
Jakarta, Humas UNJ – Dalam upaya menciptakan pendidikan bermutu dan inklusif bagi semua, Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Puspresnas Kemendikdasmen) resmi meluncurkan program Bina Talenta Indonesia (BTI) di Jakarta pada Senin, 15 September 2025. Program ini dirancang untuk mengidentifikasi, mengembangkan, dan menyalurkan talenta unggul Indonesia ke jenjang pendidikan tinggi serta karier profesional.
Peluncuran program ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan pendidikan, termasuk salah satunya Yasep Setiakarnawijaya selaku Direktur Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Terkait BTI, UNJ secara resmi ditetapkan sebagai salah satu Perguruan Tinggi Mitra Program BTI Tahun 2025 berdasarkan Keputusan Kepala Pusat Prestasi Nasional Sekretariat Jenderal Kemendikdasmen Nomor 0815/J3/PN.03/2025 tentang Penetapan Perguruan Tinggi Mitra Program Bina Talenta Indonesia Tahun 2025 pertanggal 8 September 2025.

Sebanyak 23 perguruan tinggi ditunjuk sebagai mitra pelaksanaan program ini, termasuk UNJ. Adapun fokus UNJ dalam program BTI 2025 adalah pada bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) serta penguatan karakter bagi murid dan pemandu talenta. Rangkaian kegiatan akan berlangsung mulai September hingga Oktober 2025.
Program dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom dan Learning Management System (LMS) yang disediakan oleh Kementerian. Peserta berasal dari 14 provinsi untuk kategori murid dan dari 12 provinsi untuk kategori guru atau pemandu talenta. Hal ini menunjukkan jangkauan program yang luas sekaligus membuka kesempatan bagi talenta-talenta dari berbagai daerah untuk mengembangkan potensi mereka.
Pada kesempatan ini, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu`ti, dalam sambutannya menegaskan bahwa amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menekankan pentingnya pendidikan khusus bagi anak-anak berbakat. “Peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya,” tuturnya.
Ia juga menekankan bahwa inklusivitas layanan pendidikan harus terus dimaksimalkan. “Kemendikdasmen tidak melupakan untuk terus menciptakan iklim pendidikan yang inklusif dan nondiskriminatif, di antaranya melalui program afirmasi untuk murid di daerah 3T, penguatan peran perempuan, serta pemberdayaan penyandang disabilitas,” ujar Mu`ti di hadapan sekitar 500 murid dan guru yang mengikuti acara peluncuran secara hibrida.
Sebelum menutup pidatonya, Mendikdasmen memberi apresiasi kepada anak-anak Indonesia yang telah mengharumkan nama bangsa di berbagai ajang kompetisi nasional maupun internasional. “Selamat untuk anak-anak yang telah meraih prestasi membanggakan di tingkat dunia. Kalian membuktikan bahwa Indonesia memiliki talenta muda hebat yang berprestasi,” ucapnya. Pada kesempatan ini, ia juga secara khusus mengapresiasi delapan murid berkebutuhan khusus dari Tim Tata Boga Sekolah Luar Biasa (SLB) yang berlaga di ajang The 14th Salon Culinaire.

Sementara itu, Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Maria Veronica Irene Herdjiono, dalam laporannya menyampaikan bahwa BTI merupakan program nasional untuk mengidentifikasi, mengembangkan, dan menyalurkan talenta unggul ke jenjang pendidikan tinggi dan karier profesional. “Tercatat, peserta yang telah mengikuti program BTI mencapai 7.360 orang dari 38 provinsi dan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN). Mereka terdiri dari 5.039 murid dari 945 sekolah serta 2.321 guru dari 1.168 sekolah. Adapun SILN yang ikut serta berasal dari Arab Saudi, Malaysia, Mesir, Myanmar, dan Singapura,” ungkap Irene.
Pada kesempatan yang sama, Yasep Setiakarnawijaya menegaskan komitmen UNJ dalam menyukseskan program ini. “UNJ siap mendukung penuh pelaksanaan Program Bina Talenta Indonesia 2025. Kami percaya bahwa penguatan talenta di bidang STEM serta pembangunan karakter merupakan kunci lahirnya generasi unggul yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.
Dengan adanya program BTI 2025, Puspresnas Kemendikdasmen bersama perguruan tinggi mitra berharap dapat memperkuat ekosistem pengembangan talenta nasional yang berkelanjutan, merata, dan berdaya saing global.