FEB UNJ Sukses Gelar SICS 2 untuk Perkuat Kolaborasi Global dan SDGs

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Peringatan Nuzulul Qur’an Jadi Momentum Soft…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Dosen FIKK UNJ Latih Guru PJOK dan Guru SD di Indramayu untuk Perkuat Pembelajaran Olahraga dan Identifikasi Bakat Siswa

Perkuat Jejaring Internasional, Tim Pencak Silat UNJ dan Politeknik Malaysia Gelar Latihan Bersama

Rangga Kusuma Putra Antar UNJ Raih Prestasi Juara 1 Perdana di Pilmapres Nasional 2026 Kategori Mahasiswa Disabilitas

FIKK UNJ Tingkatkan Kompetensi Guru PJOK dalam Pengembangan Gerak dan Penilaian Motorik Siswa

Dosen Prodi Pendidikan Teknik Bangunan FT UNJ Revitalisasi Sanitasi SMA di Jonggol dan Dorong Lingkungan Belajar yang Lebih Sehat

Bali, Humas UNJ – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta (FEB UNJ) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat internasionalisasi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan melalui penyelenggaraan “Sustainable International Community Service (SICS) 2 Bali 2026”. Mengusung tema “Strengthening Local Communities in Bali: Advancing SDGs through Community Empowerment”, kegiatan yang berlangsung pada 29 Juni–2 Juli 2026 ini menjadi wadah kolaborasi internasional yang mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, industri, akademisi, mahasiswa, mitra strategis, serta komunitas lokal dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Sebanyak lebih dari 160 peserta berpartisipasi dalam SICS 2 Bali 2026, terdiri atas pimpinan perguruan tinggi, dosen, mahasiswa, pembicara, mitra industri, mitra internasional, dan tamu undangan. Tahun ini, kegiatan melibatkan perwakilan dari tujuh negara, yakni Indonesia, Malaysia, Vietnam, Filipina, Inggris, Prancis, dan Arab Saudi, yang merepresentasikan jejaring akademik dari kawasan Asia dan Eropa.

Partisipasi internasional tersebut berasal dari berbagai institusi terkemuka, antara lain Universiti Malaysia Sarawak (Malaysia), University of Management and Technology (Vietnam), The University of the Immaculate Conception (Filipina), SUMS Consulting International of Reading Enterprise Center dan University of Reading (Inggris), CESI École d’Ingénieurs (Prancis), serta Prince Sultan University (Arab Saudi) yang mengikuti sebagian rangkaian kegiatan secara hibrida.

Selain melibatkan berbagai perguruan tinggi di Indonesia, SICS 2 Bali 2026 juga mendapat dukungan dari sejumlah mitra strategis lintas sektor, seperti Dinas Pariwisata, PT Jasa Raharja Bali, dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Kehadiran para mitra tersebut memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri dalam mendorong investasi sosial, pengembangan pariwisata berkelanjutan, serta peningkatan kapasitas masyarakat berbasis SDGs.

Dekan FEB UNJ, Prof. Rizan, menegaskan bahwa SICS 2 merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan masyarakat melalui kolaborasi internasional.

“SICS 2 menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan universitas, pemerintah, industri, mitra internasional, dan komunitas lokal. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa agenda SDGs tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi diterjemahkan menjadi aksi nyata untuk memperkuat masyarakat, mendukung UMKM, dan mendorong pariwisata berkelanjutan,” ujar Prof. Rizan.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan peserta dari berbagai negara menjadi modal penting dalam memperluas jejaring akademik global sekaligus memperkaya pertukaran pengetahuan dan pengalaman lintas budaya.

“Kami berharap SICS 2 dapat menjadi model international community service yang berkelanjutan, partisipatif, dan berdampak. Kolaborasi ini diharapkan terus berkembang melalui kerja sama akademik berupa MoU, MoA, riset bersama, student mobility, visiting lecturer, hingga program pengabdian masyarakat lintas negara,” tambahnya.

Apresiasi terhadap penyelenggaraan SICS 2 juga disampaikan oleh perwakilan Dinas Pariwisata Kota Denpasar. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan arah pembangunan pariwisata Bali yang menitikberatkan pada kualitas, keberlanjutan, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

“Kami menyambut baik pelaksanaan SICS 2 di Bali karena kegiatan ini mendukung penguatan pariwisata berkelanjutan dan pemberdayaan komunitas. Kehadiran akademisi, mahasiswa, dan mitra dari berbagai negara diharapkan mampu menghadirkan perspektif baru melalui edukasi, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat masyarakat lokal,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Opening Ceremony di Ballroom Sheraton Hotel Bali, kemudian dilanjutkan dengan International University Session yang menghadirkan berbagai paparan mengenai praktik keberlanjutan dari mitra internasional asal Inggris, Malaysia, Vietnam, Filipina, dan Prancis. Peserta juga mengikuti Balinese Cultural Performance sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan budaya lokal, serta Strategic Insight Session yang membahas implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) dan keberlanjutan bersama BPKH.

Sebagai inti dari program, peserta mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Penglipuran dan Desa Serangan. Melalui kegiatan tersebut, para peserta memperoleh pengalaman langsung dalam memahami potensi desa, pengembangan UMKM, pemberdayaan masyarakat, serta praktik pariwisata berkelanjutan yang berbasis pada nilai-nilai kearifan lokal Bali.

Pelaksanaan SICS 2 Bali 2026 turut mendukung sejumlah tujuan utama SDGs, khususnya SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDGs 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Program ini sekaligus mempertegas peran strategis perguruan tinggi dalam menghasilkan dampak sosial melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, inovasi, dan kolaborasi internasional.

Melalui semangat “Advancing SDGs through Community Empowerment”, SICS 2 Bali 2026 menjadi momentum penting bagi FEB UNJ untuk memperluas jejaring global, memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, serta membangun kolaborasi internasional yang berkelanjutan dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berdampak bagi Bali, Indonesia, maupun komunitas global.