Dorong Internasionalisasi dan Kerja Sama Strategis, UNJ Gelar Sharing Session Erasmus+

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ Dipercaya Susun Kajian Model Pembelajaran…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Pesantren 1000 Cahaya Ramadhan, Wujud Kepedulian Sosial dan Pembinaan Karakter Mahasiswa UNJ

Terima Kunjungan Kedubes Myanmar, UNJ Tawarkan Keunggulan Program Sarjana Terapan Teknik Sipil

Kawal Akreditasi Unggul, UNJ Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Institusi Berbasis Aturan Terbaru

Perkuat Jejaring Akademik Global, Dua Guru Besar UNJ Jadi Keynote Speaker Konferensi Internasional DCEST 2026 di Vietnam

Peringatan Nuzulul Qur’an Jadi Momentum Soft Launching Dies Natalis ke-62 dan Penyaluran Bantuan UKT Mahasiswa dari Rumah Amal UNJ

Jakarta, Humas UNJ — Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terus memperkuat komitmennya dalam menjalin kerja sama internasional melalui kegiatan Sharing Session bertajuk “Peluang Pendanaan Uni Eropa, Program Erasmus+, dan Strategi Aplikasinya”. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 1 Agustus 2025, di Ruang Pertemuan Gedung Syafei, Kampus A UNJ.

Acara tersebut dihadiri oleh Rektor UNJ Prof. Komarudin, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Sistem Informasi Prof. Fahrurrozi, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Bisnis Andy Hadiyanto, para dekan dan wakil dekan, direktur, serta dosen dari berbagai fakultas. Hadir sebagai narasumber utama Vice President OCEANS Network EU Samir Beharic dan Koordinator Proyek LPDP dan Erasmus+ Alumni Rahmat Putra Yudha.

Dalam sambutannya, Prof. Komarudin menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan para narasumber. Ia menekankan bahwa kegiatan ini sejalan dengan strategi UNJ sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) yang tengah bertransformasi menuju universitas berkelas dunia.

“Internasionalisasi menjadi prioritas UNJ dalam pengembangan ke depan, baik melalui penguatan kerja sama riset dan publikasi, pengembangan kapasitas staf melalui studi lanjut dan postdoctoral, maupun pertukaran mahasiswa seperti dual degree dan joint degree,” ujar Prof. Komarudin.

Rektor juga berharap agar Erasmus+ dapat menjadi mitra strategis dalam pengembangan infrastruktur kampus, khususnya untuk mendukung percepatan pembangunan Kampus Cikarang seluas 80,2 hektare. Ia menegaskan pentingnya tindak lanjut nyata dari kerja sama yang dijalin.

“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti di atas kertas, tetapi berlanjut ke tahap implementasi nyata yang berdampak langsung bagi pengembangan institusi,” tambahnya.

Sementara itu, Rahmat Putra Yudha mengajak UNJ untuk lebih aktif menjalin kerja sama konkret dengan Erasmus+, terutama melalui skema pertukaran dosen dan mahasiswa serta penguatan kapasitas kelembagaan. Ia menyarankan pembentukan EU Corner sebagai pusat informasi dan pencitraan internasional.

“Kami berharap UNJ dapat membentuk EU Corner sebagaimana telah kami lakukan di Pontianak,” ungkap Yudha.

Yudha juga menjelaskan bahwa Erasmus+ menanggung penuh biaya mobilitas bagi dosen dan mahasiswa, termasuk biaya kuliah jika tercantum dalam perjanjian kerja sama. Ia menekankan pentingnya penyusunan learning agreement sejak awal untuk kelancaran konversi mata kuliah.

Ia turut menyampaikan bahwa dua dosen UNJ dari program studi kimia atau sains sedang dipertimbangkan untuk mengikuti program lecturing exchange ke Polandia sebagai tahap awal kolaborasi sebelum penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Vice President OCEANS Network EU, Samir Beharic, dalam paparannya menyampaikan bahwa Erasmus+ bukan sekadar program mobilitas, melainkan instrumen strategis dalam membangun jejaring akademik dan kelembagaan internasional.

“Erasmus+ tidak hanya tentang pertukaran pelajar dan dosen, tetapi juga tentang membangun jejaring global yang dapat meningkatkan kualitas akademik dan kelembagaan secara menyeluruh,” tutur Samir.

Ia memperkenalkan OCEANS Network sebagai jaringan alumni Erasmus+ yang didukung oleh Komisi Eropa. Menurutnya, UNJ memiliki potensi besar untuk tergabung dalam konsorsium Erasmus Mundus dan berbagai program Erasmus+ lainnya, mengingat posisinya sebagai kampus di ibu kota dengan akses internasional yang luas.

Setelah sesi sambutan dan pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang berlangsung dinamis. Para dekan dan wakil dekan menunjukkan antusiasme tinggi dalam menggali informasi lebih lanjut mengenai peluang kerja sama, proses administrasi pertukaran mahasiswa, dan strategi penguatan institusi melalui Erasmus+. Salah satu dekan menanyakan mekanisme konversi mata kuliah serta pentingnya pendampingan teknis dalam penyusunan proposal kolaboratif. Kegiatan ditutup dengan semangat kolaboratif yang kuat antara UNJ dan Erasmus+, disertai harapan bahwa inisiatif yang telah dimulai dapat segera berlanjut ke tahap implementasi nyata dan berkelanjutan.

Kegiatan ditutup dengan semangat kolaboratif yang kuat antara UNJ dan Erasmus+, disertai harapan bahwa inisiatif yang telah dimulai dapat segera berlanjut ke tahap implementasi nyata dan berkelanjutan.