Indramayu, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada inovasi dan pemberdayaan. Melalui kolaborasi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), UNJ menyelenggarakan program bertajuk “Optimalisasi Bank Sampah Sekolah dalam Menumbuhkan Sociopreneurship Berbasis Teknologi Tepat Guna” di SMP Negeri 1 Gabus Wetan, Kabupaten Indramayu, pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Program ini dirancang untuk memperkuat implementasi pendidikan lingkungan berkelanjutan melalui pengembangan bank sampah sekolah, pemanfaatan teknologi tepat guna, serta pembentukan karakter peserta didik yang memiliki kepedulian lingkungan sekaligus jiwa sociopreneurship. Melalui pendekatan tersebut, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga pusat inovasi pengelolaan sampah yang memberikan manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Kegiatan dibuka oleh Kepala SMP Negeri 1 Gabus Wetan, H. Rohsidin, yang menegaskan komitmen sekolah dalam membangun budaya peduli lingkungan sebagai bagian dari pendidikan karakter. Menurutnya, kolaborasi dengan UNJ menjadi momentum penting untuk memperkuat berbagai program sekolah yang berorientasi pada pelestarian lingkungan.

Ketua Pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat UNJ, Prof. Budiaman, menjelaskan bahwa sekolah memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang memiliki kecerdasan ekologis melalui pembiasaan perilaku ramah lingkungan sejak dini.
Dalam pemaparannya bertajuk Model Pendidikan Lingkungan Berkelanjutan Berbasis Sociopreneurship, Prof. Budiaman menekankan bahwa meningkatnya volume sampah akibat tingginya konsumsi masyarakat harus dijawab melalui pendidikan yang mampu membangun kesadaran sekaligus keterampilan peserta didik.
“Pendidikan lingkungan tidak hanya mengajarkan menjaga kebersihan, tetapi juga membentuk kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, pemecahan masalah, dan jiwa sociopreneurship. Green School dan Bank Sampah Sekolah menjadi media pembelajaran yang efektif untuk membiasakan peserta didik memilah sampah, mengelola sampah organik maupun anorganik, serta menciptakan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Budiaman juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala SMP Negeri 1 Gabus Wetan, para guru, dan seluruh siswa atas komitmen mereka dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah di lingkungan sekolah. Menurutnya, semangat kolaborasi yang telah terbangun menjadi modal utama untuk menjadikan sekolah tersebut sebagai pilot project pengelolaan sampah berbasis teknologi tepat guna di Kabupaten Indramayu.
Ia menegaskan bahwa UNJ siap memberikan pendampingan berkelanjutan, transfer pengetahuan, serta dukungan akademik agar model yang dikembangkan dapat direplikasi oleh sekolah-sekolah lain.
Pada sesi berikutnya, Aam Amaningsih Jumhur menyampaikan materi bertajuk Optimalisasi Bank Sampah Berbasis Teknologi Tepat Guna. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan sampah yang efektif harus dimulai dari sumbernya melalui penerapan teknologi sederhana namun tepat sasaran di tingkat sekolah maupun komunitas.
Menurutnya, apabila sampah dikelola sejak awal, hanya sekitar 20 persen yang perlu dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), sehingga mampu mengurangi beban lingkungan secara signifikan. Investasi pada teknologi pengolahan di tingkat hulu dinilai jauh lebih efisien dibandingkan memperluas kapasitas TPA.
Sebagai contoh praktik baik, Aam memperkenalkan Bank Sampah Mutiara RW 13 Jakamulya, Kota Bekasi, yang dikembangkan melalui Program Kemitraan Wilayah DRPM Kemenristekdikti pada 2018–2020. Saat ini bank sampah tersebut telah menjadi salah satu model pengelolaan sampah berbasis masyarakat terbaik di Kota Bekasi dengan dukungan berbagai teknologi, seperti mesin pencacah plastik, komposter pupuk organik cair, konveyor pemilah sampah, mesin pirolisis penghasil bahan bakar setara RON 90, hingga insinerator hasil riset terapan.
Bank Sampah Mutiara yang menjadi bagian dari Pusat Unggulan Iptek (PUI) Teknologi Pengolahan Sampah Gentra Waste Management berhasil mengelola sekitar dua ton sampah setiap bulan atau sekitar 24 ton per tahun, sekaligus menekan emisi hingga sekitar 43,2 ton CO₂e per tahun. Selain memberikan manfaat ekonomi bagi pengelolanya, bank sampah tersebut juga berkembang menjadi Living Lab yang dimanfaatkan sebagai pusat pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, Kuliah Kerja Nyata (KKN), serta studi banding berbagai institusi.
Melalui pengalaman tersebut, SMP Negeri 1 Gabus Wetan diharapkan mampu mengembangkan model pengelolaan sampah yang adaptif dengan kondisi sekolah sekaligus menjadi contoh bagi satuan pendidikan lain di Kabupaten Indramayu.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi, berbagi pengalaman, dan penyusunan gagasan implementasi bank sampah berbasis teknologi tepat guna di lingkungan sekolah. Antusiasme guru, siswa, dan tenaga kependidikan menunjukkan tingginya komitmen untuk menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari budaya sekolah.
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat ini, UNJ menegaskan komitmennya dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan bagi persoalan lingkungan sekaligus mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan. Sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan model pengelolaan sampah berbasis teknologi tepat guna yang tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga membangun karakter peduli lingkungan, memperkuat sociopreneurship, serta mendorong terwujudnya ekonomi sirkular di Kabupaten Indramayu.