujar Prof. Johansyah.

Ia menambahkan bahwa peningkatan kompetensi pedagogik dosen menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun kualitas pembelajaran yang adaptif dan relevan dengan tantangan pendidikan tinggi global saat ini.

Sementara itu, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Unhan RI, Marsekal Muda TNI Wajariman, menegaskan bahwa pelatihan ini memiliki nilai strategis bagi penguatan proses belajar mengajar di lingkungan Unhan RI.

“ToT ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi fondasi penting bagi Unhan RI untuk menjaga kualitas proses pembelajaran. Sebagai perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Kementerian Pertahanan dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, kami harus memastikan seluruh regulasi akademik berjalan dengan baik demi menjaga kualitas dan karier akademik dosen,” tutur Wajariman.

Menurutnya, pelaksanaan ToT PEKERTI-AA juga menjadi bagian dari visi besar Unhan RI menuju internasionalisasi perguruan tinggi dan peningkatan daya saing global. Oleh karena itu, pendampingan dan koordinasi bersama UNJ akan terus diperkuat sebagai bentuk kolaborasi berkelanjutan dalam pengembangan mutu akademik.

“Ke depan, fokus kami adalah penguatan proses belajar mengajar internal agar dosen memiliki pengalaman dan kualitas pengajaran yang semakin baik. Jika nantinya Unhan RI telah dipercaya untuk mandiri menyelenggarakan PEKERTI-AA, kami tetap berharap UNJ terus menjadi mitra strategis dalam berbagai pengembangan akademik,” tambahnya.

Melalui penyelenggaraan ToT PEKERTI-AA ini, BP3 UNJ kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi nasional melalui penguatan kompetensi dosen dan inovasi pembelajaran. Kolaborasi antara UNJ dan Unhan RI diharapkan mampu menciptakan ekosistem akademik yang unggul, profesional, adaptif, dan berdaya saing internasional, sekaligus memperkuat kualitas pendidikan tinggi Indonesia di tingkat global.