Dosen FPsi UNJ Latih UMKM Pondok Bambu Tingkatkan Penjualan Lewat Visualisasi Produk

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Dosen FPsi UNJ Latih UMKM Pondok…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

UNJ Perluas Kolaborasi Strategis bersama Pemprov DKI Jakarta

Perkuat Pengembangan Pembelajaran, UNJ dan Arasoft Co., Ltd Tandatangani MoU Modul e-PUB

UNJ dan Batangas State University Perkuat Kolaborasi melalui Psychological First Aid dan Student Well-Being

UNJ Gelar Peringatan Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026

Kiprah dan Prestasi UNJ Mengharumkan Indonesia di Asian Games 2026

JAKARTA, Humas UNJ – Tampilan produk menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi ketertarikan calon konsumen, terutama ketika produk dipasarkan melalui kanal digital. Melihat kebutuhan tersebut, tim dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta (FPsi UNJ) memberikan pelatihan visualisasi produk kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pelatihan Peningkatan Keterampilan Penjualan Produk Melalui Visualisasi Produk di Wilayah Pondok Bambu” itu berlangsung pada Sabtu (8/8/26) di Balai Warga Pondok Bambu Batas Duren Sawit RT 001 RW 12. Sebanyak 15 pelaku UMKM, wirausahawan pemula, dan kelompok usaha masyarakat mengikuti kegiatan tersebut.

Tim PkM FPsi UNJ dipimpin Erik, dengan anggota Prof. Yufiarti, Liza Yudhita Widyastuti, Fauziah Wijayanti, Redo Tridinata Wijaya, Nazir Ultama Anugrah, dan Khairina Widya Primandari H., serta melibatkan sejumlah mahasiswa FPsi UNJ.

Ketua tim PkM, Erik, mengatakan pelaku UMKM tidak cukup hanya memahami teknik penjualan. Cara produk ditampilkan juga perlu diperhatikan karena menjadi bagian dari komunikasi dengan calon konsumen.

“Ketika produk dipasarkan secara online, visual menjadi salah satu hal pertama yang dilihat calon pembeli. Karena itu, foto, desain, dan informasi produk perlu disusun agar menarik sekaligus memberikan gambaran yang jelas mengenai produk,” ujar Erik.

Menurut dia, visualisasi yang kurang baik dapat membuat produk sulit bersaing di tengah banyaknya pilihan yang tersedia di platform digital. Sebaliknya, tampilan produk yang informatif dapat membantu konsumen memahami produk sebelum mengambil keputusan pembelian.

Materi pelatihan dibagi dalam dua sesi. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai kebutuhan dan perilaku konsumen, teknik penjualan, serta strategi pemasaran secara offline dan online. Pelatihan juga membahas teknik fotografi produk, desain visual, penulisan caption, dan penyusunan katalog.

Peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis. Tim dosen FPsi UNJ mengajak peserta melakukan praktik penjualan secara interaktif agar pengetahuan yang diberikan dapat langsung diterapkan pada usaha masing-masing. Pemahaman dan keterampilan peserta kemudian dievaluasi untuk melihat hasil pelatihan.

Ketua RT 001 RW 012, Rochmatul Abi, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurut dia, pelatihan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha di lingkungan setempat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu UMKM di wilayah Pondok Bambu meningkatkan kualitas pemasaran sehingga berdampak pada penjualan produk mereka,” kata Rochmatul Abi.

Para peserta juga menilai materi visualisasi produk relevan dengan kebutuhan usaha sehari-hari. Selama ini, aspek tampilan produk kerap belum menjadi perhatian utama, meskipun memiliki peran dalam pemasaran, terutama melalui media digital.

Erik menyampaikan apresiasi kepada FPsi dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNJ atas dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat mendorong pelaku UMKM mengembangkan pengelolaan usaha dan strategi pemasaran secara lebih terencana.

“Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi pemantik bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas operasional dan pemasaran, sehingga produk mereka semakin mampu menjangkau konsumen,” ujar Erik.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi FPsi UNJ terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Melalui kegiatan pengabdian, perguruan tinggi berupaya memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan langsung untuk mendukung pengembangan ekonomi masyarakat.