Dosen FBS UNJ Perkuat Peran Global melalui Kolaborasi Internasional dengan PSU di Thailand

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Pengumuman
  4. »
  5. UKT UNJ 2024 TIDAK NAIK

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Kawal Akreditasi Unggul, UNJ Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Institusi Berbasis Aturan Terbaru

Perkuat Jejaring Akademik Global, Dua Guru Besar UNJ Jadi Keynote Speaker Konferensi Internasional DCEST 2026 di Vietnam

Peringatan Nuzulul Qur’an Jadi Momentum Soft Launching Dies Natalis ke-62 dan Penyaluran Bantuan UKT Mahasiswa dari Rumah Amal UNJ

UNJ Luncurkan Innovation Challenge 2026 untuk Perkuat Ekosistem Inovasi Berdampak

Dukung Kemdiktisaintek, UNJ Jadi Lokasi Seleksi Cakepsek dan Cawakepsek SMA Unggul Garuda

Thailand, 28 Juli 2025 — Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas kolaborasi internasional melalui program pengabdian masyarakat bertajuk Building Leaders for a Sustainable Future: A Collaboration Between Lecturers and Students of UNJ and Prince of Songkla University, Thailand. Kegiatan ini berlangsung pada 25–28 Juli 2025 di Fakultas Humaniora dan Ilmu Sosial, Prince of Songkla University (PSU) Pattani, Thailand, dengan dua agenda utama: EduBridge Program dan RISE 2025 (Regional Innovators for Social Empowerment).

Program ini diketuai oleh Prof. Eva Leiliyanti dari Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNJ. Inisiasi program dilakukan oleh Diyantari, yang merancang dan mengembangkan konsep kegiatan serta menjalin kerja sama dengan pihak PSU.

Selama kegiatan berlangsung, peserta dari UNJ didampingi oleh tiga dosen FBS, yaitu Nurrahma Restia Fatkhiyati, Tesaannisa dan Rizdika Mardiana. Adapun mahasiswa yang mewakili UNJ adalah Syifaa Fadhilah Izzati, Muthiya Kafa Syalika, dan Fasya Rakha Tsurayya, ketiganya berasal dari Program Studi Sastra Inggris FBS UNJ.

Kegiatan diawali dengan EduBridge Program, sebuah forum interaktif yang mempertemukan mahasiswa dan dosen dari UNJ dan PSU untuk berdiskusi mengenai sistem pendidikan, nilai budaya, serta tantangan sosial kontemporer di masing-masing negara. Melalui sesi presentasi, refleksi, dan diskusi kelompok, peserta membangun pemahaman lintas budaya sebagai fondasi penting dalam pengembangan kepemimpinan global.

Selanjutnya, RISE 2025 berlangsung selama tiga hari, yaitu pada 26–28 Juli 2025, dan diikuti oleh mahasiswa dari UNJ, PSU, serta Yala Rajabhat University (YRU). Program ini mendorong peserta untuk memahami permasalahan komunitas dan mengembangkan inovasi berbasis empati serta kebutuhan nyata di lapangan.

Sesi RISE 2025 diawali dengan pemaparan dari Khun Jitsupa Uthairat (Google) mengenai pentingnya pola pikir global dan proses penciptaan produk inovatif yang berpusat pada manusia. Mr. Afdol Awae menambahkan perspektif sosial untuk memperdalam pemetaan masalah, sementara Asst. Prof. Jitsuda La-ongpol membimbing peserta dalam proses identifikasi isu dan pengembangan proyek melalui pendekatan design thinking, yang kemudian dipresentasikan dalam sesi pitching akhir.

Partisipasi UNJ dalam program ini mencerminkan upaya berkelanjutan dalam memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tingkat internasional. Selain memperluas jejaring akademik, kegiatan ini juga mempertegas posisi UNJ sebagai institusi yang menjunjung tinggi nilai kolaborasi, keberlanjutan, dan kemanusiaan dalam setiap inisiatif globalnya.

Dengan suksesnya pelaksanaan program ini, UNJ kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global, serta aktif berkontribusi dalam diplomasi pendidikan dan pengabdian masyarakat lintas budaya.