Dosen FEB UNJ Perkuat Publikasi Internasional melalui Program One Lecturer One Scopus 2026

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Prestasi
  4. »
  5. Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

PKKMB FEB UNJ Hadirkan Menko Pangan RI, Zulkifli Hasan Ajak Mahasiswa Bangun Kemandirian Sejak Kuliah

Prof. Dalia Sukmawati Bahas Potensi Biodiversitas Mikroba Indonesia dalam Pengembangan Smart Anti-Infective

SPs UNJ Hadirkan Prof. Rekha Koul Bahas Riset Lingkungan Belajar di Kelas

FMIPA UNJ Hadirkan Profesor Curtin University Bahas Pembelajaran STEM Berbasis Inkuiri

FMIPA UNJ Gandeng Curtin University Kembangkan Pembelajaran STEM Berbasis Inkuiri

SURABAYA, Humas UNJ – Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta (FEB UNJ) mengikuti Program One Lecturer One Scopus (OLOS) 2026 yang diselenggarakan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya (FEB UNESA) pada 23–24 Juli 2026 di Hotel Mövenpick Surabaya. Kegiatan ini diikuti dosen dari 12 perguruan tinggi eks-LPTK di Indonesia sebagai upaya meningkatkan kualitas publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi.

Partisipasi dosen FEB UNJ dalam OLOS 2026 menjadi bagian dari strategi fakultas untuk memperkuat budaya riset, meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah terindeks Scopus, sekaligus memperluas jejaring kolaborasi penelitian dengan perguruan tinggi lain.

Program OLOS dirancang sebagai wadah pendampingan intensif bagi dosen dalam menyusun artikel ilmiah hingga siap dipublikasikan di jurnal internasional. Melalui program ini, peserta memperoleh bimbingan mengenai penyusunan naskah, strategi publikasi, serta penguatan kualitas penelitian agar memenuhi standar jurnal bereputasi.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti pembukaan, penandatanganan kerja sama, dan coaching clinic bersama narasumber internasional, yakni Prof. Ferry Jie dari Edith Cowan University, Australia, serta Prof. Muhammad Hasan dari Universitas Negeri Makassar. Keduanya membahas strategi publikasi internasional, peningkatan kualitas artikel ilmiah, serta berbagai pendekatan untuk menembus jurnal bereputasi.

Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada pendampingan finalisasi dan pengiriman artikel berdasarkan Kelompok Bidang Keahlian (KBK). Peserta mendapatkan bimbingan langsung dari instruktur sesuai bidang keilmuan masing-masing sehingga proses penyempurnaan naskah dapat dilakukan secara lebih terarah hingga tahap pengiriman ke jurnal tujuan.

Selain meningkatkan kemampuan penulisan ilmiah, OLOS 2026 juga menjadi ruang bagi dosen dari berbagai perguruan tinggi untuk membangun jejaring akademik. Forum tersebut membuka peluang kolaborasi penelitian, pertukaran pengalaman, serta penyusunan publikasi bersama yang diharapkan dapat memperkuat daya saing institusi di tingkat nasional maupun internasional.

Dekan FEB UNJ, Prof. Mohamad Rizan, mengatakan keikutsertaan dosen dalam OLOS 2026 merupakan bagian dari upaya fakultas membangun budaya riset yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas publikasi ilmiah bereputasi internasional.

“Keikutsertaan dosen FEB UNJ dalam OLOS 2026 merupakan investasi akademik yang sangat penting untuk membangun budaya publikasi ilmiah yang berkelanjutan. Kami berharap melalui pendampingan intensif, kolaborasi dengan para pakar, dan jejaring antarpeneliti, dosen FEB UNJ semakin produktif menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan reputasi UNJ di tingkat global,” ujar Prof. Rizan.

Menurutnya, peningkatan kapasitas dosen dalam menghasilkan publikasi ilmiah tidak hanya berdampak pada pengembangan keilmuan, tetapi juga memperkuat reputasi institusi melalui riset yang berkualitas dan berdaya saing internasional.

Melalui partisipasi dalam OLOS 2026, FEB UNJ menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan budaya penelitian yang produktif dan kolaboratif. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya lebih banyak publikasi ilmiah bereputasi internasional sekaligus memperluas kontribusi dosen dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan jejaring akademik global.