Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta melalui Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Bisnis UNJ bersama Kedutaan Besar Kosta Rika gagas kuliah umum bertema “The world History: History of Costa Rica and Noticeable Achievements” yang diselenggarakan di Aula latief Hendraningrat Kampus UNJ pada 21 Mei 2026.
Pada kesempatan itu Sekretaris Universitas, Prof. Suyono yang mewakili mewakili Rektor UNJ Prof. Komarudin dalam sambutannya mengatakan bahwa kuliah umum bertema Sejarah Kosta Rika dan Pencapaiannya merupakan bagian dari Sejarah global yang penting dipahami pada era globalisasi saat ini.
“Sejarah bukan hanya mengenang masa lalu, tetapi juga berfungsi sebagai fondasi memahami identitas negara, dinamika sosial, religi internasional, dan arah pembangunan masa depan,” ungkapnya.
Menurut Prof. Suyono, negara Kosta Rika memberi Pelajaran terutama mengenai kestabilan demokrasi, komitmen pada keamanan, investasi kuat dalam pendidikan, dan pencapaian dalam misi penyelamatan lingkungan serta kesejahteraan.
Ia berharap kuliah umum ini dapat menjadi wadah dialog antarbudaya serta memperkuat pemahaman dan hubungan antara Indonesia dan Kosta Rika.
“UNJ berkomitmen untuk mempromosikan internasionalisasi pendidikan tinggi melalui kooperasi akademis, kolaborasi penelitian, pertukaran pengetahuan, dan beberapa forum sains internasional,” tutupnya.
Dalam paparannya Francisco Jose Masis Holdridge selalu Kepala Misi Kedutaan Besar Kosta Rika untuk Indonesia menyampaikan bahwa mempelajari sejarah juga berarti menangkap keputusan masa depan.
“Kita perlu memahami dari mana kita berasal untuk memahami ke mana kita akan pergi. Dan jika kita tidak memahami hubungan itu, kita tidak dapat memiliki gambaran tentang ke mana kita ingin pergi. Kita perlu memahami sejarah karena itulah cara kita mengambil keputusan,” katanya.
Menurutnya mempelajari sejarah dapat menjadi kompas kehidupan dalam berbangsa, bernegara dan juga berkomunitas. Hal ini berkaitan dengan bagaimana mempelajari pengalaman yang pernah terjadi guna menjadi bekal masa depan menuju apa yang dicita-citakan.
Pada kesempatan yang sama, Francisco Jose membuka paparan sejarah Kosta Rika melalui letak negaranya yang dianggap strategis di antara Samudra Pasifik dan Laut Karibia serta di antara Amerika Utara dan Selatan.
Menurutnya sebelum kedatangan bangsa Eropa, wilayah ini dihuni kerajaan-kerajaan kecil pribumi yang dipimpin oleh cacique atau kepala suku. Kosta Rika juga menjadi pusat perdagangan penting pada masa pra-kolombia, terbukti dari banyaknya artefak giok, emas, dan perak yang ditemukan meskipun sumber daya tersebut tidak berasal dari wilayahnya sendiri.
Ia menambahkan bahwa pada tahun 1502, Christopher Columbus tiba di wilayah Karibia Kosta Rika dalam pelayarannya yang keempat. Setelah itu, bangsa Spanyol mulai menjajah kawasan tersebut pada abad ke-16.
“Selama masa kolonial, Kosta Rika menjadi bagian dari wilayah Kekaptenan Jenderal Guatemala di bawah kekuasaan Spanyol. Meski wilayahnya bergunung-gunung dan sulit dijangkau, masyarakat setempat tetap berkembang melalui perdagangan dan hubungan antarkerajaan,” katanya.
Francisco Jose pun menyebut Kosta Rika akhirnya memperoleh kemerdekaan dari Spanyol pada tahun 1821 bersama negara-negara Amerika Tengah lainnya.
Kegiatan ini juga turut dihadiri PLH Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH), Wakil Dekan serta mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah. Kuliah umum ini juga menjadi wujud komitmen UNJ dalam memperluas wawasan global sivitas akademika melalui penguatan kerja sama internasional dan dialog lintas budaya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai sejarah dan pencapaian Kosta Rika, tetapi juga belajar mengenai pentingnya nilai demokrasi, pendidikan, perdamaian, dan keberlanjutan lingkungan dalam pembangunan suatu bangsa. Ke depan, kolaborasi antara UNJ dan Kedutaan Besar Kosta Rika diharapkan dapat terus berkembang melalui berbagai program akademik dan pertukaran pengetahuan yang memberikan manfaat bagi kedua negara.
Reporter berita: Alviranda Gustia