Dosen UNJ Kembangkan Smart Control Berbasis IoT untuk Perkuat Keandalan Energi Layanan Kesehatan

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Kawal Akreditasi Unggul, UNJ Perkuat Sistem…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Mengenal Batavia Team UNJ, Wadah Inovasi Kendaraan Hemat Energi dan Mobilitas Berkelanjutan

UNJ Tuan Rumah Sarasehan Diaspora Indramayu, Bahas Pengembangan Potensi Daerah

Dit. Mawani UNJ Apresiasi Peran Ormawa dan Opmawa Sukseskan PKKMB 2026

Kembangkan Layanan Kesehatan dan Sport Science, UNJ Resmikan UUK Pusat Rehabilitasi Medik

UNJ dan Royal University of Bhutan Jajaki Kerja Sama di Bidang Pendidikan

JAKARTA, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui dosen Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika mengembangkan smart control berbasis Internet of Things (IoT) pada sistem energi hybrid angin–surya untuk memperkuat keandalan pasokan listrik bagi layanan kesehatan. Penelitian yang dilaksanakan pada Maret hingga Juli 2026 ini diarahkan untuk mendukung pengelolaan energi yang lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan.

Penelitian bertajuk “Pengembangan Smart Control Berbasis IoT pada Sistem Energi Hybrid Angin–Surya sebagai Pendukung Ketahanan Layanan Kesehatan yang Berkelanjutan” tersebut dilakukan oleh Vina Oktaviani, Radimas Putra Muhammad Davi Labib, Ade Ayu Rahmawati, Agam Nizar Dwi Nur Fahmi, dan Bagus Tri Kuncoro dari Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika UNJ. Pengembangan dan pengujian dilakukan di Laboratorium Pendidikan Elektronika UNJ.

Tim peneliti mengembangkan sistem pengelolaan energi terbarukan yang mengintegrasikan pembangkit listrik tenaga angin dan surya dengan teknologi smart control berbasis IoT. Sistem tersebut dirancang untuk memantau sekaligus mengendalikan kondisi pembangkit secara real-time sehingga penggunaan dan distribusi energi dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional.

Pada tahap awal, penelitian difokuskan pada pengembangan sistem smart control untuk panel surya. Integrasi teknologi tersebut memungkinkan kondisi panel, daya yang dihasilkan, serta performa pembangkit dipantau secara berkelanjutan. Data yang diperoleh kemudian dapat menjadi dasar untuk mengoptimalkan pengelolaan energi.

Pemantauan secara real-time juga memberikan keuntungan dalam mendeteksi gangguan atau penurunan performa pembangkit. Dengan informasi yang tersedia secara langsung, pengelola dapat mengambil langkah penanganan dan pemeliharaan dengan lebih cepat dan tepat.

Vina Oktaviani menjelaskan, pengembangan sistem tersebut ditujukan untuk menjawab kebutuhan fasilitas kesehatan yang memerlukan pasokan listrik secara kontinu.

“Pengembangan smart control berbasis IoT ini kami arahkan untuk membuat sistem energi terbarukan lebih mudah dipantau, dikendalikan, dan dioptimalkan. Dengan pemantauan secara real-time, pengelola dapat mengetahui kondisi sistem lebih cepat sehingga keandalan pasokan energi dapat terus dijaga, terutama untuk mendukung fasilitas kesehatan yang membutuhkan listrik secara berkelanjutan,” ujar Vina.

Menurut tim peneliti, kebutuhan terhadap pasokan energi yang andal menjadi semakin penting bagi fasilitas kesehatan. Listrik diperlukan untuk menunjang pengoperasian berbagai peralatan medis, sistem informasi, penerangan, hingga fasilitas penyimpanan obat dan vaksin. Gangguan pasokan energi dapat memengaruhi keberlangsungan layanan yang membutuhkan listrik secara terus-menerus.

Penerapan IoT dalam sistem tersebut juga memungkinkan proses pengawasan dilakukan dari jarak jauh melalui jaringan internet. Pengelola dapat memperoleh informasi mengenai kondisi pembangkit tanpa harus melakukan pemeriksaan secara langsung setiap saat. Kondisi ini berpotensi meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung pemeliharaan berbasis kondisi aktual sistem.

Selain meningkatkan keandalan energi, penggunaan sistem hybrid angin–surya menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan energi bersih. Kombinasi dua sumber energi terbarukan tersebut dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis bahan bakar fosil serta mendukung pengurangan emisi karbon.

Inovasi yang dikembangkan tim UNJ ini juga memiliki peluang diterapkan pada fasilitas kesehatan di wilayah terpencil atau daerah dengan pasokan listrik yang belum sepenuhnya stabil. Sistem pemantauan dan pengendalian yang terintegrasi dapat membantu menjaga ketersediaan energi untuk mendukung pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dan energi terbarukan dapat menjadi salah satu pendekatan dalam menjawab kebutuhan infrastruktur layanan publik. IoT tidak hanya dimanfaatkan sebagai perangkat pemantauan, tetapi juga sebagai bagian dari strategi pengelolaan energi yang lebih efisien dan responsif.

Ke depan, pengembangan smart energy berbasis IoT tersebut diharapkan dapat terus disempurnakan sehingga mampu diterapkan pada berbagai fasilitas publik yang membutuhkan pasokan energi andal. Inovasi ini menjadi bagian dari kontribusi UNJ dalam mengembangkan teknologi yang adaptif, efisien, ramah lingkungan, dan berorientasi pada keberlanjutan layanan masyarakat.