BP3 UNJ Dampingi Unhan dalam Meningkatkan Profesionalitas Dosen melalui ToT PEKERTI dan AA

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. SPs UNJ Integrasikan Nilai Bela Negara…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Prodi D4 MPLM FT, S2 PL, S2 ML, dan S3 PKLH SPs UNJ Bangun Jejaring Global Berbasis SDGs bersama MUST Malaysia

FT UNJ dan PT. Sefas Pelindotama selenggarakan Kuliah Umum dan Career Coaching “SEFAS Goes to Campus”

Dosen FT UNJ Perkuat Kolaborasi Internasional dan Dukung SDGs melalui Pemanfaatan Jilbab Bekas Menjadi Produk Kreatif di Malaysia

UNJ Raih Penghargaan Bergengsi dari KONI Pusat pada Rakernas 2026, Perkuat Posisi sebagai Kampus Rujukan Ilmu Keolahragaan Nasional

UNJ Sosialisasikan POS AP dan Layanan Digital Checklist Penyusunan Peraturan dan Keputusan

Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui Badan Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (BP3) kembali menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) dalam menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) dan Applied Approach (AA). Pembukaan kegiatan yang diperuntukkan bagi para dosen Unhan RI ini dilaksanakan secara daring pada Rabu, 20 Mei 2026. Rangkaian pelatihan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni pada 20, 21, dan 25 Mei 2026.

Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Unhan RI, Marsekal Muda TNI Wajariman, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada UNJ. Ia menyoroti tantangan dunia pendidikan yang bergerak sangat cepat, khususnya terkait transformasi digital dan literasi kecerdasan buatan, yang menuntut para dosen untuk terus mengembangkan keterampilan instruksionalnya.

“Unhan RI sebagai perguruan tinggi di bawah Kementerian Pertahanan memiliki mandat khusus untuk melahirkan kader intelektual, kader bela negara, dan pemimpin masa depan. Oleh karena itu, dosen dan tenaga pendidik tidak hanya dituntut memiliki ilmu yang mumpuni, tetapi juga harus memiliki kemampuan menyampaikan materi agar mudah diterima, dimengerti, dan diaplikasikan oleh peserta didik,” ujar Marsda TNI Wajariman.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa TOT ini memiliki tujuan utama untuk membangun kemandirian Unhan RI dalam menyelenggarakan sertifikasi pendidik secara internal. Hal ini dinilai krusial mengingat dinamika penugasan atau tour of duty tenaga pendidik dari kalangan TNI yang sangat cepat dibandingkan kampus pada umumnya.

“Kegiatan ini diinisiasi agar kami mampu secara mandiri mempercepat proses sertifikasi dosen, sekaligus menjaga kualitas standar pembelajaran di Unhan RI. Ke depan, instruktur yang lahir dari TOT ini juga diharapkan mampu membantu institusi pendidikan lain di jajaran Kementerian Pertahanan, seperti Akademi Militer, apabila kelak membutuhkan bantuan kita,” tambahnya memotivasi para peserta.

Menyambut baik hal tersebut, Kepala BP3 UNJ, Prof. Johansyah Lubis menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Unhan RI yang kembali menggandeng UNJ. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan dalam TOT merupakan syarat mutlak bagi sebuah institusi agar berwenang menjadi penyelenggara mandiri pelatihan PEKERTI dan AA ke depannya.

“Kami menyadari perputaran dosen di Unhan RI amat cepat. Diharapkan setelah lulus dari TOT ini dan mendapatkan izin dari kementerian terkait, para narasumber dari Unhan RI sudah memenuhi syarat untuk menyelenggarakan pelatihan PEKERTI dan AA secara mandiri bagi para dosennya,” terang Prof. Johansyah.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Johansyah juga mengingatkan tentang adanya penyesuaian aturan baru di tahun 2026. Ia menyebutkan bahwa proses PEKERTI dan AA kini harus melalui tahapan Massive Open Online Course (MOOC) yang memakan waktu kurang lebih tiga bulan sebelum peserta bisa mengikuti tahapan luring di kampusnya masing-masing.

Di akhir sambutannya, Prof. Johansyah yang hadir mewakili Wakil Rektor bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni turut memuji tingginya antusiasme peserta.

“Syarat minimal untuk mendaftarkan program ini ke pemerintah sebetulnya hanya 9 orang, namun hari ini luar biasa ada 30 peserta dari Unhan RI yang berpartisipasi,” pungkasnya sekaligus membuka acara secara resmi dengan pembacaan basmalah.