SUBANG, Humas UNJ – Tim dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama STAI Al Qudwah dan Universitas Indraprasta PGRI mengembangkan inovasi tekstil berbasis potensi lokal melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Wisata Cisaat, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada Juli 2026. Program tersebut memadukan teknik batik cap bermotif rusa dengan ecoprint berbahan alami untuk memperkuat ekonomi kreatif sekaligus identitas pariwisata desa.
Kegiatan dipimpin Prof. Usep Suhud, dari UNJ dengan melibatkan Doni Sugianto Sihotang dari UNJ, Laelah Purnamasari dari STAI Al Qudwah, Fismayatni Cholifah dari Universitas Indraprasta PGRI, serta Rizaldi Mu’min, mahasiswa UNJ. Program ini diikuti enam perajin perempuan yang tergabung dalam Komunitas Batik Sumbangsih.
Para perajin sebelumnya telah memiliki pengalaman membuat batik cap, tetapi produksinya masih bergantung pada pesanan pelanggan. Melalui kegiatan ini, tim mendorong diversifikasi produk dengan memperkenalkan teknik ecoprint dan pengembangan motif yang lebih khas sehingga produk memiliki nilai tambah serta peluang pasar yang lebih luas.

Prof. Usep Suhud mengatakan, pengembangan batik ecoprint bermotif rusa menjadi tantangan tersendiri karena proses pembuatannya melalui dua tahap yang saling berkaitan.
“Proyek ini sangat menantang karena kain harus melalui dua tahap pengerjaan, yaitu pembuatan batik cap bermotif rusa dan penerapan ecoprint menggunakan bahan-bahan alami. Kedua tahap tersebut memiliki risiko teknis yang cukup tinggi. Kesalahan pada tahap kedua dapat memengaruhi atau bahkan merusak hasil batik yang telah dikerjakan pada tahap pertama,” ujar Prof. Usep.
Menurutnya, tantangan produksi dapat berupa ketidaksesuaian warna, jejak daun yang kurang jelas, kerusakan lapisan malam, pergeseran komposisi motif, hingga perubahan karakter kain selama proses pengukusan dan fiksasi. Karena itu, setiap tahapan membutuhkan ketelitian, pengendalian suhu, pemilihan bahan alami, serta pengaturan waktu yang tepat.
Rangkaian pelatihan meliputi pemilihan dan pembersihan kain, mordanting, penataan daun dan bunga, pengukusan, teknik pukul, fiksasi warna, hingga penyelesaian produk. Bahan-bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar dimanfaatkan untuk menghasilkan pola, warna, dan tekstur yang khas. Peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan kembali larutan mordant sebagai bagian dari upaya menerapkan proses produksi yang lebih hemat sumber daya dan ramah lingkungan.
Selain pelatihan ecoprint, tim memperkenalkan lokakarya perancangan motif rusa dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan generatif. Teknologi tersebut digunakan untuk mengeksplorasi berbagai komposisi motif, bentuk tanduk rusa, unsur dedaunan, dan lanskap alam. Desain yang terpilih kemudian disempurnakan menjadi pola cap batik untuk dikembangkan dalam proses produksi.
Motif rusa dipilih karena merepresentasikan keharmonisan dengan alam, keseimbangan ekologis, dan karakter lingkungan perdesaan. Ketika dipadukan dengan jejak alami daun dan bunga, motif tersebut menghasilkan karakter visual yang unik sekaligus menghadirkan narasi tentang kedekatan masyarakat dengan lingkungan.
Inovasi tersebut diharapkan dapat memperkaya produk ekonomi kreatif Desa Wisata Cisaat, mulai dari cendera mata, produk fesyen, hingga bagian dari pengalaman wisata berbasis kreativitas masyarakat. Dengan demikian, pengembangan batik tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan identitas destinasi wisata.
Kegiatan ini meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam produksi ecoprint, pemanfaatan pewarna alami, pengembangan motif, teknik pengecapan, dan penyelesaian kain. Kolaborasi dosen, mahasiswa, dan perajin juga membuka ruang pertukaran pengetahuan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri masyarakat untuk menghasilkan produk yang lebih inovatif dan sesuai dengan kebutuhan pasar.
Tahap berikutnya diarahkan pada peningkatan mutu produk, penguatan merek, pemasaran digital, pengelolaan keuangan, perluasan jaringan pasar, serta pengelolaan limbah produksi. Keberlanjutan program diharapkan dapat diperkuat melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan pariwisata.
Hasil kegiatan tersebut telah dipublikasikan dalam International Journal of Research and Innovation in Social Science, Volume X, Issue VI, Juni 2026, melalui artikel berjudul “Development of Integrated Ecoprint and Deer-Motif Batik Innovation to Strengthen Local Creative Economy in Cisaat Tourism Village, Subang”.
Publikasi tersebut menegaskan potensi kolaborasi lintas perguruan tinggi dalam menghubungkan pelestarian budaya, inovasi tekstil berkelanjutan, pemberdayaan perempuan, serta pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Program ini sekaligus menunjukkan bahwa inovasi produk lokal dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memperkuat ekonomi kreatif dan daya saing desa wisata.