Bahas Profesionalisme Wasit Sepak Takraw, Dekan FIKK UNJ Jadi Pemateri ASTAF Referee Course 2026

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Bahas Profesionalisme Wasit Sepak Takraw, Dekan…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

UNJ Gelar Workshop Tata Kelola Kerja Sama, Dorong Implementasi Nyata dan Peningkatan IKU 5

Mahasiswa FIP UNJ Raih Juara 3 Poster Ilmiah pada KOMPAK Tingkat Nasional 2026

Sivitas Prodi PGPAUD FIP UNJ Raih Juara 3 pada Kegiatan APG PAUD 2026 di Bali

UNJ dan Sudin Pemuda dan Olahraga Jakarta Pusat Bersinergi Tingkatkan Kompetensi Profesional Guru PJOK

UNJ Gelar Cek Kesehatan Mental dan Fisik Gratis, Dorong Sivitas Akademika Lebih Peduli Kesehatan Diri

JAKARTA, Humas UNJ — Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Jakarta (FIKK UNJ) berpartisipasi dalam ASTAF Referee Course 2026 yang diselenggarakan oleh Asian Sepaktakraw Federation (ASTAF) di Jakarta pada 16–20 Juli 2026. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan kompetensi wasit sepak takraw sekaligus penguatan kualitas sumber daya manusia di bidang olahraga.

Dalam kegiatan tersebut, Dekan FIKK UNJ, Prof. Nofi Marlina Siregar, menjadi salah satu narasumber dengan menyampaikan materi bertajuk “Karakteristik Wasit Sepak Takraw yang Profesional”. Materi tersebut membahas kompetensi yang perlu dimiliki seorang wasit, mulai dari penguasaan peraturan pertandingan, kondisi fisik, kesiapan mental, kemampuan berkomunikasi, hingga integritas dalam menjalankan tugas.

Menurut Prof. Nofi, keberadaan wasit memiliki posisi penting dalam menjaga kualitas penyelenggaraan pertandingan. Karena itu, peningkatan kompetensi perwasitan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mampu mengikuti perkembangan regulasi maupun dinamika olahraga di tingkat internasional.

“Wasit memiliki peran penting dalam menjaga sportivitas dan kualitas pertandingan. Karena itu, selain memahami regulasi internasional, seorang wasit juga perlu memiliki integritas, kemampuan komunikasi, serta kepemimpinan dalam mengambil keputusan di lapangan,” ujar Prof. Nofi.

Ia menjelaskan bahwa penguasaan terhadap peraturan pertandingan merupakan syarat dasar bagi setiap wasit. Namun, kompetensi tersebut perlu didukung dengan kemampuan membaca situasi pertandingan, menjaga konsistensi dalam mengambil keputusan, serta membangun komunikasi yang baik dengan atlet maupun perangkat pertandingan lainnya.

Selain aspek teknis, Prof. Nofi juga menekankan pentingnya kesiapan psikologis. Menurutnya, wasit sering dihadapkan pada situasi yang membutuhkan keputusan cepat di bawah tekanan sehingga diperlukan kemampuan mengendalikan emosi sekaligus menjaga objektivitas.

Dalam olahraga yang berkembang semakin kompetitif, kata dia, profesionalisme wasit menjadi salah satu faktor yang menentukan kepercayaan terhadap penyelenggaraan pertandingan. Oleh karena itu, pembinaan perwasitan tidak hanya berfokus pada pemahaman aturan, tetapi juga pembentukan karakter dan etika profesi.

ASTAF Referee Course 2026 diikuti peserta dari berbagai negara dan menjadi forum untuk menyamakan pemahaman mengenai regulasi terbaru sepak takraw. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pembekalan mengenai pembaruan aturan pertandingan, teknik perwasitan, simulasi pengambilan keputusan, serta evaluasi terhadap berbagai kasus yang sering muncul dalam pertandingan internasional.

Keikutsertaan FIKK UNJ dalam kegiatan ini juga memperluas kolaborasi dengan organisasi olahraga di tingkat regional. Bagi perguruan tinggi, keterlibatan dalam forum internasional seperti ini menjadi bagian dari kontribusi akademik dalam pengembangan olahraga melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Selama ini, FIKK UNJ tidak hanya berperan dalam mencetak tenaga pendidik olahraga, tetapi juga mengembangkan kompetensi pelatih, instruktur, dan perangkat pertandingan melalui berbagai kegiatan akademik maupun kerja sama dengan organisasi olahraga.

Partisipasi dosen FIKK UNJ sebagai pemateri menunjukkan bahwa perguruan tinggi dapat berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia olahraga melalui penyebaran pengetahuan dan pengalaman profesional.

Melalui ASTAF Referee Course 2026, FIKK UNJ berharap penguatan kapasitas wasit sepak takraw dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas penyelenggaraan olahraga. Wasit yang memiliki kompetensi, integritas, dan pemahaman terhadap standar internasional diharapkan mampu mendukung terciptanya pertandingan yang adil, profesional, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.

Kegiatan ini juga mempertegas komitmen FIKK UNJ untuk terus terlibat dalam pengembangan olahraga melalui kolaborasi dengan organisasi nasional maupun internasional, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia olahraga Indonesia agar mampu bersaing di tingkat regional dan global.