
Jakarta, Humas UNJ – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan sivitas akademika Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Irwanto, dosen Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNJ, berhasil masuk dalam daftar Top 2% Scientist Worldwide 2025 yang dirilis oleh Stanford University bekerja sama dengan Elsevier BV pada 19 September 2025. Pencapaian ini menempatkan Irwanto sebagai satu-satunya dosen UNJ yang masuk dalam daftar ilmuwan paling berpengaruh di dunia tahun ini.
Dalam pemeringkatan tersebut, Irwanto menempati peringkat 1.920 dunia pada bidang Education serta berada di peringkat ke-69 nasional dari 209 peneliti Indonesia yang masuk dalam bidang yang sama. Capaian tersebut menjadi pengakuan internasional atas konsistensi dan kontribusinya dalam menghasilkan karya ilmiah yang berdampak terhadap pengembangan ilmu pendidikan, khususnya pendidikan kimia.
Daftar Top 2% Scientist Worldwide merupakan pemeringkatan ilmuwan dunia yang disusun oleh tim peneliti Stanford University menggunakan basis data sitasi ilmiah dari Elsevier BV melalui database Scopus. Pemeringkatan ini mengukur dampak ilmiah peneliti berdasarkan berbagai indikator bibliometrik, seperti jumlah sitasi, indeks h (H-index), indeks hm yang disesuaikan dengan jumlah penulis, jumlah publikasi, serta pengaruh karya ilmiah dalam bidang keilmuan masing-masing. Daftar tersebut telah menjadi salah satu rujukan internasional dalam mengidentifikasi peneliti yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat global.
Keberhasilan Irwanto tidak terlepas dari produktivitasnya dalam menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi internasional. Berdasarkan data SINTA, hingga saat ini ia telah menerbitkan 69 artikel terindeks Scopus. Publikasi tersebut telah memperoleh 910 sitasi berdasarkan Scopus dan 2.668 sitasi berdasarkan Google Scholar. Selain itu, Irwanto memiliki H-Index Scopus sebesar 20 dan H-Index Google Scholar sebesar 29, yang menunjukkan konsistensi kualitas serta dampak akademik dari penelitian yang dihasilkannya.
Karya-karya ilmiah Irwanto banyak berfokus pada inovasi pembelajaran kimia, pengembangan pendidikan sains, keterampilan berpikir tingkat tinggi, literasi sains, hingga implementasi teknologi dalam pembelajaran. Berbagai hasil penelitiannya telah dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi dan menjadi rujukan bagi peneliti maupun praktisi pendidikan di berbagai negara.
Rektor UNJ, Prof. Komarudin, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Irwanto. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa dosen UNJ mampu bersaing di tingkat internasional melalui karya ilmiah yang berkualitas dan berdampak.
“Masuknya Dr. Irwanto dalam daftar Top 2% Scientist Worldwide merupakan kebanggaan bagi Universitas Negeri Jakarta. Prestasi ini menunjukkan bahwa kualitas riset dan publikasi dosen UNJ telah mendapat pengakuan dunia. Kami berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan budaya riset, menghasilkan inovasi, serta memperkuat kontribusi akademik bagi pembangunan bangsa dan kemajuan ilmu pengetahuan global,” ujar Prof. Komarudin.
Senada dengan itu, Dekan FMIPA UNJ, Hadi Nasbey, menilai penghargaan tersebut merupakan hasil dari dedikasi, kerja keras, dan konsistensi Irwanto dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya di bidang penelitian.
“Prestasi ini tidak hanya membanggakan Program Studi Pendidikan Kimia dan FMIPA, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh keluarga besar UNJ. Kami terus mendorong budaya akademik yang produktif dan kolaboratif sehingga semakin banyak dosen FMIPA yang mampu menghasilkan publikasi bereputasi internasional serta memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan,” ungkap Hadi Nasbey.
Sementara itu, Irwanto mengaku bersyukur atas pengakuan internasional yang diterimanya. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang didukung oleh lingkungan akademik yang kondusif, kolaborasi dengan berbagai mitra penelitian, serta dukungan penuh dari UNJ.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus berkarya dan menghasilkan penelitian yang memberikan manfaat bagi dunia pendidikan. Saya percaya bahwa riset yang baik tidak hanya diukur dari jumlah publikasi, tetapi juga dari sejauh mana hasil penelitian tersebut dapat memberikan solusi terhadap berbagai tantangan pendidikan serta menginspirasi peneliti lain untuk terus berinovasi,” tutur Irwanto.
Masuknya Irwanto dalam daftar Top 2% Scientist Worldwide 2025 semakin mempertegas komitmen UNJ dalam memperkuat budaya riset, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah internasional, serta mendorong lahirnya inovasi yang berdampak bagi masyarakat. Prestasi ini sekaligus menjadi momentum bagi UNJ untuk terus memperkuat reputasi sebagai perguruan tinggi yang unggul, inovatif, dan bereputasi global melalui kontribusi nyata para dosen dan penelitinya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dunia.
Info daftar Top 2% Scientist Worldwide 2025: (klik)