UNJ Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Mitra di Arab Saudi

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ Jajaki Kerja Sama Strategis dengan…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

UNJ Naik ke Peringkat 481 Dunia dari 2.016 Kampus di 110 Negara pada UI GreenMetric 2026

UNJ Jelajahi Potensi Budaya Banyuwangi untuk Perkuat Peluang Kerja Sama Pariwisata Berbasis Budaya

Seleksi Tahap 2 Duta UNJ, Uji Kemampuan Public Speaking dan Pemahaman tentang Duta UNJ

Mahasiswa Pencak Silat UNJ Raih 14 Medali pada Indonesia Open 2026

BP3 UNJ Perkuat Kapasitas Relawan dan Asesmen Pembelajaran Mahasiswa Disabilitas

RIYADH, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menjajaki sejumlah peluang kerja sama strategis di bidang pendidikan dan akademik dengan mitra di Arab Saudi. Penjajakan tersebut dilakukan melalui kunjungan delegasi UNJ ke Riyadh pada 20–22 September 2026.

Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya UNJ memperluas jejaring internasional sekaligus membuka peluang kolaborasi yang dapat melibatkan dosen, mahasiswa, peneliti, dan satuan pendidikan.

Delegasi UNJ dipimpin Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Bisnis, Andy Hadiyanto. Ia didampingi Ja’far Amiruddin selaku Direktur Aset UNJ, beserta tim yang terdiri dari Petrolis Nusa Perdana, Melky Ayu Wijayanti, dan Mahaputera Kesumanegara Saputra.

Salah satu agenda delegasi UNJ adalah pertemuan dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Riyadh, Irfan Hilmy pada 20 September 2026. Pertemuan membahas peluang pengembangan kerja sama UNJ dengan sejumlah perguruan tinggi di Arab Saudi, termasuk King Saud University.

Beberapa bidang yang dijajaki meliputi pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), pertukaran dosen dan mahasiswa, serta kolaborasi penelitian. Program tersebut dinilai dapat menjadi ruang bagi sivitas akademika UNJ untuk memperluas pengalaman akademik dan membangun jejaring internasional.

Irfan Hilmy menyambut baik peluang kerja sama tersebut. Menurut dia, hubungan perguruan tinggi Indonesia dan Arab Saudi masih memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan melalui program akademik yang lebih konkret.

“UNJ memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan bersama perguruan tinggi di Saudi. Karena itu, peluang kerja sama ini perlu ditindaklanjuti dalam bentuk program yang melibatkan dosen, mahasiswa, dan peneliti,” ujar Irfan.

Sementara itu, Andy Hadiyanto mengatakan penguatan jejaring akademik di Arab Saudi merupakan bagian dari upaya UNJ memperluas mobilitas akademik dan kolaborasi riset internasional. Menurut dia, kerja sama perlu diarahkan pada program yang memberikan manfaat langsung bagi sivitas akademika.

“Kami ingin hubungan kerja sama tidak berhenti pada tingkat kelembagaan, tetapi juga diwujudkan dalam kegiatan akademik yang melibatkan dosen dan mahasiswa,” katanya.

Selain menjajaki kerja sama dengan perguruan tinggi, delegasi UNJ mengunjungi Sekolah Indonesia Riyadh (SIR) pada 21 September. Pertemuan dengan Kepala SIR, Nono Purnomo membahas peluang kolaborasi dengan Labschool UNJ, khususnya dalam penguatan tata kelola dan manajemen sekolah.

Nono mengatakan SIR terbuka untuk mengembangkan kerja sama dengan UNJ. Pengalaman Labschool dalam pengelolaan pendidikan menjadi salah satu aspek yang dapat dikembangkan bersama untuk mendukung penguatan tata kelola dan peningkatan kapasitas sekolah.

“Kami melihat banyak hal yang bisa dikolaborasikan dengan UNJ, khususnya dengan Labschool. Penguatan tata kelola dan pengembangan kapasitas sekolah menjadi salah satu kebutuhan yang ingin kami kembangkan bersama,” ujar Nono.

Andy Hadiyanto menyambut peluang tersebut sebagai bagian dari perluasan kontribusi UNJ dalam pengembangan pendidikan Indonesia di luar negeri.

“Labschool memiliki pengalaman yang dapat dibagikan kepada SIR. Mudah-mudahan pembicaraan ini segera dapat ditindaklanjuti menjadi kerja sama yang konkret,” kata Andy Hadiyanto.

Di sela rangkaian agenda tersebut, delegasi UNJ juga melakukan koordinasi dengan Saudi Fund for Development (SFD) terkait proyek pembangunan dan renovasi gedung yang mendapat dukungan pembiayaan dari lembaga pembangunan Arab Saudi tersebut. Pertemuan dengan SFD berlangsung pada 21 September 2026 dan membahas perkembangan proyek serta langkah tindak lanjut untuk mengejar target penyelesaian pada akhir 2026.

Rangkaian kunjungan ke Riyadh memperlihatkan upaya UNJ membangun hubungan internasional melalui berbagai bidang, mulai dari pendidikan tinggi, riset, mobilitas akademik, pengajaran BIPA, hingga pengembangan tata kelola sekolah.

Bagi UNJ, penjajakan tersebut menjadi langkah awal untuk mengembangkan hubungan kelembagaan menjadi program kerja sama yang lebih konkret. Perluasan jejaring di Arab Saudi diharapkan membuka ruang kolaborasi baru yang memperkuat pengalaman akademik sivitas UNJ sekaligus memperluas kiprah UNJ dalam kerja sama pendidikan internasional.