Jakarta, Humas UNJ — Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar Peringatan 1 Tahun sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) di Ballrom, Lantai 8, Hotel Naraya, Kamis (14/8). Kegiatan peringatan ini menjadi momentum refleksi perjalanan UNJ sejak ditetapkan sebagai PTNBH melalui terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2024 tentang PTNBH UNJ pada 14 Agustus 2024, dan sekaligus tonggak konsolidasi menuju World Class University (WCU) yang berdampak dan inklusif.
Kegiatan ini selain dihadiri oleh seluruh pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan Organisasi Kemahasiswaan di lingkungan UNJ juga turut dihadiri para pengurus Dewan Pengawas dan Dewan Penyantun yang dalam kesempatan ini turut diberikan apresiasi penghargaan oleh UNJ.
Dengan berstatus PTNBH, UNJ memiliki keleluasaan dalam mengelola sumber daya, menyusun kebijakan, serta menentukan arah pengembangan akademik. Sepanjang setahun terakhir, UNJ telah menorehkan serangkaian capaian strategis. Dari sisi kelembagaan, pembentukan Majelis Wali Amanat (MWA), Senat Akademik Universitas (SAU), dan organ rektor lainnya untuk memastikan mekanisme pengambilan keputusan strategis yang transparan dan partisipatif. Kemudian peningkatan jumlah dosen bergelar Lektor Kepala dan Guru Besar yang memperkuat kapasitas akademik sekaligus daya saing riset.

Di bidang regulasi dan tata kelola, UNJ memanfaatkan fleksibilitas PTNBH untuk menyusun kebijakan adaptif, termasuk pengelolaan keuangan mandiri, perekrutan SDM non-ASN, dan pendirian unit usaha universitas. Langkah ini diperkuat dengan penerapan sistem manajemen berbasis kinerja yang memastikan setiap program terukur dan selaras dengan visi strategis universitas.
Pada ranah inovasi akademik, UNJ mencatat peningkatan publikasi bereputasi, kolaborasi riset internasional, peluncuran program kelas internasional, dan akreditasi global sejumlah program studi. Kehadiran aplikasi My UNJ PANTAU serta dashboard layanan terintegrasi menjadi wujud modernisasi pelayanan akademik dan administratif.
Dari sisi kemandirian finansial, UNJ telah membentuk dana abadi, mengembangkan bisnis melalui Badan Pengelola Usaha (BPU) dan PT Edura Cipta Gemilang, serta mengoptimalkan aset kampus untuk penyewaan dan kerja sama strategis. UNJ juga mulai melakukan hilirisasi hasil riset untuk komersialisasi.
Partisipasi aktif UNJ dalam pemeringkatan internasional seperti QS Asia University Rankings, QS Sustainability, dan THE World University Rankings menunjukkan keseriusan kampus menembus peta global. Namun, Prof. Komarudin selaku Rektor UNJ dalam pidato peringatan satu tahun UNJ sebagai PTNBH menegaskan bahwa visi UNJ sebagai World Class University harus selaras dengan social mission berupa mencerdaskan bangsa, memberdayakan masyarakat, dan membangun peradaban.
Prof. Komarudin menambahkan bahwa peringatan ini menjadi momentum untuk meneguhkan arah transformasi UNJ menuju universitas masa depan, yakni unggul secara akademik, inklusif secara sosial, dan berdampak nyata. Ke depan, UNJ berkomitmen menjaga keseimbangan antara internasionalisasi dan pengabdian pada isu-isu nasional, mulai dari pendidikan berkualitas, keberlanjutan lingkungan, hingga pemberdayaan kelompok rentan.
“Keunggulan sejati universitas tidak hanya diukur dari angka peringkat atau jumlah publikasi, tetapi dari dampak nyata bagi masyarakat. UNJ ingin menjadi World Impact University, kampus yang membumikan ilmu demi kemanusiaan dan keadilan sosial,” tegas Rektor.
Dengan fondasi yang telah dibangun pada tahun pertama sebagai PTNBH, UNJ siap melangkah lebih jauh sebagai pusat inovasi, pembelajaran, dan perubahan sosial, yang berakar kuat pada nilai kebangsaan dan terbuka pada dunia.
Sementara itu menurut Byardianto Pudjiono selaku Dewan Pengawas UNJ Periode 2019-2024 menyampaikan bahwa perjalanan menuju PTNBH bukanlah hal mudah untuk dicapai dan juga perlu keyakinan dalam melaksanakannya.
“Dengan semangat luar biasa didukung seluruh jajaran pimpinan serta civitas akademika UNJ dan hari ini PTNBH terbukti benar-benar bermanfaat buat UNJ dalam rangka mewujudkan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ungkapnya.
Dirinya menambahkan bahwa UNJ, baik BLU dan PTNBH adalah bertujuan untuk memudahkan proses pelayanan kepada masyarakat dari adanya ketentuan birokrasi. Menurutnya PTNBH memberikan fleksibilitas dalam melakukan tata kelola yang berdampak pada pelayanan yang baik kepada masyarakat.
Dirinya juga mengingatkan bahwa pada kesempatan ini dengan status PTNBH UNJ dapat terus menjaga semangat gotong royong. Menurutnya nilai gotong royong penting dan menjadi spirit bagi UNJ.
“Ketika menjadi PTNBH maka mindset kita harus berubah menjadi semakin bagus dan meningkat,” ungkapnya.