Teguhkan Ideologi Bangsa, UNJ Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Ormawa dan Opmawa UNJ Hadiri Pengukuhan…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

FT UNJ Hadirkan Akademisi Terkemuka Malaysia untuk Perkuat Riset, Kurikulum, dan Publikasi Bereputasi Global

Percepat Indeksasi Global, Program EQUITY UNJ dan LPPM Kawal Dua Jurnal FISH Menuju Scopus

Momentum Idul Adha 2026, UNJ Perkuat Ukhuwah dan Kepedulian Sosial Melalui Distribusi Daging Qurban

FIKK UNJ Gandeng PT Penerbit Erlangga, Perkuat Literasi Akademik dan Inovasi Pembelajaran di Perguruan Tinggi

FIKK UNJ Gandeng PT Active Flow, Perkuat Talenta Sport Recovery dan Wellness Industry Indonesia

Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 sebagai wujud komitmen dalam meneguhkan nilai-nilai kebangsaan dan memperkuat semangat persatuan di tengah berbagai tantangan global. Upacara yang berlangsung khidmat pada Selasa, 2 Juni 2026, di Halaman Kampus A UNJ, Rawamangun, Jakarta Timur, dipimpin oleh Wakil Rektor UNJ Bidang Kerja Sama dan Bisnis, Andy Hadiyanto, yang mewakili Rektor UNJ, Prof. Komarudin.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.” Tema tersebut menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia, tetapi juga memiliki relevansi universal sebagai landasan dalam membangun perdamaian, keadilan, dan harmoni di tingkat global.

Dalam kesempatan tersebut, Andy Hadiyanto membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Yudian Wahyudi. Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa Pancasila merupakan “bintang penuntun” bangsa Indonesia yang telah terbukti mampu menjaga persatuan dalam keberagaman sekaligus menjadi pedoman menghadapi berbagai dinamika zaman.

“Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia merupakan pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia yang berkelanjutan. Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya,” ujar Andy saat membacakan amanat tersebut.

Pidato tersebut juga menegaskan bahwa Indonesia terus menunjukkan komitmennya menjadikan Pancasila sebagai pedoman utama dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi, ketidakpastian ekonomi, hingga dinamika geopolitik internasional. Di tengah ancaman fragmentasi sosial dan polarisasi yang terjadi di berbagai belahan dunia, Indonesia dinilai mampu menjadi contoh bagaimana keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa dapat dipersatukan dalam satu identitas kebangsaan yang kokoh.

Lebih lanjut, nilai-nilai Pancasila disebut telah menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, keterlibatan dalam upaya penyelesaian konflik internasional, serta konsistensi memperjuangkan keadilan dan kemerdekaan bagi bangsa-bangsa yang masih mengalami penindasan.

Melalui momentum Hari Lahir Pancasila, seluruh sivitas akademika UNJ diajak untuk terus mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat. Semangat gotong royong, toleransi, keadilan sosial, serta penghormatan terhadap keberagaman menjadi fondasi penting dalam membangun generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kebangsaan yang kuat.

Peringatan ini menjadi pengingat bahwa Pancasila bukan sekadar warisan sejarah, melainkan ideologi hidup yang harus terus dirawat dan diimplementasikan dalam setiap langkah pembangunan bangsa. Dengan semangat tersebut, UNJ menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari upaya memperkuat karakter kebangsaan dan menjaga persatuan Indonesia menuju masa depan yang damai, adil, dan berkelanjutan.